
pagi hari Sinta terbangun terlebih dahulu dia kaget melihat Reza tidur di sampingnya, dan tersadar baru kemarin dia melangsungkan pernikahan nya dengan Reza. Sinta ingin sekali melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri. sinta tersadar kaki nya membatasi nya untuk bergerak. Sinta merubah posisi nya duduk di atas ranjang terdiam bingung harus berbuat apa, Sinta hanya bisa merenung sambil menunggu Reza terbangun. ia usap wajah Reza dengan pelan dan terus memandangi nya. membuat Reza terbangun.
" hoaam ... , kamu sudah bangun?" ucap Reza sambil menggeliat kan tubuh nya.
" sudah " Sinta menyembunyikan tangannya yang tadi memegangi wajah Reza. aku ingin sekali mandi, tapi aku Takut merepotkan mu. gumam Sinta.
Reza terduduk dan membelai rambut Sinta. kini pagi pertama nya terbangun di temani wanita yang ia cintai. Sinta melepaskan sentuhan Reza. " kenapa " tanya Reza.
" aku malu, aku belum mandi nanti kamu kebauan lagi " jawab Sinta yang minder. mendengar itu Reza tersenyum. " aku sudah mencintai mu, apapun dirimu aku akan tetap menyukai nya. wajah Sinta berubah memerah Pagi - pagi Reza sudah menggombal.
Reza berjalan ke tempat Sinta berada dan mengangkat tubuh Sinta tanpa menggunakan kursi roda menuju ke kamar mandi. " kita akan mandi bersama" ucap Reza yang telah masuk ke dalam kamar mandi. Reza telah melepaskan baju Sinta satu persatu, dia pun melepaskan bajunya membuat wajah Sinta memerah memandangi tubuh Reza yang tak terbalut apapun, tubuh kekarnya terlihat mata nya di tutup dengan jari jari nya yang longgar membuat dia masih bisa menyaksikan gerakan tubuh Reza.
" kenapa mesti di tutup?" Tanya Reza memegang tangan Sinta berusaha melepaskan tangan dari mata nya.
" tidak" Sinta berusaha menormalkan perasaan nya.
Reza pun memulai ritual mandi nya dengan memasukkan Sinta di dalam bathtub, kemudian dia pun masuk ke dalam nya posisi di belakang Sinta. Reza mengusap tubuh Sinta dengan pelan dan setelah itu Reza meminta Sinta mengusap tubuh Reza bergantian. " rasanya sangat menyenangkan bermain air" ucap Reza.
sebenarnya Sinta juga sangat menikmati mandinya bersama Reza, hanya saja Sinta malu dan lebih memilih diam tidak membalas ucapan Reza.
__ADS_1
setelah selesai mandi Reza mengangkat tubuh Sinta keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan handuk, Sinta menyembunyikan wajahnya Nya di dada bidang Reza. Reza menaruh Sinta di atas kasur dan mengelapi tubuh Sinta menggunakan handuk dan mengambil baju yang di lemari dan memakai kan nya setelah itu Reza menyisir rambut Sinta dan mendandani nya. " kalau untuk berdandan aku bisa sendiri" tolak Sinta.
" kamu adalah ratu ku sekarang, jadi kamu tidak boleh membantah" jawab Reza.
setelah Sinta rapih dan cantik. Reza kini mengambil baju untuk dirinya dan memakai nya, Reza mengenakan baju santai, kaos oblong dan celana boxer.
Reza mendorong kursi roda Sinta menuju keluar dari kamar, terlihat anggota keluarga nya sudah berkumpul di meja makan, Reza pun ikut bergabung.
" cieee... pengantin baru , bau nya sangat wangi sekali" ledek izul yang sedang memoleskan selai kacang di atas roti.
Reza duduk di kursi setelah memindahkan tubuh Sinta di kursi meja makan, tak menghiraukan ledekan dari adik satu satunya itu. Rara menggoda Sinta dengan menyenggol lengan Sinta.
semua nya pun menikmati sarapan nya dengan di akhir meminum teh hangat, sehangat suasana pagi di rumah ibu fatim.
Izul bergegas masuk ke dalam kamar untuk bersiap akan pergi ke kantor. Rara mengikuti langkah izul melayani apa yang akan di butuhkan izul saat akan pergi ke kantor.
" mah " ucap Reza berpindah duduk di kursi yang dekat dengan pintu samping rumah, menikmati udara sejuk pagi hari. ibu fatim pun duduk di samping Reza menatap pekarangan rumah.
" iya za, ada apa" tanya ibu fatim, menyeruput teh hangat.
__ADS_1
" Reza dan Sinta siang ini mau pindah ke rumah Reza mah " ucap izul serius.
ibu fatim tidak bisa menghalanginya, karena semua keputusan ada di tangan anak- anak nya sendiri. " hati- hati dan selalu jaga Sinta" pesan ibu fatim.
" lalu bagaimana jika kamu sedang pergi ke kantor, Sinta akan bersama siapa?" tanya ibu fatim.
" Sinta akan meminta bi Susi tinggal dengan Sinta" ucap Sinta menyambungi obrolan antara ibu fatim dengan Reza.
" bi Susi siapa" Tanya ibu fatim. yang ingatan nya sedikit berkurang akibat faktor umur.
" bi Susi itu masih saudara nya bi Ijah yang menemani Sinta di rumah Sinta." jawab Sinta menerangkan secara detail.
" oh yaudah semuanya terserah kalian Saja" ucap ibu fatim.
mereka bertiga pun terdiam menikmati minuman nya.
Izul pamit kepada ibu fatim dan kakak nya , akan berangkat ke kantor.
" cepat-cepat balik lagi ke kantor ya " ledek izul kepada Reza yang hampir menghilang dari pandangan Reza menuju ke garasi mobil. Reza hanya bisa terkekeh dengan ucapan adik nya itu.
__ADS_1