
pintu kamar perawatan pak Ahmad terbuka
"bagaimana keadaan ayah saya dok, " tanya Sinta dengan cepat
" maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin , tapi nyawa ayah Anda tidak bisa kami selamatkan " jawab dokter dengan sedih
" ayaaaahh.... " teriak panjang Sinta sambil berlari menghampiri pak Ahmad Lalu memeluknya, Sinta pun nangis sejadi jadinya di atas tubuh pak Ahmad
Rara yang menyaksikan itu menangis sejadi jadinya tapi Rara harus kuat untuk menyemangati Sinta lalu Rara lari memeluk tubuh Sinta dan menangis,
" sintaaa ... lo harus kuat , Lo harus kuat ..." ucap Rara sedih
Sinta terus menangisi jasad ayah nya , Rara menelpon keluarga ibu fatim dan memberi tahu keluarga Rara.
"hallo assalamualaikum Sinta..... " ucap ibu fatim mengangkat telpon panggilan yang masuk saat ia sedang berada di pusat perbelanjaan
"Tante ...ini Rara... temen Sinta " ucap Rara bicara dengan terbata bata
"iya sayang kamu kenapa, kok menangis " tanya ibu fatim
" om Ahmad Tante " ucap dengan terbata lagi
__ADS_1
"pak Ahmad kenapa Ra " tanya lagi ibu fatim makin penasaran
"om Ahmad meninggal dunia Tante " ucap Rara dengan nangis tersedu-sedu
ibu fatim kemudian memberi tahu anak -anak nya tentang hal tsb
"innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un kita harus kesana mah , " ucap Wati
"Dita gak langsung ke rumah sakit mah, Dita mau nganterin arka pulang dulu nanti arka Dita titipkan pada bi ijah" ucap Dita dengan pergi terburu-buru
" yaudah nanti Mama tunggu di rumah Sinta aja ya " pesan ibu fatim
ibu fatim, Wati dan Izul , langsung bergegas ke rumah sakit .
"kamu yang sabar Sint, semua adalah takdirnya, ayah kamu pasti bahagia kalau kamu juga bahagia" pesan lagi ibu fatim sambil mengangkat tubuh Sinta agar lepas dari jasad pak Ahmad, tapi pelukan Sinta begitu susah di lepaskan
"Wati tolong kamu selesaikan semua administrasi Nya agar jasad pak Ahmad biasa segera di bawa pulang" suruh ibu fatim pada Wati
"baik mah " ujarnya
setelah itu petugas datang untuk mengurusi kepulangan jasad pak Ahmad Sinta yang memeluk erat jasad pak Ahmad pun di lepas paksa oleh petugas rumah sakit, Rara yang sudah siap di belakang Sinta dengan sigap memegang tubuh Sinta.
__ADS_1
Rara dan Sinta ikut dalam mobil ambulans membawa jenazah pak Ahmad ,ibu fatim dan keluarga Nya mengendarai mobil nya berjalan di belakang ambulans.
ibu fatim menghubungi Reza tetapi belum di angkat oleh Reza.
"sayang kamu di toliet Nya jangan lama lama ya " ucap Anin
terdengar suara ponsel Reza berbunyi
", dari siapa ya " ucap Anin dengan memegang ponsel Reza
"oh Mama nya " tambah nya lagi, Anin kemudian mengotak Atik ponsel Reza
"gimana mah , apa Reza sudah bisa di hubungi" tanya Wati sambil menyetir
"belum, gak tau kenapa nomernya Reza susah di hubungi" jawab ibu fatim
ambulans pun sudah sampai di rumah Sinta, para tetangga pun datang melayat Dita mengurusi semua keperluan di rumah duka
karena tidak ada yang perlu di tunggu, ritual mengurusi jenazah selesai jenazah langsung di kebumikan di TPU yang dekat dengan rumah Sinta. tidak membutuhkan waktu yang lama pemakaman pun telah selesai. Sinta menyaksikan terakhir kalinya ia melihat jasad ayah nya.
" mah , Reza kenapa tidak kesini " tanya Dita
__ADS_1
" Mama Udah coba hubungi Reza, tapi panggilan nya di alihkan " jawab ibu fatim
"Sinta, Rara ayo kita pulang semua" ajak Wati merangkul Sinta dari belakang