
Rombongan keluarga ibu fatim sangat puas menjalani liburan bersama nya di Singapore, tak terasa mereka pun harus balik lagi ke Jakarta. mereka pun sudah bersiap di bandara, masing - masing dari mereka membawa banyak barang belanjaan. saat di Singapore di manfaatkan membeli barang-barang khas Singapore.
saat itu mereka sedang menunggu bi Ijah keluar dari toilet. mereka menunggu kedatangan bi ijah sangat lama.
"Izul coba cek bi ijah di toilet, kenapa sampai lama begini. bisa- bisa kita mengundur jam keberangkatan pesawat kita" suruh Reza pada izul yang saat itu sedang asyik menjaili Rara.
"baiklah kak" izul pergi kearah toliet wanita dan mencari keberadaan bi Ijah. di tengoklah semua ruang toilet yang pintunya terbuka satu persatu oleh izul. tetapi tidak mendapati keberadaan bi Ijah. Izul pun kembali ke tempat keluarga nya berkumpul sambil mata nya di belalakan sepanjang perjalanan menuju ke tempat keluarga nya berkumpul, tapi masih belum mendapati keberadaan bi ijah.
" mah , bi Ijah tidak ada di toilet mah" terang izul saat baru sampai.
" lalu kemana" ibu fatim terlihat sangat khawatir.
" baik lah kita berpencar mencari nya" usul Reza. seketika itu semua nya meninggalkan tempat mereka semula berpencar mencari bi Ijah. ibu fatim masih di tempat nya semula menjaga tas, dan barang belanjaan mereka.
beberapa menit sudah berlalu, mereka berkumpul di tempat semula tetapi tidak menemukan bi Ijah, tetapi hanya Reza yang masih belum kembali saat mencari bi ijah.
" Reza belum kembali mah " tanya dita yang baru datang.
" belum" jawab ibu fatim singkat.
mereka pun menunggu dengan gelisah kedatangan Reza, berharap Reza dapat menemukan bi Ijah.
__ADS_1
setelah setengah jam, Reza datang dengan menggandeng tangan bi Ijah. Izul yang menyaksikan pemandangan itu menahan tawa nya.
" apa yang lucu" tanya Reza dengan marah, merasa izul sedang menertawai nya, Reza pun menghempaskan tangan bi Ijah.
sialan, seperti nya Izul menertawakan ku karena menggandeng tangan bi Ijah. Reza mengumpat
" tidak, siap juga yang menertawakan mu " jawab izul terkekeh. dengan menutup mulutnya dengan tangan nya, menahan tawa.
"bibi, kenapa bibi sampai bisa hilang" Tanya Rara khawatir dengan bi Ijah.
" bibi tadi tersesat non, saat mau kembali dari toilet bi ijah lupa jalan kembali, karena begitu banyak jalan, jadi bibi bingung" terang bi Ijah.
setelah bi Ijah di temukan, mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali ke Jakarta. lelah bercampur senang mereka rasakan. mereka pun beristirahat di rumah nya masing-masing.
sepulang nya liburan di Singapore, Reza berubah menjadi orang yang sangat tertutup.
jika berbicara hanya seperlunya saja di kantor maupun di rumahnya. saat weekend Reza lebih suka menghabiskan nya di rumah saja.
ibu fatim prihatin dengan keadaan Reza, sekarang usia Reza sudah kepala empat jangan kan mengharapkan memiliki momongan, bahkan pasangan hidup saja tidak ia miliki. Reza kini minder jika berdekatan dengan seorang wanita.
sebenarnya ibu fatim sudah pernah mencoba memperkenalkan anak dari teman nya, tetapi Reza selalu menolak, jika ia mencoba berhubungan pun tidak bertahan lama, apa yang terjadi pada Reza tidak ada yang mengetahui nya Reza kini sikapnya berubah.
__ADS_1
Izul tidak mengumbar kemesraan nya dengan Rara di depan Reza. karena Izul menjaga perasaan nya Reza, izul berfikir takut jika dia bermesraan dengan Rara di rumah dan di saksikan oleh Reza. hati Reza semakin galau.
ibu fatim memiliki rencana. ia kumpulkan anak-anak nya kecuali Reza di rumah Dita. mendiskusikan tentang nasib Reza. ibu fatim tidak ingin Reza terus sendiri hingga tua. ia ingin sebelum akhir hidupnya dapat menyaksikan ada seseorang yang menyayangi Reza dengan tulus.
" aku ada ide mah" suara izul tiba-tiba muncul saat Dita dan Wati sedang berfikir.
" ide kamu apa Izul" ibu fatim penasaran.
" membuat sayembara untuk mendapatkan wanita yang bisa mencintai kak Reza mah " jawab izul.
" maksud kamu seperti ajang pencarian bakat?? " ucap Wati terheran
" betul sekali kak" ucap izul.
" Hem, seperti nya ide itu tidak terlalu buruk" Dita menyetujui.
" bagaimana mah" tanya izul.
"Mama setuju saja, apa Reza tidak akan marah"
" kita coba saja mah" Wati mendukung.
__ADS_1
"baik lah , semua urusan ini, Mama serahkan kepada izul ".
setelah pembicaraan mengenai Reza selesai keluarga ibu fatim pun kembali ke rumah nya.