Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 22


__ADS_3

"Sinta ... " teriak Rara memanggil Sinta yang kembali ke kampus


" hai Ra" balas Sinta yang masih belum fit


"Sinta Lo kenapa lemes banget, kita ke kantin yuk ," ajak Rara sambil menyeret tangan Sinta


"Bu pesen jus jambu 2 , roti bakar 2 ya " ucap Rara pada penjaga kantin


"sini duduk di sini " Rara menarik tangan Sinta menuju meja yang kosong


saat pesanan nya datang Rara dan Sinta kemudian memakan makanan yang telah di pesan Nya tadi .


setelah itu Rara dan Sinta pun selesai makan untuk mengganjal perut agar tidak lemas lagi


"Sinta Lo harus banyak minum air putih, muka Lo pucat sin " saran Rara pada Sinta


"kita langsung masuk kelas aja yuk , mata kuliah juga seperti nya beberapa menit lagi" ajak Rara pada Sinta


"Sinta kenapa Lo diem aja dari tadi" tanya Rara lagi


Sinta pun masih terdiam tidak menjawab, Sinta berubah menjadi pendiam sejak kejadian Sinta melihat dengan mata kepala sendiri nya, Reza sedang bermesraan.


handphone Sinta di dalam tas berbunyi


"Sint handphone kamu bunyi tuh " ucap Rara.


Sinta pun masih diam


" ya ampun Sint Lo kenapa sih " ucap Rara sambil merebut tas yang di pegang Sinta lalu mengambil handphone dan mengangkat Nya


" hallo " ucap Rara

__ADS_1


" ini dengan nona Sinta" suara orang yang bicara di handphone Sinta


"iya ada apa " tanya Rara ketus


" ayah Anda telah mengalami kecelakaan , saat pak Ahmad meninjau bangunan lantai 3, sekarang bapak Anda sudah di larikan kerumah sakit" ujar suara di telpon Sinta


Rara syok mendengar Nya dan badan nya tiba- tiba menjadi lemas, tetapi iya harus menyembunyikan nya dari Sinta.


"maaf ini dengan siapa " tanya Rara seakan tidak percaya


"saya pak Tono tukang yang sedang berada di lokasi kejadian" ucap tukang itu


Rara kemudian bertambah syok dan bingung harus bagaimana, Rara tidak ingin Sinta kaget mendengar nya , lalu Rara berniat menyembunyikannya dulu pada Sinta


"yaudah pak nanti bapak share lock alamat rumah sakit nya ke nomor ini ya " pinta Rara


"baik nona" ucap pak Tono mengahiri pembicaraan itu


"kita mau kemana Ra ? bukan nya sebentar lagi kita ada kuliah" tanya Sinta saat dalam perjalanan


"nanti gue jelasin semuanya ke Lo tapi gue mau Lo bisa tenang dengan semua ini " jawab Rara


" emang ada apa Ra..." tanya Sinta


"nanti gue kasih tau Sint Lo yang tenang ya" jawab Rara


Rara dan Sinta pun pergi mengendarai mobil yang Rara pesan melalui aplikasi di handphone nya.


di dalam perjalanan Sinta lebih banyak terdiam , Rara pun tidak ceria seperti biasanya.


"udah sampai ni Sint , kita turun yuk " ajak Rara

__ADS_1


"kok kerumah sakit, memang siapa yang sakit Ra " tanya Sinta polos


Rara pun hanya bisa diam, dan hanya menuntun Sinta ke lobby rumah sakit mencari tempat ayah Sinta di rawat, Rara memperlihatkan ruangan satu- satu. sesekali Rara melihat dari handphone Sinta yang masih ia pegang


ruangan anggrek nomer 9 , kemudian Rara bertanya pada perawat yang sedang jalan


" sus kalo ruang anggrek nomer 9 sebelah mana ya " tanya Rara


"oh ruang anggrek nomer 9 , belok kiri terus sampai " jawab suster


"oh makasih ya sus " ucap Rara


"iya sama-sama " jawab suster


Rara kini tangan nya merangkul Sinta dan berjalan dengan pelan , jantung nya pun berdebar takut pak Ahmad dalam kecelakaan mengalami luka yang serius.


"sebenarnya ada apa Ra " tanya Sinta yang makin penasaran


" udah kita masuk aja yuk, " ajak Rara pada Sinta saat ruangan anggrek sudah ada tepat di depan mereka


Rara kemudian mendorong pintu secara pelan dan memegang tangan nya Sinta


"ayah .... " ucap Sinta histeris


"ayah kenapa " tanya Sinta pada Rara


"ayah tadi mengalami kecelakaan saat ada di proyek" terang Sinta


"terus ayah bagaimana kenapa tidak sadar kan diri" tanya Sinta khawatir


"ayah Anda sedang tidak sadar kan diri, tadi sudah di periksa oleh dokter" ucap Tono tukang yang mengantarkan pak Ahmad ke rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2