
Reza hari ini masih masuk kekantor nya meskipun Reza bingung bagaimana posisi Nya di kantor jika Anin benar benar ingin bercerai dari Nya.
pikiran itu pun terus berkecamuk di benak nya Reza pun tidak begitu bersemangat memasuki kantor .
tiba-tiba di ruangan nya dia dapati
"papah " ucap Reza kaget mendapati pak Gunawan sedang duduk di kursi Nya
"Reza, kamu sudah mengecewakan saya " ucap pak Gunawan
" ada apa ini pah , " Reza heran
" lihat lah ini , " ucap pak Gunawan menunjukkan berkas laporan yang telah di tanda tangani Reza
"apa ini pah , " tanya Reza dengan melihat berkas yang di lemparkan oleh pak Gunawan
"selama ini kamu sudah memanipulasi data Reza " ucap pak Gunawan
", tidak papa itu fitnah , saya di jebak " terang Reza
"sudah lah Reza , tidak usah berkelip lagi , saya sudah tau semua " jawab pak Gunawan
"tapi papa saya bisa jelaskan semua ini " Reza mohon untuk menjelaskan Nya
"tidak Reza, hari ini kamu saya pecat " tegas pak Gunawan mengakhiri pembicaraan nya
__ADS_1
seperti tersambar petir di siang bolong , Reza terus memikirkan kejadian demi kejadian , Anin yang menginginkan berpisah dan kini tiba- tiba dia harus pergi meninggalkan pekerjaan Nya, seakan semua ini seperti sudah di sekenario .
Reza melangkah kan kakinya dengan tidak begitu bersemangat, iya kendarai mobil nya ke sebuah tempat hiburan malam untuk menghilangkan pikiran nya yang sedang kacau .
Reza pun minum hanya beberapa botol sehingga tidak terlalu mabuk, Reza mengendarai mobil Nya ke arah rumah yang iya milik sebelum menikah dengan Anin, iya rumah yang dulu iya beli dengan hasil keringat Nya sendiri, selama ini Reza sengaja tidak menjual Nya, Reza menyuruh orang untuk setiap hari membersihkan nya .
Reza jatuhkan tubuh nya di atas Ranjang , hari ini begitu lelah untuk nya , ia kemudian flashback memikirkan bagaimana Dulu hubungan Nya dengan keluarga juga bagaimana perasaan yang baru tumbuh kepada Sinta, Reza menyesali semua itu.
Reza ingin segera bertemu dengan keluarga nya dan memohon maaf atas semua kesalahannya, sambil terus banyak pikiran berkecamuk di benak Nya, setelah itu Reza pun tertidur.
matahari sudah berada di atas tapi Reza enggan untuk bangun dari tidur nya, ia mulai bermalas-malasan dan tidak ada gairah lagi untuk bangkit, Reza kini benar-benar sendirian tidak ada satu orang pun yang menemaninya , Reza ingin bangun dan pergi menemui keluarga nya , tapi rasa malu telah mengecewakan mereka membuat Nya mengurungkan niatnya
'" hai Reza kini hidup Lo sekarang tidak ada artinya lagi , Lo sendiri sekarang ," gumam Reza berbicara di depan cermin .
**********************
pagi hari Izul berangkat ke kantor, dan jadwal pagi ini ia meninjau lokasi proyek pembangunan perumahan yang lumayan begitu jauh, karena cuaca Nya yang begitu panas dia menepi untuk membeli minuman di sebuah toko April mart izul memasuki toko tersebut.
" yang ini aja mba " ucap Reza menunjukkan botol minum dan juga rokok kepada kasir April mart.
"hey Lo adik nya Reza kan " tanya seseorang. yang baru masuk ke dalam toko
"iya , maaf dengan siapa ya saya bicara" tanya izul heran
"gue dhito temen nya Reza " ungkap nya
__ADS_1
"ooh iya gue inget " jawab izul
"hai bro bisa ngobrol sebentar " pinta dhito
"iya tentu " ucap Izul setelah membayar kepada kasir.
dhito pun mengajak ngobrol izul di depan toko
"maaf ya sebelum nya, bukan niat gue mencampuri urusan orang lain, cuma gue pengen cerita tentang keadaan Reza " ucap dhito
"memang nya Reza kenapa " tanya izul penasaran
"memang Nya Lo belum tau, Lo kan adiknya "tanya dhito
"ya, memang lah hubungan kami saat ini komunikasi Nya kurang baik dengan Reza " terang Izul
" ooh gitu , iya gue pengen cerita bahwa, pernikahan Nya Reza dengan Anin sudah berakhir dan dia pun di pecat oleh papa nya Anin, kebetulan saudara gue ada yang kerja sekantor dengan Reza " ucap dhito
" masa sih, memang Nya kenapa kok bisa kaya gitu " tanya izul heran
"wah , gue juga gak tau kalau masalah penyebab Nya, maaf ya gue buru-buru , tidak bisa ngobrol lebih lama lagi " jawab ditho
"iya gak papa , terimakasih ya atas informasinya , " ucap izul
"yu , " ucap dhito sambil melangkah pergi
__ADS_1