Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 83. pergi ke dokter


__ADS_3

pagi hari, setelah Reza dan Sinta selesai mandi, Reza mengajak Sinta untuk sarapan bersama, di atas meja makan pun sudah tersaji nasi goreng yang di buat bi Susi.


Reza dan Sinta pun memakan nasi goreng nya. " mas , aaa " ucap Sinta menyodorkan sesendok nasi goreng ke arah mulut Reza.


Reza pun memakan nya. mereka pun akhirnya saling menyuapi satu sama lain. setelah selesai sarapan Reza mengajak Sinta ke dokter untuk mengontrol kan kaki nya.


mereka pun sampai di rumah sakit dan mendaftar, setelah lama menunggu akhirnya nama sinta pun di panggil, Reza ikut masuk ke dalam ruangan pemeriksaan dokter. perawat mengecek tensi dan tekanan darah Sinta, Sinta kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien, dokter memeriksa keadaan kaki Sinta. dokter memukul kaki Sinta dengan pelan " tok.. tok.. apakah sakit" Tanya seorang dokter ahli saraf itu.


" tidak dok," jawab Sinta.


dokter pun memberi kaki Sinta beberapa alat medis sebuah alat kejut di kaki Sinta kemudian berlanjut memberikan sinar x di kaki Sinta.


" apakah terasa panas" Tanya seorang perawat yang sedang mengontrol alat panas berupa infrared di kaki Sinta.


" panas nya sedang sust... " jawab Sinta. perawat membiarkan beberapa menit panas itu memenuhi kaki Sinta.


" bagaimana keadaan kaki istri saya dok" tanya Reza yang sedari tadi menyaksikan dokter mengecek keadaan kaki istri nya itu.

__ADS_1


" belum ada perubahan, tetapi terus lah berdoa semoga kaki Bu Sinta cepat bisa berjalan" jawab dokter ahli saraf itu.


" apa kemungkinan bisa berjalan nya sangat besar dok " Tanya Reza lagi.


" semua nya tidak ada yang tidak mungkin pak, asal kan ibu rutin berobat, insyaallah semoga bisa sembuh, banyak pengalaman orang-orang yang lumpuh setelah melakukan terapi akhirnya mereka bisa berjalan kembali" ucap dokter dengan panjang lebar.


" benarkah dok" Reza seakan tidak percaya yang baru ia dengar itu.


" tentu saja pak " ucap dokter kembali. membuat Reza semakin senang.


" boleh, kita juga tidak memiliki stok belanjaan di rumah" jawab Sinta setuju.


Reza memasukkan mobil nya ke sebuah gedung menaiki beberapa lantai dan memarkirkan nya. Reza mendorong kursi roda Sinta masuk ke dalam mall. beberapa pengunjung menatapi Sinta dengan terheran. Sinta tidak menghiraukan tatapan mata para pengunjung. Reza dan Sinta sudah berada di dalam pusat perbelanjaan dan memilih beberapa belanjaan setelah trolly penuh dengan barang belanjaan Reza membayar nya di kasir, Sinta sudah terlebih dahulu berada di depan kasir menunggu Reza.


setelah selesai membayar, Reza masih menggunakan trolly untuk membawa belanjaan nya masuk ke dalam mobil. kini Reza dan Sinta pun dalam perjalanan pulang. Reza telah sampai setelah lama menyetir akhirnya Reza sudah berada di depan rumah nya.


" pak Udin ... bi Susi " teriak Reza dengan kencang. bi Susi dan pak Udin pun datang dari arah berlawanan membuat tubuh pak Udin menabrak tubuh bi Susi.

__ADS_1


Reza dan Sinta pun tertawa menyaksikan itu, " hati -hati pak Udin" ucap Reza.


" pak Udin itu bagaimana? masa tubuh saya yang segini besarnya tidak terlihat" ucap bi Susi seperti kesal dengan pak Udin.


" maaf bi tidak sengaja" jawab pak Udin.


akhirnya mereka pun membawa belanjaan yang ada di dalam mobil itu yang sangat banyak.


" bi Susi tolong masakan sayur SOP ayam buat kami ya" pinta Sinta.


" baik non" jawab bi Susi. bi Susi pun dengan segera memasak, setelah selesai memasak bi Susi menyajikan nya di atas meja makan.


" non, sudah matang non" teriak bi Susi.


Sinta sedang asyik membaca novel di atas ranjang sementara Reza sedang tertidur di samping Sinta. Sinta pun mengajak Reza makan.


" mas, apakah kamu mau makan" tawar Sinta berusaha membangun kan Reza tetapi sepertinya Reza sangat nyenyak tidur. kemudian Sinta membiarkan Reza tertidur dan Sinta melanjutkan kembali membaca novel.

__ADS_1


__ADS_2