Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 51


__ADS_3

Reza pergi ke tukang percetakan dan setelah itu ia janjian bertemu dengan salah seorang temannya yang mempunyai WEO , untuk bertemu di sebuah cafe di Jakarta.


"Bagas " ucap Reza dengan melambaikan tangan menyapa teman nya yang baru masuk cafe


"hai za , " bales Bagas yang kemudian duduk di samping Reza


Reza dan Bagas pun mengobrol tentang kabar mereka masing-masing setelah itu Reza membicarakan tentang adik nya yang akan menikah dalam waktu dekat ini dan meminta Bagas menyiapkan WEO dengan kurung waktu kurang dari dua Minggu.


"kok dadakan za, " ucap Bagas


"iya gas , ini semua permintaan Mama , semuanya serba mendadak , tapi mama minta Nya semua bisa terlaksana, gimana gas kamu bisa " tanya Reza


Bagas pun berpikir sejenak sambil menyeruput kopi di depan nya " baik za , di usahakan semua nya selesai dalam dua Minggu ini " jawab Bagas


"tapi hasilnya harus yang terbaik ya " pinta Reza


"siip , pasti " jawab Bagas


"konsep nya pernikahan modern ya gas , kamu atur semua nya ya pokoknya yang terbaik" pinta Reza.


********************


di kantor izul masih memikirkan Rara sehingga membuat Nya tidak fokus Melakukan pekerjaan di kantor nya.


"Rara seperti Nya marah , kenapa tadi pagi pulang nya tidak pamit dulu " gumam Nya dalam hati


"pagi pak " Dea masuk ke ruangan izul sambil membawa berkas.


"pagi , jadwal hari ini apa " tanya izul


"bapak siang ini harus meninjau langsung perumahan yang ada di Bogor " jawab Dea sambil menyodorkan berkas yang harus di tanda tangani.

__ADS_1


******************


di kampus Rara yang masih kesal dengan sikap izul semalam membuat nya tidak semangat mengikuti jam kuliah .


"kenapa jadi males gini ya , semangat semangat Rara kamu harus semangat agar bisa cepat lulus kuliah " gumam nya dalam hati


setelah selesai kuliah Rara teringat janji nya pada Sinta bahwa sore ini dia akan menemui Sinta, lalu Rara memesan ojol langganan nya meminta di antar ke rumah ibu fatim.


setelah sampai Rara langsung masuk menemui ibu fatim yang sedang duduk di kursi sambil menonton TV.


"assalamualaikum Tan " ucap Rara


" waalaikumsalam, sini Ra "jawab ibu fatim menyuruh Rara duduk di samping nya


" bagaimana kuliah mu hari ini " tanya ibu fatim


kalau mau jujur sih , hari ini kuliah nya gak semangat Tan , gumam nya dalam hati


"kamu lulus kuliah Nya Kapan " ibu fatim sambil memencet tombol remote tv


"sekitar empat bulan lagi Tan Rara wisuda, maaf Tan Rara mau ke atas Dulu ya mau ke Sinta " ucap Rara


"Sinta baru saja duduk ngobrol bareng Tante, mungkin sekarang Sinta sudah selesai mandi. " ucap ibu fatim


Rara pun setelah pamit langsung melangkah kaki nya ke anak tangga menuju kamar Sinta sambil memegang buku di tangan nya.


"Sinta " ucap Rara saat di depan kamar Sinta


"masuk aja Ra , tidak di kunci kok kamarnya " sahut Sinta yang sedang duduk di depan cermin


" lagi ngapain Sint " tanya Rara sambil mendorong pintu kamar Sinta

__ADS_1


" ini habis mandi " ucap Sinta lalu berbalik menatap Rara


" gimana kuliah kamu Ra " tanya Sinta


" lagi bete plus males " jawab Rara


", memang nya kenapa Ra "tanya Sinta


"aku lagi males sama kak izul tadi malam, malah suasana hati ku ke bawa sampai ke kampus, apalagi sekarang aku sendiri di kampus gak ada teman ngobrol " jawab Rara


"memang semalam ada apa , sampai bikin kamu kesel "


Rara kemudian menceritakan tentang izul yang tidak mau memberi tahu kan obrolan dengan kak Dita dan ibu fatim


"Rara , " ucap Sinta


"hemmm " bales Rara tapi Sinta belum melanjutkan obrolan Nya


"ada apa ,?? kenapa malah diem " tanya Rara sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang


"tadi Reza kesini " ucap Sinta


hati Rara langsung takut mendengar ucapan Sinta, tapi Rara membiarkan Sinta melanjutkan ceritanya


"terus kamu gimana , apa Reza tahu kalau kamu tinggal di sini " tanya Rara


"enggak Ra , soalnya aku diatas aja , gak sampai turun ke bawah " jawab Sinta


"terus kamu gak apa-apa kan " tanya Nya dengan khawatir


" enggak Ra , nggak tahu kenapa meski mas Reza sudah menyakiti ku , tapi hatiku biasa saja saat dia datang aku tidak benci dengan kedatangan Nya , malah aku penasaran dengan Nya " jawab Sinta

__ADS_1


syukur lah kamu gak apa-apa, aku takut kamu trauma melihat Reza " gumam Rara dalam hati


__ADS_2