Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 53


__ADS_3

waktu pun berlalu dengan cepat setelah Reza selesai mengurusi semua keperluan untuk acara wedding Nya Rara dan izul, semua keluarga dari pihak Rara dan pihak izul berkumpul di sebuah gedung mewah di daerah Jakarta lengkap dengan seragam masing-masing, ibu fatim , Dita ,Wati dan Sinta memakai baju kebaya modern yang sama.


pagi itu sedang berlangsung acara


Pernikahan Nya


Zulfikar Akbar dengan Syahara setianingsih


acara pernikahan yang berkonsep modern , terlihat dari Rara yang memakai gaun pengantin berwarna putih dan izul yang memakai setelan kemeja putih dan jas hitam.


izul sedang duduk di depan penghulu karena acara ijab Kabul nya akan segera di mulai, ketika semua sedang berkumpul


izul melafalkan akad nikah secara terang dan jelas saat suara "sah " menggema di ruangan semua orang pun bertepuk Sorai dan mengucapkan selamat kepada izul suasana semakin ramai saat para tamu undangan telah hadir memberikan ucapan selamat.


izul mencium kening istrinya yang sekarang sudah berada di samping Nya saat acara pernikahan mereka sudah sah di mata hukum dan agama, Rara dan izul jalan beriringan menuju ke altar tempat kedua orang tua mereka berada untuk melakukan sungkeman.


Sinta berdiri di belakang Reza di samping Sinta berdiri ada seseorang yang sedang membicarakan Reza.


"hi,

__ADS_1


itu Reza anak Nya ibu fatim yang di tinggal kekasih Nya, karena tidak bisa memiliki anak , juga di tendang dari perusahaan milik mantan mertua nya " ucap seseorang yang berdiri tepat di samping nya


"masa sih malang bener nasibnya" ujar teman yang di sebelah Nya.


Sinta yang mendengar ucapan orang yang ada di samping nya menjadi syok dan tidak percaya dan selama ini tidak ada yang memberi tahu kan perihal itu padanya.


setelah acara pernikahan Rara dan izul selesai, Sinta mendatangi Rara di kamar hotel membantu melepaskan baju pengantin yang melekat di tubuh Rara.


sementara Izul sedang berbincang dengan keluarga nya.


"Ra " ucap Sinta sambil menarik baju pengantin ke bawah dengan pelan


" kenapa kamu tidak menceritakan yang terjadi pada Reza kepada ku Ra " tanya Sinta sambil melepaskan ornamen yang ada di rambut Rara


Rara menatap kearah Sinta


"karena dulu ia telah menyakiti kamu, jadi buat apa aku menceritakan Nya kepada kamu, aku juga takut kamu menjadi trauma mendengar nama Reza " jawab Rara


Sinta berpikir sejenak, memang benar alasan Rara , tetapi tidak di pungkiri hati Sinta masih menyimpan nama Reza , meskipun dia telah menyakiti Nya.

__ADS_1


Sinta pun kembali menyisir rambut Rara dengan pelan.


izul masuk ke dalam kamar hotel menghampiri Rara dan Sinta, begitu izul masuk Sinta berjalan ke luar karena memang Sinta sudah selesai membantu Rara .


tepat di depan pintu, kepala Sinta membentur kepala seseorang yang hendak masuk ke kamar.


"auw " ucap Sinta kesakitan sambil memegang kepala yang terbentur. saat di lihat orang yang di depan nya adalah Reza, Sinta terdiam melepaskan pandangannya kepada pria yang ada di depan nya.


Reza yang juga kaget Sinta yang berada di depan nya kini mereka saling beradu pandang cukup lama.


"ada apa di depan " ucap izul yang mendengar suara kesakitan , berjalan menghampiri mereka.


"kak Reza " ucap Nya kaget.


" ada apa kak " tanya izul lagi


"pihak WEO ingin berbicara dengan kamu sebentar " jawab Reza.


Sinta pun pergi keluar meninggalkan Reza dan izul , sesekali Reza terus menatapi kepergian Sinta.

__ADS_1


__ADS_2