
Sinta terus menangisi keadaan pak Ahmad, yang terbaring di ranjang rumah sakit.
kemudian datang keluarga ibu fatim dan anak nya Izul
"bagaimana keadaan Pak Ahmad " tanya ibu fatim yang baru memasuki ruangan
"Tante " teriak Sinta sambil memeluk ibu fatim
"tadi sudah di tangani dokter tapi pak Ahmad belum sadarkan diri Bu " ucap Tono
"memang kejadiannya bagaimana pak Tono sampai pak Ahmad jadi kayak gini" tanya ibu fatim
" pak Ahmad terpeleset dari lantai 3 " jawab pak Tono
"permisi " ucap dokter yang memeriksa pak Ahmad lantas langsung memeriksa keadaan pak Ahmad kembali
"bagaimana keadaan Pak Ahmad dok " tanya ibu fatim
"pasien mengalami benturan di kepala yang begitu keras dan ada gumpalan darah di kepala nya, kita berdoa saja semoga pasien cepat sadar " jawab dokter
"berikan perawatan yang terbaik untuk pak Ahmad dok , berapa pun uang yang harus di keluarkan " pinta ibu fatim
" pihak rumah sakit akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien, baik saya permisi dulu " ucap dokter sambil pergi keluar ruangan
"kamu yang sabar yah Sinta , ayah kamu pasti sembuh " ucap ibu fatim menyemangati Sinta
"iya Tan " ucap Sinta sedih
__ADS_1
setelah beberapa menit di ruangan bersama Sinta ibu fatim permisi untuk pulang
"Tante pulang dulu ya Sint , kaki Tante suka sakit " izin ibu fatim karena memang sudah tidak muda lagi
"iya Tan biyar Sinta sama Rara ajah " ucap Sinta tegar
" pak Tono, bisa ikut saya ada yang perlu saya bicarakan " tanya ibu fatim
" baik Bu " ucap pak Tono setuju
"kamu baik baik ya di sini Sint Tante pulang dulu" ucap ibu fatim dengan mengelus rambut Sinta dan mencium rambut Sinta
" iya tant ati- ati di jalan ya" pesan Sinta
",yu , assalamualaikum " balas ibu fatim
Di dalam ruangan hanya ada Sinta dan Rara
"Sint gue hubungi Mama gue Dulu ya, kasih tau kalau gue sedang di rumah sakit nemenin Lo "
"iya Ra " jawab Sinta
setelah menghubungi keluarga Nya , Rara meminta izin untuk membeli beberapa makanan di kantin rumah sakit
"Sint Lo gak papa kan gue tinggal sebentar" tanya Rara di depan pintu
"iya Ra " izin Sinta
__ADS_1
Sinta pun membeli beberapa makanan untuk nya dengan Sinta
sore hari Reza pulang dari kantor nya merebahkan tubuh nya di atas ranjang kamar nya.
"huft capek juga nie hari " ucap Reza sambil melepaskan kemeja nya dan berganti dengan kaos agar lebih santai
handphone Reza kemudian berbunyi
"siapa ya yang nelpon " ucap Reza dengan melihat layar handphone
" Mama ... " ucap Reza sambil tersenyum
"hallo assalamualaikum mah " ucap Reza
" waalaikumsalam , Reza bisa nggak kamu kesini sekarang "
"Iyah mah Reza mau langsung ke rumah mama" ucap Reza nurut
di rumahnya ibu fatim sudah ada Dita dan keluarga nya juga Wati dengan suaminya yang membawa beberapa pakaian karena mereka akan menginap di rumah ibu fatim
"assalamualaikum " ucap Reza yang masuk ke ruang tengah
" waalaikumsalam " ucap ibu fatim
saat kedatangan Reza ruangan berubah menjadi dingin , Dita ,Wati dan Izul enggan berbicara hanya ibu fatim yang mau berbuat dengan Reza.
" arka ... " panggil Reza agar suasana tidak menjadi kaku
__ADS_1
tapi arka pergi berlalu seakan mengerti dengan hubungan orang tua nya dengan Reza yang berubah