Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 55


__ADS_3

di dalam mall ada tiga orang yang berjalan beriringan layaknya seperti keluarga, mereka adalah ibu fatim, Sinta dan Reza.


" Reza kita ke toko serba ada dulu ya " pinta ibu fatim


" terserah Mama aja " jawab Reza


mereka bertiga masuk ke dalam toko serba ada itu , mereka berjalan memperhatikan setiap barang yang tersimpan di rak , mengecek harga juga tangggal ekspaid Nya


Reza berjalan terus membuntuti Sinta, ibu fatim yang mengerti tingkah anak Nya terselip rencana dalam benak nya.


" Sinta , Mama udah mencatat semua barang yang ingin kita beli , tadi temen Mama nelpon lagi ada di mall ini juga Mama pengen ketemuan dengan teman Mama jadi Mama boleh tidak Mama minta tolong kamu yang beliin ini semua " ucap ibu fatim sambil menunjuk kan kertas catatan .


" ya boleh dong mah , sini mah " Sinta meminta kertas catatan daftar belanjaan


" Reza nanti kamu bantuin Sinta ya , di daftar belanjaan Mama juga mencatat membeli beras , jadi nanti kamu yang ngangkat ya jangan sampai Sinta yang ngelakuin. " suruh ibu fatim


" baik mah " jawab Reza


Reza dan Sinta pun jalan selalu beriringan karena Reza yang selalu mengekor Sinta sesekali tangannya Reza dan Sinta bersentuhan karena hendak mengambil barang yang sama.


" mas , tolong ambilkan itu " ucap Sinta menunjukkan dengan jari Nya ke sebuah tumpukan beras.


" berapa " tanya Reza

__ADS_1


" dua saja " jawab Sinta


setelah mereka selesai belanja, Reza menyuruh Sinta menitipkan belanjaan Nya ke tempat penitipan saat mereka hendak pergi ke toko departemen store.


Sinta melihat-lihat sebuah dress berwarna krem , kemudian beralih ke sebuah toko sepatu , Reza memperhatikan Sinta dari belakang setelah Sinta pergi Reza membelikan barang tersebut tanpa sepengetahuan Sinta.


Reza menelfon mama nya menanyakan keberadaan nya.


" mah , mama di mana " tanya Reza


" mama sudah di rumah di antara Siska temen Mama " jawab fatim


" kok gak bilang -bilang sih mah " ucap Reza heran


" yaudah mah , Reza mau langsung pulang " ucap Reza sambil mematikan panggilan Nya


Reza dan Sinta kini sedang berada di dalam mobil , Reza sedang melajukan mobilnya berada di tengah jalanan ibukota. di dalam mobil Reza dan Sinta saling terdiam, tidak ada obrolan . Reza menepikan mobilnya di pinggir jalan.


" kenapa berhenti " tanya Sinta yang melihat Reza telah menghadap ke arah nya


" Sinta , maafkan aku " ucap Reza dengan memegang kedua tangan Sinta. Sinta terdiam kaku melihat tangan Nya bersatu dengan tangan Reza .


" Sinta , maafkan aku " ucap Reza lagi kini mencium kedua tangan Sinta

__ADS_1


" i .. Iyah " jawab Sinta ragu


" aku mau bersujud di kaki kamu asalkan kamu mau memaafkan aku " Sinta diam seakan ragu pada sikap Reza


" kalau kamu tidak percaya, aku akan melakukan Nya sekarang " Reza menggerakkan tubuhnya ke bawah kaki Sinta. Sinta kaget tubuh Reza sedang berada di kakinya.


" Reza bangun jangan seperti ini " Sinta mencoba mencegah perbuatan Reza


" aku tidak akan bangun sebelum kamu memaafkan aku " ucap Reza


" Reza bangun " Sinta mengulangi perkataan Nya tapi Reza tetap berada di kaki Nya Sinta


" baiklah aku memaafkan mu " terdengar dari mulutnya Sinta, tapi seakan berat untuk mengucapkan Nya


Reza mengangkat tubuh Nya dan menghempaskan Nya ke arah tubuh Sinta memeluk Nya dengan erat, Sinta lagi- lagi di buat kaget dengan tingkah Reza terdengar suara penyesalan dari mulut Reza sambil menangis, Sinta yang merasa kasian pada Reza membuat Sinta memegang pundak Reza membalas pelukan Reza.


" aku sudah benar-benar memaafkan mu " Sinta mencoba menenangkan Reza


" benarkah kamu benar-benar memaafkan ku" Reza membalikkan tubuhnya menghadap Sinta .


" emhh. " Sinta mengangguk pelan.


Reza dan Sinta kini saling beradu pandang , tangan Reza menyentuh wajah Sinta dengan lembut ingin sekali ia mencium Sinta tapi Reza mengurung kan niatnya kini ia kembali ke posisi menyala kan mobil nya .

__ADS_1


__ADS_2