Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 60


__ADS_3

Pagi hari, di rumahnya ibu fatim seperti biasanya, bi Ijah sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga ibu fatim. bi Ijah kali ini sedang membuatkan minuman yang menghangatkan, juga sebuah roti tawar dengan isi selai strawberry dan selesai kacang tinggal pilih saja yang mana mereka sukai.


Sinta turun dari kamarnya, langsung menuju ke dapur membantu bi Ijah , " eh non Sinta , udah bangun non " tanya bi Ijah yang telah selesai menyiapkan sarapan.


" eh , bibi sudah selesai yah , padahal Sinta tadi mau bantuin bibi " Sinta berdiri mematung bingung harus berbuat apa.


" non Sinta gak usah repot-repot non, pekerjaan bibi juga repot- repot juga kok , ayo non Sinta duduk aja " bi Ijah menarik Sinta duduk di kursi meja makan.


ibu fatim datang dari arah kamar nya, " pagi Sinta " sapa nya kemudian duduk di kursi meja makan.


" pagi mah , " balas Sinta dengan wajah yang tersenyum senang dengan kedatangan ibu fatim.


"Reza belum keluar dari kamar Nya yah " tanya ibu fatim sambil menyeruput teh .


" belum mah , " jawab Sinta singkat yang tidak ingin terlalu banyak berbicara tentang Reza.


" mah , " tanya Sinta sambil mengoleskan selai strawberry di atas roti.


" ada apa sayang " tanya ibu fatim


" apa Mama ingin Sinta buat kan nasi goreng " tanya Nya

__ADS_1


" enggak sin , Mama mau roti aja juga udah cukup " jawab nya yang telah selesai mengunyah sarapan Nya.


"mama kenapa ? kaya Nya Mama agak lemas" tanya Sinta .


" iya nie , mama kayak Nya kurang fit, paling di bawa istirahat tidur sebentar juga udah sembuh lagi " jawab nya sambil berjalan ke arah kamar Nya. " mama ke kamar Dulu ya Sint" ibu fatim meninggalkan Sinta sendirian di meja makan.


setelah itu Reza keluar dari kamar Nya, dengan pakaian yang sudah rapi hendak pergi ke kantor , hati Nya sangat senang karena Sinta sudah berada di meja makan.


Reza duduk di depan televisi, melihat news report. meski begitu mata Nya hanya tertuju kepada Sinta.


"makan apa sih Sinta keliatan Nya asyik sekali " gumam Reza yang melihat Sinta sedang mengunyah dengan lahap sambil terus memandangi makanan yang ia pegang , lalu berjalan ke arah meja makan.


" ya memang ada nya roti " jawab Sinta


"tapi aku mau nasi goreng, Sint buat kan aku nasi goreng dong " pinta Nya Reza.


" memang Nya kalau aku buatkan nasi goreng, kamu gak telat buat ke kantor " tanya Sinta heran.


" enggak lah , bos mah kan bebas " jawab Nya sombong


" ih, sombong sekali " gumam nya dalam hati.

__ADS_1


" baik lah " Sinta berjalan ke arah dapur.


Sinta pun langsung berjibaku dengan alat -alat dapur ,dan membuat nasi goreng permintaan Reza.


" nih , " sodor Sinta dengan sebuah piring berisi nasi goreng .


" wah , cepet sekali " puji Reza tanpa perlu aba-aba lama Reza langsung menyantap nasi goreng di depan Nya.


" huft , huft " Reza terus mengipasi mulut dengan tangan Nya yang merasa bibir Nya kepanasan.


" kenapa " tanya Sinta .


" pedas sekali , berapa banyak kamu memasukkan cabai kedalam Nya " tanya Reza dengan wajah sudah keringetan.


" hehehe , maaf ya , aku lupa kalau kamu tidak terlalu suka pedas " ucap Sinta enteng.


" huuft " Reza masih meniupi mulutnya. lalu menyosor minuman di samping nya sebuah teh hangat, mampu menurunkan rasa pedasnya. lalu berdiri meninggalkan meja makan pergi ke arah garasi, ia tidak ingin terlihat konyol di depan Sinta.


setelah Reza pergi, Sinta terus cekikikan menahan tawanya, karena Sinta sengaja melakukan Nya karena kesal melihat tingkah Reza yang sombong merasa dirinya bos .


" Rasain , " ucap Sinta senang .

__ADS_1


__ADS_2