Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 94. tak jadi pergi


__ADS_3

Sinta telah kembali ke rumah nya setelah keluar bersama Rara. Sinta merebahkan tubuhnya di atas ranjang. memikirkan bagaimana kabar Reza sekarang ia rengkuh ponsel di samping nya dan menekan layar.


nama " my hubby" tertera di layar ponsel nya dan menekan aikon hijau. setelah Sinta mencoba nya tetapi nomor Reza sedang berada di luar jangkauan.


Sinta melempar kan ponsel nya ke samping nya. " kenapa tidak aktif" Sinta semakin berfikir yang tidak - tidak. dirinya belum bisa tenang sebelum mendengar suara dari Reza.


" bagaimana ini" Sinta semakin menerka-nerka. " apa ini , aku semakin gelisah saja. lebih baik aku segera mandi, agar pikiran ku juga menjadi lebih baik." Sinta membangun kan badan nya dan merengkuh handuk dari dalam lemari.


****************************


Rezaaa POV.


Reza keluar dari rumah nya dengan menggunakan mobil kesayangan nya. meski bukan mobil yang keluaran terbaru atau juga bukan mobil yang memiliki harga fantastis. tetapi mobil itu sudah menemani Reza cukup lama sehingga Reza enggan untuk mengganti nya meskipun Reza sangat mampu sekali.

__ADS_1


Reza menyetir sangat pelan pikiran yang berkecamuk. rasa tak percaya diri kembali muncul. sebentar lagi Reza akan memasuki tol. untuk keluar kota sesuai dengan jadwal awal. tetapi entah mengapa ia membelokkan mobilnya, Reza kembali ke arah jalan semula. ia berhenti di sebuah rumah sakit. Reza keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit.


kaki nya terhenti saat di lihatnya resepsionis rumah sakit menyapa nya dengan Ramah. " suster, saya ingin konsultasi dengan dokter Obgyn." ucap Reza.


" silahkan daftarkan nama bapak. kebetulan siang ini dokter sudah ada. jadi bapak tinggal menunggu nama bapak di panggil saja" terang suster.


Reza duduk di kursi tunggu pasien beberapa orang juga terlihat sedang menunggu. setelah beberapa menit nama Reza di panggil. Reza masuk ke dalam ruang praktek dokter.


" siang juga bapak " balas seorang dokter dengan sangat ramah sekali. yang berjenis kelamin sama dengan Reza. dan tertera nama Rudiyanto di name take yang menempel di dadanya.


" bisa saya bantu bapak, ada masalah apa " ucap dokter Rudi.


Reza pun mengutarakan maksudnya " dokter apakah saya bisa memiliki anak jika sebelumnya saya di vonis tidak bisa memiliki anak. " tanya Reza.

__ADS_1


" baik bapak seperti nya bapak harus melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu." pinta dokter. Reza pun menuruti semua yang di perintahkan dokter dan di bantu oleh asisten nya. dokter pun memberi tahu Reza bahwa hasil nya akan keluar dalam seminggu. Reza berjalan menyusuri lorong rumah sakit ketika pemeriksaan telah selesai.


dari kejauhan Reza melihat seorang wanita yang sedang memapah orang tua. Reza terus memandangi nya seakan wajah itu tidak asing. " Amanda" ucap Reza terheran saat jaraknya sangat dekat dengan Amanda.


" bapak, sedang apa bapak di sini " Manda juga terheran bertemu dengan bos nya di sebuah rumah sakit.


" siapa yang sakit. " saat Reza melihat orang yang di papah Manda.


" ini ibu saya pak." jawab Manda.


Reza yang semula akan keluar menjadi mengurungkan niatnya. Reza membantu Amanda memapah ibunya masuk ke dalam ruangan IGD. ibu nya tengah di periksa oleh tim medis. sementara Reza duduk bersama Manda menunggu di ruang tunggu. duduk bersama Reza menanyakan tentang sakitnya ibu Manda.


mereka mengobrol sampai ibu Manda keluar dari ruang periksa dan membantu nya keluar karena menurut dokter ibu Manda di perbolehkan untuk pulang. Reza mengantar Manda dan ibunya pulang. tanpa Reza sadari hari pun sudah mulai sore, akhirnya Reza membatalkan untuk pergi ke luar kota. Reza kembali pulang setelah mengantar Manda.

__ADS_1


__ADS_2