Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 58


__ADS_3

Rara dan izul berada di sudut hotel di Jakarta sedang menikmati sarapan mereka berdua dengan secangkir teh hangat yang manis juga sandwich cukup untuk mengganjal perut mereka, setelah Rara dan izul selesai sarapan Rara bersiap siap untuk pergi ke puncak menyiapkan beberapa barang yang harus di bawa, sedangkan izul baru akan melakukan mandi membuat Rara mesti menunggu beberapa menit setelah semuanya selesai.


izul menyalakan mobilnya melaju ke arah Bogor. tampak sebuah pepohonan besar terlihat dari kaca jendela membuat suasana perjalanan menjadi lebih mengasyikkan dan sejuk, saat sudah hambir memasuki area taman safana rasa dingin mulai terasa di tubuh Rara dan izul, izul pun mematikan AC mobil dan membuka kaca mobilnya dan memberikan uang pada petugas yang menjaga pintu masuk taman safana.


pemandangan satwa liar menyambut kedatangan mereka , kaca mobil pun di buka tidak terlalu lebar menyisakan celah sedikit, Rara dan izul pun sangat menikmati perjalanan mereka. berkeliling dan menaiki gajah , rasa bahagia terlihat di wajah Rara yang sangat menyukai petualangan alam bebas. setelah puas berkeliling Rara dan izul menghentikan perjalanan mereka karena hari pun sudah mulai sore , izul keluar dari taman safana dan beralih mencari sebuah villa untuk mereka beristirahat, izul pun dengan mudah mendapatkan villa yang ia inginkan mereka berhenti di sebuah rumah dua lantai yang memiliki pagar rumah yang tinggi berwarna coklat.


"permisi pak , apakah villa ini di sewakan " izul yang sudah turun dari mobil bertanya pada penjaga villa


" betul sekali pak , apakah Anda ingin bermalam di sini " tanya seorang penjaga villa yang memiliki perawakan kurus dengan tangan yang di letakkan di belakang memakai pakaian serba hitam membuat penampilan Nya terlihat seram, tetapi tidak menyurutkan niat izul bermalam di villa tersebut karena kondisi Nya juga yang sudah hampir malam.


" saya pesan villa ini " jawab izul kemudian masuk ke dalam mobil dan memasukkan mobil kedalam parkiran depan villa.

__ADS_1


Rara dan izul turun dari mobil dan masuk ke dalam villa. setelah menyelesaikan administrasi kepada penjaga villa. Rara dan izul pun masuk ke kamar utama villa, Rara sudah mempersiapkan semuanya ia sudah membawa pakaian ganti.


" mas , kamu mau mandi duluan " Rara bertanya kepada izul yang sedang asyik menggunakan ponsel Nya melihat beberapa pesan yang masuk.


" kita mandi bersama saja " jawab Nya menggoda Rara yang telinga Nya refleks saat mendengar kata mandi.


" capek mas , tadi kita kan habis berjalan cukup jauh saat di taman safana " jawab Rara berusaha menolak dengan halus ajakan izul.


" tenang , sayang nanti bakal aku pijitin biyar kamu tidak capek lagi ." ucap izul kini lebih menggoda Rara dengan sentuhan lembut di leher Rara.


izul pun pergi ke kamar mandi, ia akhirnya melakukan ritual mandi membersihkan diri. sementara Rara berjalan mencari letak dapur , ia ingin membuat kopi untuk izul. setelah menemukan letak dapur yang berada di bawah sementara kamarnya Rara berada di lantai atas .

__ADS_1


" kok , dapur nya seperti tidak pernah di gunakan " gumam Rara dalam hati.


Rara kemudian kembali lagi ke atas setelah membuatkan kopi untuk izul sementara Rara lebih menyukai teh hangat.


" mas .. kamu di mana ?? " teriak Rara saat masuk ke dalam kamar tidak mendapati keberadaan izul . Rara kemudian berjalan ke arah kamar mandi saat Rara membuka pintu kamar mandi , ternyata tidak ada siapapun.


" mas Izul kemana ?? " Rara mulai gelisah.


Rara kemudian pergi keluar dari kamar, terdengar suara langkah kaki seseorang dari arah belakang Rara, Rara hendak menoleh tetapi mata Rara keburu tertutup oleh sepasang tangan seseorang.


" siapa ini " lirihnya takut

__ADS_1


" hah " bentak seseorang yang di belakang Rara yang langsung membuat Rara kaget.


" siapa ini , jangan main-main kamu mas " ucap Rara menekan yang menyangka pasti izul sedang mengisengi nya


__ADS_2