Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 47


__ADS_3

Reza telah sembuh, kini ia bisa berjalan menapaki embun yang terdapat di sela-sela rumput hijau yang anda di belakang rumahnya.


ibu fatim menyaksikan dari dalam rumah lewat jendela putih yang di balut dengan kain berwarna gold , menampakkan senyum rona bahagia menyaksikan kini anak nya telah bisa bangkit tapi entah dengan hati nya


"kamu pasti bisa Reza " ucap Nya terlihat lebih semangat


***************


di rumah Izul , izul sedang siap-siap untuk berangkat ke kantor, karena beberapa hari ini dia off


Rara turun dari tangga menyaksikan izul yang sedang merapikan kemejanya


"Ra , kamu gak apa-apa kan aku tinggal berdua sama Sinta, jangan sungkan ya anggap aja rumah sendiri meskipun enggak ada yang empunya rumah " ucap izul


"enggak apa-apa kak , kan ada bi Ijah , kalau ada sesuatu tinggal tanya bi Ijah aja kan " jawab Rara


"betul sekali , aku bangga nie punya pacar seperti kamu, udah cantik pintar lagi "puji izul


muka Rara pun berubah menjadi merah seperti kepiting rebus


"udah sana, berangkat kekantor nanti telat loh " ucap Rara dengan salah tingkah


"enggak apa-apa dong telat , kan aku bos nya"


"iiih sombong " ucap Rara sambil mendorong tubuh izul untuk segera pergi


"eh awas ya nanti sore tunggu pembalasan ku , "ucap izul sambil melangkah ke arah garasi mobil

__ADS_1


ia sesekali melihat kearah belakang memandangi keberadaan Rara .


izul memanaskan mobil nya terlebih dahulu Rara pun belum beranjak dari posisi Nya izul terus memandangi wajah Rara sambil memeluk stir mobil sesekali ia memberi Kiss bay pada Rara


Rara senyum -senyum melihat tingkah izul, ia pun membalas Kiss bay izul sampai Rara melihat mobil izul pergi kearah jalanan


Rara balik lagi menaiki tangga hendak melihat Sinta


" Sinta , kamu sedang apa " tanya Rara yang telah berada di depan pintu kamar Sinta


"habis mandi Ra " balas nya sambil menyisir rambutnya


"kita main ke taman yuk " ajak Rara


"boleh" jawab sinta


"Sinta, kita main basket yuk " ajak Rara sambil memantulkan bola di atas tanah


"ayo siapa takut " jawab Sinta semangat


Rara dan Sinta pun mereka beradu , mereka saling berebut bola untuk di masukkan ke ring basket


permainan pun di menangkan oleh Rara


"hore " ucap Sorai kemenangan Rara sambil Nafas yang ngos-ngosan kemudian duduk di atas rumput merebahkan kaki nya, di ikuti oleh Sinta ikut duduk di samping Rara dengan nada Nafas yang sama sambil mengucapkan


" huft capek " bi Ijah pun datang membawa sesuatu di atas nampan

__ADS_1


"minum dulu non " sambil menyodorkan minuman jus jeruk


"bibi baik sekali tau aja kalau kita lagi haus " ucap Sinta


"letakkan di situ aja bi , " ucap Rara sambil menunjukkan meja di samping nya


"makasih ya bi " tambah Rara lagi saat bi Ijah melangkah pergi


"sama -sama non tidak usah sungkan " ucap bi Ijah


"kayaknya harus mandi lagi, kalau tidak pasti badan ku lengket " ucap Rara sambil mengibaskan baju yang di pakai nya agar ada udara yang masuk ke dalam tubuh nya.


setelah keringat di rasa sudah tidak ada di dalam tubuh nya, Rara berjalan menuju ke kamar mandi.


sementara Sinta berjalan menuju ke dapur


"bi masak apa " tanya Sinta


"ini non , masak gulai ayam " jawab bi Ijah


"wah enak ni , Sinta bantuin yah " tawar Sinta


"jangan non , nona istirahat saja " tolak bi Ijah


"gak papa bi, Sinta senang memasak kok " ucap Sinta


"yaudah kalau non memaksa " jawab bi Ijah .

__ADS_1


meskipun bi Ijah tahu kalau Sinta memang senang memasak,, dulu waktu masih ada almarhum pak sultan, Sinta selalu membantu Nya di dapur, tetapi setelah Sinta keluar dari rumah sakit karena depresi bi Ijah tidak mau membuat Sinta menjadi lelah


__ADS_2