Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 98. pertama ke rumah sakit.


__ADS_3

pagi hari di kota Tokyo sangat dingin berhubungan Reza dan Sinta datang ke Jepang saat musim dingin tiba. " sayang pakai ini " Reza meletakkan syal di liher Sinta dan memakai kan jaket yang tebal juga sarung tangan.


" mas, aku bisa sendiri. kenapa mas meski repot-repot memakai kan ku segala " tolak Sinta. tetapi gerakan tangan Reza membuat Sinta tak bisa menghindar, dia hanya bisa pasrah dengan perlakuan Reza.


" tidak apa-apa sayang, hari ini kita akan ke rumah sakit, dan udara di luar sangat dingin . aku tidak mau sepulang nya dari Jepang kamu bisa jatuh sakit" Tutur Reza.


" iya mas, tapi aku bisa sendiri" Sinta masih berusaha menolak.


" sudah lah, kamu menurut saja. kamu adalah ratu ku, jadi tidak boleh membantah ." ucap Reza sambil menghujami pucuk rambut Sinta dengan ciuman. Sinta pun merasa sangat di cintai, kemudian membalas memeluk tubuh Reza. rambut Sinta berantakan karena di acak-acak Reza merasa gemas.


" semua sudah siap, ayo kita keluar menunggu Akbar di lobi hotel saja " ajak Reza yang masih memeluk Sinta mengajak nya berjalan keluar dari kamar hotel. mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan Reza berada di pundak Sinta. udara yang dingin kini sedikit terasa lebih hangat.


Reza dan Sinta berdiri menunggu Akbar setelah beberapa menit Akbar pun datang berjalan menaiki tangga lobi hotel Mandarin oriental.


" maaf ya pak Reza, sedikit telat karena tadi bangun nya kesiangan " Tutur Akbar.


" tidak apa-apa, mari kita segera berangkat " ajak Reza yang sudah tidak sabaran ingin segera menemui dokter agatsi Kimura dokter ahli kandungan di Jepang yang sebelumnya Reza sudah melakukan janji terlebih dahulu.


dalam beberapa menit mereka sampai di rumah sakit st Luke rumah sakit terlihat begitu ramai para pasien yang duduk di ruang tunggu, menunggu nama mereka di panggil.


Akbar, Sinta, dan Reza duduk berdekatan sesekali Reza mengajak Akbar mengobrol, bertanya tentang bagaimana aktivitas kuliah nya di Jepang.


hampir setengah jam mereka menunggu akhirnya nama Reza di panggil. Akbar ikut masuk ke dalam, untuk menerjemahkan apa yang di bicarakan dokter. Sinta juga ikut menemani untuk mengetahui keadaan Reza.


beberapa perawat langsung memeriksa kondisi tubuh Reza setelah Akbar berbincang terlebih dahulu dengan dokter. setelah Reza melakukan pemeriksaan pertama kini Reza melakukan beberapa tes yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. setelah selesai Reza, Sinta dan Akbar keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


Reza akan menunggu hasil dari rumah sakit, Reza mengajak Sinta dan Akbar makan di sebuah restoran terdekat dari tempat mereka berdiri, mereka duduk di sambil menunggu para waiters membawakan makanan yang mereka pesan . mereka sangat menikmati makanan khas Jepang memang Reza juga sangat memfavoritkan makanan negri sakura itu. setelah menyantap makanan, Akbar izin pamit karena setelah itu ia ada jadwal kuliah hari ini.


Akbar pun telah menghilang dari hadapan Reza dan Sinta, kali ini Sinta meminta jalan - jalan ke sebuah pusat perbelanjaan di kota Tokyo, " mas itu mall nya sudah terlihat" ucap Sinta sambil menunjuk ke sebuah gedung berjejer menjulang di depan nya.


" ayo kita masuk " ajak Reza dengan menggandeng tangan Sinta.


Sinta menuju ke sebuah tempat yang menjual segala macam keperluan rumah tangga dan berbagai makanan, di lihat nya sebuah tempat yang menjual berbagai macam obat - obatan tradisional khas Jepang. Sinta mengamati nya satu persatu - satu. Sinta tidak begitu mengerti akan fungsi obat itu karena memang menggunakan bahasa Jepang, sehingga dia sedikit kebingungan Sinta berusaha mencari Reza yang awalnya berada di belakang nya tetapi saat Sinta menoleh Reza tidak ada di samping nya.


" kemana mas Reza" ucap Sinta dengan bingung tanpa Sinta sadari di samping nya ada seseorang yang sedang memperhatikan nya, " orang Indonesia ya" ucap wanita yang di samping Sinta karena dia mendengar Sinta berbicara bahasa Indonesia


" betul, kamu pasti juga orang Indonesia, " ucap Sinta yang melihat dari perawakan nya sekitar berusia 30 Tahun.


" betul Bu , apa ada yang bisa saya bantu" tawar wanita yang baru di kenal sinta itu.


" perkenalkan nama saya Sinta" ucap Sinta dengan menyodorkan tangannya.


" ada apa Bu" tanya anggun


"ini obat apa " Sinta mengambil obat herbal yang terletak di rak .


" oh ini obat kesuburan yang di racik secara tradisional oleh warga Jepang Bu " terang anggun.


" benarkah " ucap Sinta. kemudian memasukkan obat itu kedalam keranjang nya.


" ibu bersama siapa " tanya anggun.

__ADS_1


" tadi saya bersama suami saya, tapi sekarang saya tidak tahu dia ada di mana " tutur Sinta.


coba di hubungi saja Bu, kota Tokyo itu sangat ramai, aku takut ibu menjadi bingung dan tersesat. sebelum ibu bertemu dengan suami ibu, aku akan menemani ibu " tawar anggun.


" terimakasih ya anggun." ucap Sinta dengan mengambil handphone di tas nya dan mencoba menghubungi nomer Reza.


tuuut .. tuuuut..


suara handphone Sinta berbunyi.


Sinta " hallo "


Reza " kamu di mana Sint "


Sinta " aku masih di tobu departemen store mas "


Reza " baiklah, kamu jangan kemana - mana aku akan kesana.


Sinta " baik mas "


" bagaimana Bu ?" tanya anggun.


" suami ku akan kesini " jawab Sinta.


" syukur kalau begitu Bu " ucap anggun.

__ADS_1


mereka pun melanjutkan obrolan mereka sambil menunggu Reza datang.


__ADS_2