
tin.. tin... tin...
bunyi klakson mobil Reza saat sampai di depan rumah tetapi Sinta dan Reza belum turun. " tunggu mas, aku akan pura- pura masih belum bisa berjalan. sampai di hadapan mereka aku akan melangkah kan kaki ku. apa kamu membawa kursi roda ku " tanya Sinta.
" ada di belakang... aku selalu menyimpan nya di situ. biyar jika kamu hendak keluar dari mobil tidak usah mengakat kursi roda yang ada di dalam rumah" ucap Reza yang telah melepaskan Seftibel nya.
Reza kemudian turun mengambil kursi roda yang di belakang dan mengangkat tubuh Sinta.
di depan rumah Rara keluar menyapa Reza dan Sinta. " hai kak Reza.. " ucap Rara.
"ada siapa aja di rumah" tanya Reza memegang kendali stir kursi roda Sinta.
" hanya ada aku dan Mama" Rara menerangkan nya seperti anak kecil... Rara selalu bermanja ketika berbicara dengan Reza. mereka pun jalan beriringan untuk masuk ke dalam rumah.
"assalamualaikum mah " Sinta menyapa mertuanya .
" waalaikumsalam.. anak Mama, kenapa jarang sekali menumui Mama, apa kalian tidak kangen sama Mama" Tanya ibu fatim dengan memeluk Sinta, seperti sudah beberapa tahun tidak bertemu.
" mah, aku ada surprise buat Mama" ucap Sinta seakan ingin mengalihkan pikiran ibu fatim.
" apa itu sayang... kamu hamil " ibu fatim balik bertanya. Tek... hati Sinta berubah menjadi galau. " bagaimana aku hamil, kami saja belum melakukan apa-apa. gumam Sinta. Sinta melirik ke arah Reza. tetapi Reza hanya mengerutkan mata nya. seakan berbalik bertanya pada Sinta.
" bukan mah " jawab Sinta.
__ADS_1
" terus apa dong" tanya ibu fatim semakin penasaran di buat nya. Sinta kemudian segera memperagakan, mengakat tangan nya dan memijakkan kaki nya di lantai.
" Tara " ucap Sinta dengan melangkah kan kakinya.
" hah " ucap Rara dengan menutup mulutnya seakan tidak percaya pada hal yang ada di depan nya sekarang.
" kamu bisa berjalan sayang.. " ibu fatim bertanya dengan kaget.
" iya mah " ucap Sinta membenarkan
" Alhamdulillah " ucap ibu fatim penuh syukur dengan memeluk tubuh Sinta.
" Rara, katanya kamu juga mau memberi ku kejutan, ayo katakan " ucap Sinta seakan menagih sahabat nya itu.
Rara tidak langsung menjawab nya karena dia masih takjub dengan hal yang terjadi. " Sinta kamu bisa berjalan" ucap Rara seakan tidak percaya.
" aaaa..... aku senang sekali " tiba- tiba Rara memeluk tubuh Sinta dengan spontan.
" hei hati- hati, kalau aku terjatuh bagaimana" ucap Sinta dengan khawatir.
" ups... maaf, habis nya aku masih belum percaya kamu sekarang bisa berjalan." jawab Rara.
mereka kemudian duduk di ruang keluarga, Sinta kemudian menagih janji Rara yang katanya ingin memberi surprise. " baiklah" ucap Rara kemudian melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
" aku akan menjadi seorang ibu" ucap Rara.
" benarkah " Sinta seakan tidak percaya.
" mmm... " Rara mengangguk.
" tidak hanya itu saja Sint, kak Wati yang menunggu sampai lima tahun pernikahan nya untuk mendapatkan momongan. kini terjawab sudah penantian nya. Wati sekarang juga sedang hamil " terang ibu fatim.
" benarkah, kenapa bisa kebetulan seperti itu." ucap Sinta dengan heran.
" itu semua sudah takdir Tuhan" ucap ibu fatim.
mereka pun sekarang mengobrol kesana kemari, Rara kemudian berinisiatif untuk mengundang keluarga Dita dan keluarga Wati untuk makan malam bersama.
Sinta kemudian memasak di dapur untuk makan malam, setelah semua nya berkumpul mereka menyantap makanan dengan obrolan satu sama lain membuat suasana nya menjadi lebih hangat. jarang sekali keluarga ibu fatim bisa berkumpul seperti ini. biyasanya mereka selalu sibuk masing-masing.
setelah makan malam selesai mereka pulang ke rumah masing-masing diantara mereka tidak ada yang ingin menginap di rumah Mama nya yang sangat besar itu.
Reza melajukan mobilnya dan jalanan begitu sepi sehingga membuat nya sampai di rumah dengan sangat cepat. di dalam mobil Reza dan Sinta tidak ada obrolan karena Sinta yang terlelap. Reza membunyikan klakson nya agar pak Udin bisa segera membuka nya. pak Udin langsung datang saat terdengar suara berisik mobil Reza dan langsung membuka kan garasi mendorong nya dengan kuat.
Reza mengakat tubuh Sinta yang terlelap di kursi depan, Reza sudah sangat hafal dengan tubuh Sinta yang sudah sering ia gendong. Reza letakkan di atas ranjang dengan sangat hati-hati agar Sinta tidak terbangun. ia mengecup kening Sinta begitu dalam. kemudian melanjutkan mengganti pakaian nya dengan celana boxer dan kaos oblong.
Reza meletakkan tubuh nya di samping Reza dan bermain-main dengan wajah Sinta yang sangat teduh saat Sinta tertidur. gerakan tangan Reza di wajah sinta membuat Sinta menggeliat. " ukh... aku di mana " ucap Sinta sambil mengucek mata nya.
__ADS_1
saat Sinta terbangun, Reza langsung mendekap tubuh Sinta dengan sangat erat, membuat Sinta susah menggerakkan tubuhnya. " au, mas " ucap Sinta merasa sesak.
Reza kemudian sedikit merenggangkan pelukannya. dan mengecup bibir Sinta dengan cepat membuat Sinta sangat terkaget dengan tingkah Reza. Reza malam itu sangat agresif yang hendak melakukan kewajiban sebagai seorang suami yang berbulan - bulan harus tertahan. Reza kini menindih tubuh Sinta. sehingga malam itu malam yang indah bagi kedua pasangan yang sedang di mabuk asmara itu.