Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 86. semalam ke mana


__ADS_3

di kediaman Reza. Sinta tengah menunggu kedatangan nya di depan pintu yang tak kunjung datang. ia mencoba menelfon Reza tetapi nomor nya tidak aktif. sudah tengah malam tetapi Reza masih belum juga datang.


" nona ini sudah sangat larut malam, pergi lah ke kamar untuk tidur karena tidak baik nona terus berada di sini " ucap pak Udin.


sebenarnya Sinta ingin menolaknya tetapi ia merasa sangat mengantuk sekali sehingga ia pergi masuk ke dalam kamar, Sinta terdiam di samping tempat tidur karena bingung siapa yang hendak memindahkan nya ke atas ranjang. Sinta berfikir untuk meminta tolong kepada bi Susi tetapi ini sudah sangat malam sekali sehingga Sinta takut mengganggu bi Susi karena harus membangunkan bi Susi dari tidur nya.


akhirnya Sinta nekat mencoba untuk menggerakkan kakinya, terasa sangat kaku , Sinta mengurungkan niatnya. kemudian berfikir apakah dia akan tidur di kursi roda.?. Sinta kemudian mencoba lagi untuk menggerakkan nya, Sinta melakukan pemanasan. ia menggoyangkan kaki nya terlebih dahulu agar tidak kaku. kemudian mencoba melangkah dengan berpegangan di kursi roda. Sinta kini berdiri. " kamu pasti bisa " ucap Sinta penuh semangat


Sinta bisa berdiri setelah mencoba nya kemudian dia belajar melangkah pada jarak yang terdekat lebih dulu, Sinta mengakat kaki nya menuju ke ranjang dan ternyata Sinta berhasil karena tidak terjatuh. Sinta sangat senang akhirnya Sinta berusaha untuk kembali lagi ke kursi roda dan ternyata kemudian dia berhasil kembali.


Sinta kini balik lagi ke ranjang dan berpegangan pada dipan kemudian berpindah merembeti tembok kamar nya. " mas aku bisa jalan mas" ucap Sinta dengan histeris. Sinta sangat senang sehingga ia ingin sekali memberi tahu Reza. saat Reza pulang nanti. " tunggu...., jam berapa ini, sehingga mas Reza belum juga kembali." ucap Sinta dengan cemas. Sinta kemudian tidur karena dia begitu mengantuk. di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul 01:30. Sinta perlahan-lahan menutup mata nya.


*********


Reza POV


setelah Reza mengantar Anin ke rumah sakit, Reza hendak mengantar kan Anin ke pulau rumah nya. " aku sekarang sudah pindah mas, bukan di rumah yang dulu " ucap Anin mengawali obrolan nya dengan Reza yang tengah berada di dalam mobil. Reza diam saja tidak menyauti ucap Anin. Anin kemudian mengatakan alamat rumah nya yang baru.


mobil Reza telah sampai di depan rumah Anin. di lihatnya rumah Anin yang cukup sederhana tidak seperti dahulu saat Reza masih menjadi suami nya, Anin memiliki rumah yang sangat megah. " kamu serius ini rumah kamu" Tanya Reza yang terheran dengan keadaan rumah Anin.


" iya mas ini memang rumah aku. aku kini bangkrut akibat ulah Thomas yang suka menghambur kan uang perusahaan." Anin mencoba bercerita keadaan nya sekarang.


tetapi Reza tidak begitu menanggapi cerita Anin seakan tidak peduli. " turun lah, ini sudah malam aku ingin segera pulang." ucap Reza.


" mampir dulu mas, biyar aku buatkan kopi supaya ketika kamu sedang menyetir, kamu tidak mengantuk." ucap Anin mencoba merayu Reza. Reza terdiam seakan bingung. tetapi tangan Anin terus menarik dan memaksa Reza untuk masuk ke dalam rumah nya.

__ADS_1


Reza pun akhirnya menuruti kemauan Anin. kini Reza sudah berada di dalam rumah Anin. " tunggu sebentar ya mas aku kebelakang untuk membuat kopi" pamit Anin saat Reza telah duduk di sofa rumah nya.


" minumlah mas" Anin menyodorkan kopi yang baru saja ia buat. Reza pun meminum nya. Anin tersenyum- senyum sendiri melihat Reza meminum kopi buatan nya.


Reza melihat -lihat isi rumah Anin. " kepala ku pusing " ucap Reza dengan memijat -mijat kepala nya. kemudian Reza tersungkur di atas sofa.


******************


Sinta POV.


Sinta terbangun ia meraba di samping nya tidak ada siapapun. " jam berapa ini, sampai- sampai mas Reza belum juga datang" gumam Sinta sambil melihat jam dinding di kamar nya. terlihat jam menunjukkan pukul 05:30 .


" mas kenapa kamu tidak pulang dan tidak menghubungi ku " ucap Sinta panik akan keadaan Reza. Sinta teringat bahwa sekarang sedikit demi sedikit ia telah bisa berjalan meskipun belum begitu lancar. " kenapa kamu belum pulang mas, padahal aku ingin sekali memberi tahu kabar gembira ini" ucap Sinta sedih.


setelah mandi, Sinta keluar dari kamar nya menyapa bi Susi dan pak Udin. " pagi bi " ucap Sinta dengan posisi berdiri dengan berpegangan tembok.


" non Sinta bisa berjalan" ucap bi Susi terkaget saat sedang menata sarapan. Sinta membalasi senyuman. " pak Udin, pak Udin " teriak bi Susi.


" ada apa bi?" Tanya pak Udin setelah berlari ke arah bi susi, pak Udin terheran dengan suara bi Susi yang begitu histeris.


"lihat, non Sinta kini bisa jalan " ucap bi Susi menatap ke arah Sinta.


" Alhamdulillah, akhirnya non Sinta sekarang bisa berjalan" ucap pak Udin.


" masih sedikit- sedikit pak" ucap Sinta.

__ADS_1


" nanti juga bisa lancar non" bi Susi menimpali.


" aamiin..., doakan Sinta ya bi" jawab Sinta.


Sinta pun sarapan sendirian karena Reza yang tak kunjung datang setelah selesai sarapan terdengar suara mobil. " mungkin itu mas Reza" gumam Sinta. Sinta pun berjalan merambat berusaha menyambut Reza di depan dan benar saja Reza keluar dari mobil nya di depan rumah.


" mas " sapa Sinta. Reza mencari sumber suara itu. di lihatnya Sinta tengah berdiri di samping garasi. " Sinta " ucap Reza terkaget dengan Sinta yang tengah berdiri.


" kamu bisa berjalan?" ucap Reza yang menghampiri Sinta. Sinta pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Reza. Reza lantas memeluk kemudian mengangkat tubuh Sinta dan memutar kan tubuh nya memutar.


" aaa.... akhirnya kamu bisa berjalan" ucap Reza dengan kencang.


" mas turun kan aku mas " Sinta ketakutan jika sampai jatuh .


Reza kemudian menurunkan Sinta. " ini harus di rayakan, aku mau memberi tahu Mama " ucap Sinta yang mengajak Sinta masuk ke dalam rumah.


Reza dan Sinta pun masuk ke dalam kamar karena tubuh Reza yang sangat lengket sehingga ia pergi ke arah kamar mandi. Reza telah melepaskan baju kantor nya di atas tempat tidur. Sinta mengambil nya hendak meletakkan nya di tempat pakaian kotor, tetapi Sinta mencium bau parfum wanita di baju Reza.


"kenapa sampai bau parfum wanita, dan semalam Reza tidak pulang" Sinta menerawang .


Reza telah keluar dari kamar mandi. " mas, kamu semalam kemana? sampai sampai kamu tidak pulang juga tidak mengabari ku " Sinta menghujami beberapa pertanyaan.


Reza terdiam " apakah kamu sudah sarapan" ucap Reza berusaha mengalihkan pembicaraan." sudah mas " jawab Sinta.


" sarapan lagi yu, temani aku" ajak Reza. Sinta kemudian menuruti kemauan Reza yang telah memakai baju. berjalan ke arah meja makan.

__ADS_1


__ADS_2