
Sinta menyantap makanan nya dengan lahap sesekali ia menggoda Reza agar mau makan bersama. " mas apa kamu tidak lapar " tanya Sinta. Reza menggeleng kan kepalanya dan lebih asyik bermain ponsel nya. " mas ayo buka mulut mu " Sinta tidak menyerah. karena Sinta terus memaksa akhirnya Reza meletakkan ponsel nya di samping meja. kemudian melahap makanan yang di sodorkan Sinta.
sesekali Reza makan dari tangan Sinta. malam yang dingin pun terasa lebih hangat sehangat teh manis buatan Abang - Abang pecel lele. saat di rasa perutnya sangat kenyang. Reza dan Sinta pamit pulang ke pada penjual dengan sangat ramah. Reza dan Sinta sampai di rumah pukul 01: 00. mata mereka pun terasa sangat mengantuk setelah memarkirkan mobilnya ke dalam garasi. Reza menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang dan terlelap sangat nyenyak sekali. setelah cuci muka Sinta pun mengikuti Reza tidur di atas ranjang di samping Reza.
pagi nya rutinitas seperti biasa Reza pergi ke kantor, Sinta sibuk dengan pekerjaan rumah nya meskipun sudah ada bi Susi tetapi Sinta tidak mau membebankan semua tugas rumah kepada bi Susi. untuk urusan memasak Sinta melakukan nya sendiri selain karena memang Reza sangat menyukai masakan nya. sehingga Reza selalu ingin memakan masakan Sinta. siang itu setelah Sinta selesai memasak, Sinta menyiapkan nya masuk ke dalam tuperwor .
masakan yang masih panas itu Sinta bawa ke kantor Reza dengan di antar pak Udin. " tunggu sebentar ya pak, aku hanya menyerahkan ini saja. setelah itu aku akan kembali" ucap Sinta dengan membuka pintu mobil.
Sinta berjalan ke kantor dan mencari ruangan Reza. ini pertama kali nya selama menikah Sinta datang ke kantor. Dulu saat kaki nya belum bisa berjalan, Sinta sangat malu bila Reza menawarkan nya untuk ikut ke kantor nya. " mb. kalau ruangan pak Reza sebelah mana" Tanya Sinta pada seorang office girl yang saat itu tengah mengelap pintu kaca. yang bernama Manda itu.
office girl Manda itu tidak langsung menjawab tetapi melihat penampilan Sinta dengan detail. " kenapa " tanya Sinta dengan heran pada salah satu karyawan suaminya itu.
" oh, tidak . maaf . ruangan pak Reza lurus Saja dari sini lalu belok kanan , di depan pintu itu tertulis nama pak Reza" terang Amanda.
setelah mendapat penjelasan dari office girl, Sinta berjalan ke arah yang telah di tunjukkan oleh office girl itu. " oh iya aku tadi lupa menanyakan nama nya" gumam Sinta yang ingin sedikit lebih mengenal para karyawan di kantor Reza.
di depan pintu Sinta berdiri tengah membaca nama yang tertulis di depan pintu. Sinta tidak mengetuk pintu, dan langsung mendorong pintu itu membuat Sinta begitu jelas melihat Reza tengah duduk dengan sibuk menyibakkan beberapa dokumen.
__ADS_1
" assalamualaikum... " suara Sinta mengehentikan gerakan Reza dan mata nya teralihkan ke arah pintu.
" waalaikumsalam.. sayang kamu kesini?" tanya Reza kaget dengan kedatangan istri nya yang tidak ia ketahui sebelumnya.
" iya. aku membawa kan makan siang untuk kamu mas." jawab Sinta menutup pintu dan berjalan ke arah Reza.
"apa, tidak merepotkan mu. kamu harus capek - capek membawa kan makanan itu untuk ku" ucap Reza. yang tengah memegang tangan Sinta dan mengecup nya dengan lembut.
" tidak, kenapa aku harus capek. di rumah juga aku tidak melakukan apapun." Jawab Sinta yang sedikit merendah. Sinta pun mengambil kemudian membuka kotak bekal nya.
" mas, mau aku suapin" tanya Sinta mengambil kursi yang di depan meja kemudian memindahkan nya ke arah samping kursi Reza.
" mas, aku harus segera pulang" ucap Sinta sambil membereskan kotak makan yang isinya telah habis tak tersisa.
"kenapa memangnya" tanya Reza dengan heran.
" pak Udin menunggu di depan jadi aku kasian jika pak Udin terlalu lama menunggu ku" terang Sinta.
__ADS_1
Reza kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. " hallo pak Udin, Sinta akan pulang dengan ku jadi pak Udin sekarang boleh pulang." perintah Reza.
" mas, terus aku harus di sini sampai sore?" tanya Sinta setelah Reza telah selesai berbicara dengan pak Udin.
" temani aku di sini, aku ingin bekerja sambil terus memandangi mu" ucap Reza merayu.
" hemmm... mulai menggombal " jawab Sinta.
" tidak, aku tidak menggombal" ucap Reza menarik tubuh Sinta ke pangkuan nya.
"mas, nanti ada yang masuk" balas Sinta.
" tidak akan ada yang masuk, aku telah mengunci nya menggunakan ini" Reza menunjukkan remote yang berukuran kecil. membuat Sinta tidak bisa berkelit dari Reza.
Sinta pun hanya bisa pasrah dengan perlakuan Reza terhadap nya. sebenarnya Sinta sedikit kurang nyaman karena harus melakukan nya di kantor. Reza tidak puas hanya melakukan nya di kursi, Reza mengakat tubuh Sinta masuk ke dalam kamar yang terdapat di ruang kerja Reza yang biasa Reza gunakan untuk beristirahat. yang biasa Reza gunakan jika ia sudah capek lama terduduk saat bekerja. Reza dengan leluasa melakukan nya di sana.
***************
__ADS_1
jangan lupa like dan vote Nya, dan baca juga novel ku yang berjudul" cinta suci Dewi" . terimakasih 🙏🙏🙏😄😄😄😄😄