
saat di kantor Reza terus bolak balik ke dalam toilet tubuhnya merasa lemas kehilangan cairan.
sementara di kediaman ibu fatim, Rara dan izul datang dari acara bulan madu mereka. Sinta menyambut kedatangan sahabat terbaik nya itu .
" Rara " Sinta memeluk dan menciumi pipi Rara.
" bagaimana , bulan madu nya berhasil " tanya Sinta lagi.
Rara pun tersipu malu entah jawaban apa yang ingin ia ucapkan.
" berhasil dong tiap malam habis beberapa ronde " samber izul dari belakang. Rara mencubit pinggul Izul gemes.
" wah ... wah .. " Sinta tertawa lebar.
" apaan sih " ucap Rara malu.
"Mama manah " tanya Rara mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Mama sedang di kamar, tadi katanya kurang fit jadi pengen tiduran sebentar " jawab Sinta
" mamah sakit ? " Rara Heran langsung pergi ke arah kamar ibu fatim menengok keadaan Nya.
" mah " Rara duduk memegang tangan ibu fatim.
" Rara, kamu sudah kembali nak " ibu fatim membuka matanya.
" Udah mah, mamah sakit. kita kedokter saja yuk "ajak Rara.
" Mama gak apa-apa kok, ini juga udah baikan" ibu fatim Bangun dari tidur nya kakinya di pijakkan nya ke lantai.
" bi , Sinta bantuin yah " Sinta memegang sayuran beberapa menu yang akan di masak Nya hari ini .
setelah kedatangan izul dan Rara ibu fatim mengumpulkan anak nya untuk makan malam bersama, di telfon Nya Dita dan Wati untuk datang. sementara Reza yang masih di kantor mendadak sudah berada di depan rumah Nya ibu fatim.
" jam segini kok sudah pulang kak " izul yang merasa heran Reza yang pulang bukan pada jam kantor biasanya.
__ADS_1
"aduh gila, perut Kaka dari tadi mules" Reza menerangkan Nya dengan memegang perutnya sebelum obrolan Nya dengan izul selesai ia sudah berlari masuk ke dalam kamar Nya mencari toilet.
Izul meng geleng-geleng kan kepalanya, merasa heran dengan kakak nya lalu meneruskan acara menonton televisi Nya.
Sinta menyiapkan makanan di meja makan dia menatanya bersama bi ijah , meja makan berukuran besar pun penuh dengan berbagai menu makanan. keluarga Dita dan Wati pun akhirnya datang, saat Wati datang semua mata tertuju padanya karena ada seseorang yang asing yang ia bawa, yang sebelumnya belum pernah ia perkenalkan.
" siapa kak " izul bertanya dengan mata yang di arahkan kepada laki- laki asing mungkin seumuran dengan Reza memiliki tubuh yang tinggi dan badan yang besar. perawakan nya seperti bule -bule blesteran.
" oh ini Frans, adik nya mas Budi " . frans ini berbeda dengan mas Budi, Wati menyentuh tubuh Budi suaminya sambil menerangkan kembali " karena papa Frans orang Jerman. mereka satu ibu beda ayah . Frans lagi berada di Jakarta jadi Kaka ajak saja kesini biyar tambah rame." Wati menerangkan Nya kepada izul tapi semua orang di dalam ruangan itu mendengar dan memperhatikan ucap Wati.
" selamat datang bro " Izul menyambut Frans dengan jabatan tangan. diikuti semua orang yang di ruangan. setelah acara perkenalan Nya dengan Frans juga setelah mengobrol panjang lebar, keluarga ibu fatim pun duduk di meja makan yang telah di siapkan sebelumnya.
"Reza mana ? dari tadi Mama belum melihat Nya " ucap ibu fatim membuat semua orang yang sedang duduk mencari keberadaan Reza.
" oh,.... itu tadi Kaka lagi bermasalah dengan perutnya, katanya dia mengalami diare semenjak berada di kantor " izul menjelaskan Nya dan membuat semua orang melanjutkan kembali makan Nya.
" baik lah , nanti setelah makan mama mau melihat keadaan Nya " ucap ibu fatim.
__ADS_1
Sinta yang mendengar keterangan izul, merasa sedikit bersalah terhadap keadaan Reza sekarang. ia sama sekali tidak menyadari keberadaan Reza. karena sejak tadi Sinta sedang sibuk membantu bi Ijah .