Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 32


__ADS_3

ibu fatim dan Rara mematung lama, perasaan mereka bercampur aduk


"mah kita pulang yuk ,, ucap Izul membangun kan lamunan ibu fatim


"Rara kamu mau nggak Tante antar sampai rumah ,, tawar ibu fatim


"boleh Tan kalau tidak merepotkan Tante,, ucap Rara


" iya tapi sebelum nya kerumahnya Tante Dulu ya, Tante kurang enak badan seperti nya ,, ucap ibu fatim sambil berjalan keluar.


Rara menuntun ibu fatim jalan keluar parkiran mobil .


" mama gak apa-apa kan ,, tanya Izul saat mau masuk ke dalam mobil


"mama gak apa-apa, Rara kamu duduk di depan sama Izul ya,!! pinta ibu fatim


"tapi Tan,, tolak Rara


"udah Ra, Tante lagi ingin duduk di belakang,, paksa ibu fatim yang langsung duduk di belakang.


"baik Tan ,, ucap Rara patuh.


mobil pun melaju dengan cepat di kendarai oleh Izul


"mah , udah sampai nie ,, ucap Izul yang melihat Mama nya dari tadi diam


Rara membuka pintu mobil dan berjalan ke arah tempat duduk ibu fatim


"Tante , udah sampai nie ,, ucap Rara


"kepala Tante agak pusing,, terang ibu fatim


"mari Rara bantu Tan,, Rara menuntun ibu fatim masuk ke dalam rumah


" mama kenapa mah ,, ucap Dita dan Wati menyambut kedatangan ibu fatim yang jalan dipapah oleh Rara

__ADS_1


"mama, agak pusing,, terang ibu fatim masuk ke dalam kamar nya


Rara kemudian keluar dari kamar ibu fatim


"ada apa ini Zul ,, tanya Wati


"biyar Rara aja yang menceritakan Nya kak ,, jawab Izul


"Rara apa yang terjadi Ra ,,. tanya Dita bergantian


Rara kemudian menceritakan semua kejadian di rumah sakit yang di alami Sinta


"astaghfirullah Sinta, kasihan sekali nasibnya,, uzar Dita kaget


"Rara kamu makan belum,, tanya Wati


"udah kak, Rara mau pulang aja,, jawab Rara yang juga syok dengan keadaan Sinta.


berdiri Izul yang sudah siap dari tadi memegang kunci mobil " ayoo Ra,, ucap Nya


"Lo kuliah dimana Ra,, tanya Izul saat mengendarai mobil


" gue di tr**"** ,, terang Rara


"ooh kalau gue di un******* ,, terang Izul


" gue gak nanya,, ledek Rara


"njiiirr Lo ga asyik,, ucap izul marah


"Yee segitu aja marah,, ucap Rara


"ya, Lo di tanya serius malah kaya gitu,, ucap izul yang menambah kecepatan mobilnya


"ya emang gue orangnya kaya gini kok,, terang Rara

__ADS_1


"tau ah ,, ngeles aja kaya bajai


"Zul , Lo nyetir nya jangan kenceng-kenceng dong,, pinta Rara


"segini mah , biyasa kok ,, jawab Izul


Rara pun diam tidak mau berdebat dengan Izul. dan mobil nya sampai di depan rumah Rara, Rara pun turun dari mobil Izul


"makasih ya ,, ucap Rara tapi tidak di balas oleh Izul yang langsung ngeluyur dengan kecepatan tinggi


"hemm anak labil ,, gumam Rara


*****************


setelah sinta di pindahkan ke ruang khusus, hari-hari sinta lalui dengan banyak melamun dan berdiam diri, membaur dengan pasien rumah sakit yang kebanyakan dari mereka juga mengalami depresi.


entah sampai kapan sinta akan sembuh dari depresi nya.


*****


di hotel tempat menginap Reza dan Anin.


"yang ,, tolong bukain gaun aku dong ,, pinta Rara yang kesulitan dengan resleting gaunnya.


"sini ,, ucap Reza memegang gaun Anin dari belakang.


"sayang kamu bahagia nggak kita udah nikah,, tanya Anin sambil melepaskan gaun.


"mmm ,,, bahagia tapi juga sedih keluarga ku tidak ada yang datang ,, jawab Reza sambil melepaskan kemeja nya dan berganti dengan kaos biyasa


" udah lah itu mah jangan di pikirin, yang penting kan kita udah nikah,, ucap Anin dengan enteng


" aku mandi dulu ya yang ,, Anin langsung masuk ke dalam kamar mandi


Reza kemudian merokok di balkon hotel menatap view gedung yang di sebelah.

__ADS_1


__ADS_2