
seminggu setelah kejadian itu, peristiwa di mana Reza mengungkapkan kesedihan nya pada Sinta. di mana mereka berdua sama- sama berdoa agar Tuhan menitipkan karunia nya pada mereka berdua.
mentari telah terbit mengintip di sela- sela jendela kamar Reza yang terbangun tangan nya meraba di samping tubuhnya tapi tangan nya tak menemukan seseorang yang selalu menemani tidur.
" Sinta pasti sedang dapur, padahal aku sudah menyuruh nya untuk menyerahkan tugas itu pada bi Susi saja, sehingga dia tidak usah repot-repot" ucap Reza keluar dari kamar nya mengenakan celana boxer dan kaos oblong.
hampir semua ruangan di susuri nya tapi Reza tidak menemukan sinta" kemana dia " Reza tak berhenti mencari nya.
" sayang " teriakan Reza sampai terdengar oleh pak Udin dan bi Susi.
" tuan, nyonya sedang di taman belakang" bi Susi memberi tahu Reza.
setelah di beri tahu oleh Bi Susi Reza pun melangkah kan kakinya keluar dari rumah menuju taman yang ada di belakang. Reza pun dapat melihat dari kejauhan Sinta sedang memotong tangkai.
setelah jarak nya begitu dekat, Reza memeluknya dari belakang. aroma wangi rambut Sinta dapat Reza rasakan sehingga Reza menarik nafas nya menikmati aroma itu.
" kamu pakai shampoo apa? baunya sangat harum sekali " bisik Reza di telinga Sinta.
" mas, kamu sudah bangun " Sinta membalasi sentuhan di pundak Reza.
" kamu sedang apa? biarkan bi Susi saja yang mengurus nya " Reza menarik dengan pelan tubuh Sinta dan membalikkan nya menghadap pada nya.
__ADS_1
" kamu tidak kerja mas " Tanya Sinta melupakan ucapan dari Reza.
" tidak, aku akan cuti biarkan saja izul yang mengurus nya, bila perlu aku akan menyuruh izul untuk mencari seorang pengganti sementara aku cuti " jawab Reza.
" kenapa tidak menyuruh Anwar saja mas, dia kan sudah sangat bisa di andalkan" saran Sinta
" itu ide yang sangat bagus " balas Reza meletakkan tangannya di pundak Sinta mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah. Sinta membersihkan tangan nya dan menyiapkan sarapan untuk Reza.
" mas, kamu mau sarapan atau mau mandi dulu " tawar Sinta.
" aku akan mandi dulu setelah itu baru sarapan setelah sarapan, apakah kamu mau ikut dengan ku ?"
" kemana mas " tanya Sinta dengan begitu tidak sabaran ingin segera mendapatkan jawaban dari Reza.
Reza pun telah selesai mandi ia menghampiri Sinta yang sedang duduk di kursi meja makan sambil menonton TV. saat di lihat nya Reza datang Sinta dengan sigap mengambil kan makanan kedalam piring Reza. mereka berdua pun menyantap makanan nya dengan lahap.
dengan cepat Reza mengajak Sinta masuk ke dalam mobil setelah selesai sarapan. " kita mau kemana mas," tanya Sinta yang begitu penasaran karena sedari tadi Reza tidak mau memberi tahu hendak pergi kemana.
Reza pun tetap fokus menyetir. " kita akan ke rumah sakit, karena kemarin aku telah memeriksa kan kondisi ku pada dokter, dan sekarang aku akan mengambil hasil nya. " jawab nya dengan tatapan ke depan.
" semoga hasil nya bagus ya mas " Sinta menyenderkan tubuhnya di bahu Reza. Reza pun mengelus rambut Sinta merasa gemas dengan sinta yang akhir -akhir ini begitu manja terhadap nya.
__ADS_1
mereka pun sampai di sebuah rumah sakit, sinta menemani Reza menyusuri setiap lorong rumah sakit. langkah mereka terhenti di depan pintu yang tertera nama dokter Rudiyanto. sp. OG.
tok tok tok.
Reza mengetuk pintu, seorang perawat pun membuka kan pintu nya dan mempersilahkan Reza dan Sinta masuk yang sebelumnya telah membuat janji dengan dokter.
" silahkan duduk pak, bu. " ucap dokter yang memegang catatan di tangan nya.
dokter pun menyerahkan secerca kertas putih yang masih terbungkus amplop, Reza membuka nya dengan hati - hati, Reza dan Sinta pun menjadi gugup dengan jawaban yang akan mereka ketahui.
Reza pun membuka nya, tertulis di dalam nya bahwa memang Reza belum mengalami penyembuhan seperti yang di harapkan Reza dan Sinta.
Reza menatap dokter seolah meminta penjelasan. tidak banyak dokter jelaskan, ia hanya mengeluarkan kata-kata penyemangat kepada kedua pasangan yang ada di hadapannya itu. Sinta menggandeng tangan Reza keluar dari rumah sakit, langkah Reza seakan begitu malas untuk melangkah seperti sudah kehilangan semangat nya.
" mas, kata nya kita akan mencari dokter terbaik di luar negeri mas, jadi kamu tidak usah bersedih. Allah pasti akan menolong hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa. " ucap Sinta agar Reza tidak menyerah dan patah semangat. Reza pun mengendar mobil nya. tidak ada ucapan yang keluar dari mulut Reza saat di dalam mobil. Sinta pun membiarkan tidak ingin mengganggu.
"mas, aku mau ke situ," Sinta menunjukkan pusat perbelanjaan. Reza pun menghentikan mobilnya dengan mendadak. kemudian berbelok dan masuk kedalam parkiran mall.
Reza dan Sinta pun telah masuk kedalam. " mas, aku ingin nonton bioskop mas. " Sinta yang dari tadi cerewet di hadapan Reza.
Reza pun menuruti keinginan Sinta, ia memesan tiket dan mengantri , setelah mendapatkan tiket nya, Reza menghampiri Sinta menyerahkan tiket di tangannya. Reza mendapatkan tiket nya . ia mengajak Sinta menunggu di sebuah cafe sambil jam tayang nya keluar.
__ADS_1
setelah jam tayang nya terdengar di pengumuman Reza dan Sinta masuk ke dalam. ternyata film yang di pilih Reza film bergenre romantis. Reza dan Sinta pun mendapatkan nomor yang paling belakang membuat Sinta bisa dengan begitu leluasa bermesraan dengan Reza. karena film yang mereka tonton acap kali mempertontonkan adegan romantis.