Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 92. pulang


__ADS_3

setelah asyik menghabiskan waktu bersama Sinta, Reza langsung membersihkan diri di kamar mandi meninggalkan Sinta yang masih tertidur terlelap begitu nyenyak sekali. Reza tidak membangun kan nya sampai Sinta bangun sendiri karena hari pun sudah mulai sore. " aku di mana" ucap Sinta mengucek mata nya dan tak mendapati Reza ada di situ, terdapat paper bag di samping nya. Sinta buka paper bag tersebut dan mendapati sepasang baju tersimpan di sana.


" mungkin ini untuk ku, aku akan mandi sekarang" ucap Sinta sambil berjalan ke arah kamar mandi. Sinta sangat menikmati acara mandi nya , Sinta berendam cukup lama sehingga tubuhnya sangat rileks, setelah selesai mandi Sinta memakai baju yang ada di paper bag itu. Sinta keluar mencari keberadaan Reza dan Reza sedang duduk di kursi nya masih berkutik dengan berkas-berkas.


" kamu sudah rapih" sapa nya saat melihat Sinta keluar.


" baju nya sangat pas sekali, apa mas yang memilih kan nya untuk ku " Tanya Sinta dengan memegangi baju nya.


" iya, mas yang mencari kan nya tidak jauh dari kantor" jawab Reza.


" kapan kita pulang mas , apa masih lama " tanya Sinta, Reza menarik lengan kemeja nya dan melihat ke jam tangan nya sudah menunjukkan pukul 16:30. " sebentar mas membereskan ini Dulu" ucap Reza merapikan berkas yang ia pegang. Reza dan Sinta pun keluar dari ruangan nya dan karyawan masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. tinggal setengah jam lagi jam kantor setelah. tetapi Reza lebih memilih mendahului karyawan nya.


" bapak mau pulang sekarang" tanya Manda yang berdiri di samping Anwar yang hendak menyerahkan dokumen, tapi setelah melihat Reza keluar bersama istrinya Anwar mengurungkan nya.


" belum waktunya pulang pak, kok bapak sudah mau pulang. itu artinya bapak tidak mencontoh kan yang baik kepada karyawan bapak" ucap Manda dengan panjang lebar.


" hust... " Anwar menginjak kaki Manda.

__ADS_1


Reza tetap melangkah kan kakinya ke luar dari kantor, tidak peduli dengan ocehan karyawan nya itu. " siapa dia mas " Tanya Sinta yang jalan dengan menggandeng tangan Reza.


" hanya karyawan biasa" jawab Reza yang semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Sinta.


sementara di dalam kantor, Anwar tengah berdebat dengan Manda. Manda merasa kesakitan setelah kaki nya di injak oleh Anwar dengan sengaja. " hei.. jaga mulut kamu ya, kamu ini keterlaluan sekali kalau bicara, apa mau kamu di pecat lagi " ucap Anwar dengan kesal.


" memang nya kenapa, aku bicara benar kok, memang ada yang salah. " jawab Manda .


" huh, kamu ini, susah ngomong sama orang seperti kamu" balas Anwar.


" lihat lah kaki ku sakit gara-gara kamu, " ucap Manda melihat ke kakinya.


tanpa Anwar sadari Manda mendekat kan tubuh kearah nya.


" tuh, rasain" Manda menginjak kaki Anwar kemudian berlari sejauh mungkin.


" dasar gadis kurang ajar" teriak Anwar kepada Manda. yang telah jauh dari tempat Anwar.

__ADS_1


" weeee.... " Manda memelet kan lidah nya meledeki Anwar.


"awas ya kamu " ancam Anwar dari kejauhan membuat Manda lari semakin menjauh.


di dalam mobil Reza sedang mengemudikan mobilnya bersama Sinta. " mas, besok hari Sabtu yah." ucap Sinta mengawali obrolan nya dengan Reza.


" iya, kenapa" Tanya balik Reza.


" apa kamu tidak mau liburan" ucap Sinta.


" liburan kemana" tanya Reza.


" terserah, kamu tidak bosan weekend ini hanya di rumah saja" balas Sinta.


" bagaimana kalau ke puncak" tawar Reza.


" terserah kamu aja mas" ucap Sinta.

__ADS_1


" nanti atur saja tempat nya" ucap Reza. tak terasa mereka pun telah sampai di depan rumah.


__ADS_2