Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 72. sikap dingin


__ADS_3

jam pulang kantor pun tak terasa telah tiba, orang-orang berhamburan di pinggir jalan menunggu alat transportasi yang akan mereka tumpangi, Reza sedang berjalan menuju ke tempat parkiran langkah nya terhenti saat ada suara di belakang yang memanggil nya.


" pak Reza tunggu" Tia berteriak dengan kencang.


Reza memberhentikan langkah nya, saat tangan nya sudah hampir menyentuh pintu mobil. Tia kini sudah berada pada posisi dekat dengan Reza berkat kaki nya yang terus berlari. Reza masih mematung tanpa suara menyauti panggilan Tia.


" pak, maaf mengganggu" ucap Tia


" hemm, ... " suara muncul dari mulut Reza, Tia bingung mau melanjutkan kata-katanya, karena Reza tidak begitu merespon.


" pak, kenapa bapak memecat manda?, saya kasihan padanya pak, karena Manda itu tulang punggung keluarga nya pak, jadi nanti keluarga nya makan apa? apa tidak sebaiknya tadi bapak itu mengeluarkan SP Dulu? ucap Tia panjang lebar.


setelah mendengar ucapan dari Tia, Reza langsung masuk ke dalam mobil nya dan tak menjawabi ucapan dari Tia, mobilnya langsung ngegas meninggalkan Tia yang masih melongo, melihat kelakuan bos nya itu.

__ADS_1


" ada ya, orang kaya gitu " Tia berbicara sendiri, lalu berjalan ke pinggir jalan menunggu angkutan umum.


****************************


mobil Reza sampai di rumah berbarengan dengan mobil Rara di belakang yang datang dari kampus nya. Reza memasukkan mobil nya ke dalam garasi lalu ia masuk ke dalam kamar , melewatkan izul dan ibu fatim yang sedang duduk bersama.


" Reza, kamu sudah pulang nak" tanya ibu fatim.


" mah, sikap kak Reza semakin berubah mah, izul jadi semakin takut karena kak Reza berubah menjadi pribadi yang dingin" bisik izul.


" Mama sebenarnya sudah sering memperhatikan sikap Reza yang berubah, Reza itu kaku terhadap wanita gara-gara mantan istri nya yang dulu. karena kelamaan menunggu Anin yang sedang kuliah di Jepang, maka sikap nya tidak bisa dekat dengan seorang wanita, terlalu banyak menghabiskan waktunya sendiri saat penantian cinta nya terhadap Anin." ucap ibu fatim sedih. obrolan mereka berpindah di ruang keluarga yang letaknya jauh dari kamar Reza.


"kalau seperti itu kita rubah rencana awal tentang acara sayembara cinta. kita persingkat saja waktu nya . menjadi Lima orang, dan Lima orang tersebut di tugas kan untuk menarik hati kak Reza, siapa yang berhasil merebut hatinya kak Reza, dia lah pemenang Nya. bagaimana mah" izul menerangkan ide baru nya pada ibu fatim.

__ADS_1


" lalu bagaimana kita cara memilih nya?" tanya ibu fatim.


" kita pilih saja photo nya, ya tetapi tetap pemilihan photo peserta juga melibatkan kak dita , kak Wati juga Rara, iya nggak mah?. ucap izul.


" kamu ini sangat pintar sekali" puji ibu fatim dengan mencubit kedua pipi izul.


" aw. sakit mah, siapa dulu dong Mama Nya" izul balas memuji. kedua nya pun tertawa bersama. ibu fatim melangkah kan kakinya kearah meja makan. meninggalkan izul dengan laptopnya.


Rara keluar dari kamar lalu menghampiri ibu fatim. karena tadi saat baru datang ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sehabis berpergian dari luar.


" anak - anak ayo kita makan " teriak ibu fatim.


saat, Mama nya berteriak, izul dan Reza menghampiri Mama nya mereka pun makan malam bersama.

__ADS_1


__ADS_2