
setelah selesai membantu bi ijah memasak Sinta menaiki tangga hendak masuk ke kamar nya , Sinta berjalan dengan pelan sambil mengamati segala sesuatu yang ada di atas, ia memandagi jejeran kamar kosong bekas anak-anak ibu fatim, Lalu ia masuk kedalam salah satu kamar , Sinta melihat beberapa foto masa kecil anak -anak ibu fatim saat foto bersama, lalu ada sebuah tumpukan buku-buku yang membuat Sinta makin penasaran saat hendak membuka nya suara sahutan dari depan kamar terdengar.
"Sinta kamu sedang apa ? , kita makan siang yuk laper nie " ucap Rara yang mengagetkan Sinta
tanpa ada jawaban suara dari Sinta , Sinta berjalan ke arah Rara mengiyakan ajakannya.
"padahal lagi penasaran sama buku itu " gumam Sinta dalam hati
****************
di kantor izul di suguhi tumpukan berkas- berkas di atas meja kantor Nya akibat beberapa ini dia libur , izul dengan semangat menyelesaikan pekerjaan Nya sambil membayangkan wajah Rara yang menunggu di rumah nya
"padahal baru saja ketemu, tapi kok sudah kangen lagi ya " ucap izul
"kayaknya aku harus cepat -cepat melamar Rara ni sebelum hal yang tidak di inginkan terjadi " gumam nya dalam hati sambil tersenyum nakal
Dea masuk ke ruang kerja izul, Dea nyelonong masuk karena sedari tadi Izul tidak menyahut,
Dea menyaksikan bos nya tersenyum sendiri.
"siang pak " ucap Dea agar izul tahu keberadaan nya tapi izul masih pada hayalan nya, karena bos nya belum juga mendengar suara Dea kali ini Dea memanggil lebih kencang lagi
__ADS_1
"bapak , bapak , hallo " sambil melambaikan tangan di depan mata Izul.
Izul pun tersadar dengan keberadaan Dea lalu izul langsung pura -pura menyelesaikan berkas di tangan nya.
"ada apa Dea " tanya izul pura -pura tidak terjadi apa pun
"ini pak , saya mau memberikan data -data investor yang baru gabung dengan perusahaan kita" ucap Dea sambil meletakkan laporan itu di atas meja Izul
"baiklah terimakasih, kamu boleh pergi sekarang.
***********************
di rumahnya Reza, Dita datang bersama arka .
"cucu omma yang ganteng" balas ibu fatim sambil mencium kedua pipi arka karena kangen
"za, bagaimana keadaan kamu,apa sudah lebih baik " tanya Dita
"iya, kak sudah lebih baik " jawab singkat Reza, kini Reza tidak seperti dulu yang suka bercanda dengan saudara -saudara nya.
"mah , kapan- kapan keluarga kita adakan jalan -jalan ke Singapore agar kenangan dahulu yang sedih , dapat berganti dengan gelak tawa bahagia." ucap Dita
__ADS_1
"boleh ta, nanti kita atur waktu agar semuanya bisa ikut" balas ibu fatim.
"za, kamu ikut kan " tanya Dita
"iya dong, Reza pasti ikut , iya kan za" ucap ibu fatim mendahului Reza
"iya Reza ikut kok ka " jawab Reza.
"horeee ... jalan- jalan " ucap sorak Sorai arka yang dari tadi mendengar kan obrolan mereka
"mah, kita pulang sekarang yah, ini udah sore " ajak ibu fatim
tanpa perlu aba- aba lagi ibu fatim melangkah kan kakinya sambil tangannya menggandeng tangan arka pergi mengikuti arah Dita masuk ke dalam mobil.
saat mobil sudah di nyalakan kemudi Nya arka melambaikan tangan dari sela jendela mobil yang terbuka.
Reza pun membalas lambaian tangan arka sambil tersenyum.
Dita,ibu fatim dan arka telah sampai di rumahnya, arka langsung berlari ketika turun dari mobil menghampiri Rara yang sedang menyiapkan meja makan.
"Tante Rara" teriak arka mengagetkan Rara
__ADS_1
"Rara sayang, bagaimana kabar kamu nak " tanya ibu fatim yang baru masuk kedalam rumah nya, sambil memeluk tubuh Rara, ibu fatim merasa bahagia dengan keberadaan Rara terlebih lagi karena Rara adalah pacar izul.