
Ibu fatim dan anak- anak nya melanjutkan acara sayembara nya itu , mereka sudah berada di lokasi yang kemarin. para kontestan pun sudah menunggu di luar gedung. tinggal hari ini audisi itu di lakukan setelah para juri mengantongi para calon pemenang maka acara tersebut pun telah usai.
Rio masuk ke dalam gedung, memastikan apakah para juri sudah siap. setelah di rasa sudah siap Rio memanggil salah satu kontestan. tetapi saat salah satu kontestan masuk, di barengi dengan seorang security yang hendak menahan nya sehingga terjadi lah sebuah perdebatan.
"ada apa ini?" Izul terheran dengan situasi di depan nya. Rio pun ikut menangani.
" Rio ada apa" izul memperjelas pertanyaan nya.
"ini pak, kontestan ini di larang masuk, karena tidak sesuai kriteria" jawab Rio.
" memang nya kenapa, semua kontestan berhak mengikuti nya tanpa membeda-bedakan " izul mencoba menghentikan perdebatan ketiga orang yang di depan nya.
"tapi pak" ucap Rio ragu.
"sudah jangan tapi, tapi segala, biarkan di mengikuti audisi ini" izul semakin tidak sabar.
dengan berat hati, security dan Rio melepaskan genggaman tangan mereka pada kontestan itu.
__ADS_1
Ibu fatim, Dita, Wati dan Rara pun menyaksikan perdebatan itu dan hanya diam membiarkan izul yang berbicara.
"baik lah siapa nama mu" Tanya izul.
"nama malam, apa nama siang" suara kontestan itu dengan manja malah balik bertanya.
" maksudnya" Izul semakin bingung.
"ih , kamu, masa kaya gitu aja gak ngerti, jadi gemes deh ih " kontestan itu berbicara sambil berjalan ke depan menghampiri tempat duduk izul dan hampir menyentuh pipi izul gemes.
" astaghfirullah, ternyata makhluk jadi-jadian. Rioooo.... " Izul berteriak dengan kencangnya berharap Rio segera datang menolong nya dari makhluk jadi-jadian itu.
Rio pun masuk bersama security, seakan sudah menebak situasi nya akan seperti apa. dan menarik keluar kontestan itu.
" lepaskan .... arghrrght ..." banci itu mengeluarkan suara khas kelelakian nya . meronta-ronta tidak mau di ajak keluar. Rio dan security mengangkat kedua tangan nya dan berhasil keluar dengan di paksa.
mendengar suara gelak tawa di ruangan itu, izul semakin kesal. Rio yang sudah ada di depan nya tidak luput dari sasaran kekesalan izul.
__ADS_1
" kenapa kamu tidak bilang, kalau dia itu makhluk jadi-jadian" izul bersuara dengan kencang.
"maaf pak, kan tadi aku sedang menghalangi kontestan itu masuk, tapi sama bapak katanya tidak apa-apa." Rio mencoba membela diri.
" kamu ini, pintar mengeles" ucap izul sambil mengkibas - kibas kan bekas sentuhan makhluk jadi-jadian itu dari wajah nya.
ih, amit -amit sampai ketemu makhluk seperti itu lagi.
setelah terjadi insiden itu, acara pun di lanjutkan kembali, para juri sudah mengantongi para pemenang. mereka tinggal menghubungi para pemenang yang nantinya akan melakukan kencan dengan Reza.
acara pun sudah di bubarkan, para juri berdiskusi mengenai urutan kencan Reza dengan para pemenang , kira -kira siapa yang akan melakukan kencan terlebih dahulu.
ibu fatim beserta anak -anak nya berkumpul di rumah besar nya. mereka duduk, berkumpul bersama , membicarakan misi selanjutnya mencarikan jodoh untuk Reza.
cerita saat audisi pun di bahas kembali, membuat gelak tawa menambah keakraban di antara mereka. tetapi saat Izul mengenang peristiwa saat seorang banci menggoda nya membuat tubuh izul gelidigan.
" ih .. ih .. ih.. " kata itu berulang izul ucapkan membuat yang ada di ruangan pecah dengan tawa kembali.
__ADS_1
Reza yang tiba-tiba muncul sudah berada di depan mereka, merasa terheranan dengan tingkah saudara dan Mama nya itu.
"ada apa sih yang lucu" Reza bertanya basa- basi . Reza masuk kedalam kamar nya tidak ikut nimbrung bersama keluarga nya itu.