
Pagi ini Reza sangat bersemangat sekali berangkat kerja, dia sudah pergi ke kantor sebelum sarapan. sebelum Izul dan Rara juga ibu fatim berada di meja makan, Reza sudah menghilang menyusuri keramaian jalanan ibukota berjibaku dengan kemacetan. bunyi perut yang kelaparan tak menghentikan lajunya menerobos mobil yang saling berpacu, kepenatan hari- hari yang ia jalani tak membuat nya mengeluh atau berhenti bergerak.
Pikiran nya selalu berkecamuk tentang semangat hidupnya yang mulai kendor, tetapi malaikat masih menemani raga nya, sehingga nasihat-nasihat baik masih muncul di kepalanya.
Reza telah sampai di kantor nya, ia langkah kan kaki nya memasuki ruang perkantoran.
"au "suara terdengar dari seorang gadis di sebelah Reza.
"kenapa" tanya Reza pada seorang gadis yang di sebelah nya.
"Anda, telah menambrak ku, dan anda masih bertanya kepada ku Kenapa? apakah anda berjalan sambil melamun" Tanya gadis itu, yang masih sangat muda.
"hei, kamu bocah kecil. apakah kamu karyawan baru di sini?" Reza terheran dengan gaya bicara gadis yang tidak sengaja ia tabrak itu.
" memang nya kenapa, apakah ada bedanya karyawan baru dengan karyawan lama" gadis itu mulai berdebat.
" kalau bicara kepada yang lebih tua harus sopan, mengerti" Reza yang kesal dengan tingkah gadis itu akhirnya menasihati nya.
" hei... om. harusnya om itu meminta maaf kepada ku karena telah menabrak ku, bukan malah menasihati ku"
Reza terheran dengan cara bicara gadis itu, tetapi saat dia mendengar kata om, hati nya berkecamuk dan lebih memilih meninggalkan gadis itu.
__ADS_1
" hei om. jangan pergi dulu sebelum anda meminta maaf" gadis itu berteriak tetapi tidak di hiraukan oleh Reza yang masuk ke dalam kantor nya.
"kamu kenapa Manda" tanya tia seorang office boy yang telah lama bekerja di kantor the sultan grup.
"itu , tadi ada seorang om- om yang jalan tidak hati -hati sampai menabrak ku" terang Manda menceritakan kronologi kejadian yang baru di alami nya.
" kamu ini, baru saja masuk kerja sudah bikin masalah. hati -hati lah kamu ini belum mengenal siapa pun, jadi bersikap baik lah " Tia menasihati.
"aku yang di tabrak malah aku yang di nasihati. harus nya kamu berbicara seperti itu pada Om- Om tadi" Manda kekeh.
" sudah lah, mari aku tunjukkan tempat kerja mu" Tia berjalan kearah sebuah pantri.
"ini tempatnya, jika ada yang ingin di buat kan kopi atau teh , kamu bisa kan cara menyalakan kompor nya" Tia mengajari Manda.
" sudah jangan banyak bicara, cepat antar kan ini " Tia menyodorkan kopi di atas nampan. " keruangan pak Reza, ruangan nya sebelah kiri dari sini ciri ruangan nya paling besar dari ruangan yang lain. " terang Tia
" iya... iya.. aku juga pasti akan mengantarkan nya. kenapa sampai ngomel-ngomel segala." Manda berbicara sambil berjalan menuju ruangan Reza.
Di dalam kantor, Reza sedang menatapi dirinya di dalam cermin. " apa aku sudah setua itu ya, sehingga aku di sebut om " Reza mengerutui dirinya sambil merapikan rambutnya dan memegang wajah nya. " seperti nya aku harus memanjakan wajah ku, pergi ke salon untuk mencukur rambut dan merawat wajah ku , apa salahnya "
terdengar suara ketukan pintu, " masuk " ucap Reza seketika.
__ADS_1
"ini kopi nya tuan " Manda masuk kedalam kantor Reza, mata nya melotot terkaget dengan pria yang di depan nya.
mati aku, ini om yang tadi menabrak ku"
Reza merubah berdiri nya kini menghadap ke sumber suara, saat di lihat nya seorang OB yang sedang mengantarkan kopi. " letakkan saja di atas meja" Reza memerintah dan duduk di kursi kerja nya.
Manda meletakkan kopi itu dengan gugup bercampur malu. berjalan dengan cepat meninggalkan ruangan Reza.
" aah, mati aku, kenapa om itu ada di ruangan itu, atau jangan-jangan dia adalah bos kuh, mau ku letakkan di mana muka ku . argh.. " Manda berbicara sendiri.
" kamu kenapa" tanya Tia yang muncul tiba-tiba di depan Manda.
" Tia, bantu aku " jawab Manda
" memang kenapa" penasaran dengan sikap aneh sahabatnya itu yang tidak berhenti menggerakkan tubuhnya.
" tadi saat aku mengantar kan kopi keruangan yang kamu tunjukkan tadi, aku lihat orang yang menabrak ku sedang di ruangan itu" terang Manda bercerita dengan wajah yang menyesal.
" gila kamu, itu pak Reza owner the Sultan grup. tadi kamu juga sempat memarahi nya juga" Tia ikut gugup mendengar cerita sahabat nya itu.
" benarkah, bagaimana ini" Manda semakin gelisah.
__ADS_1
"Manda, kamu itu benar-benar keterlaluan, aku tidak mau ikut terseret dalam masalah mu" Tia pergi meninggalkan Manda.
"Tia , tolooong" Manda meneriaki Tia yang sudah tak terlihat.