Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 46


__ADS_3

Izul dan Rara sudah sampai di rumah ibu fatim dengan membawa Sinta, Sinta di bawa naik keatas menuju ke kamar di lantai 2.


kamarnya begitu luas dan telah di rapikan oleh BI Ijah .


"kamu istirahat di sini ya Sint " ucap Rara sambil membantu Sinta duduk di atas ranjang.


" iya Ra , terimakasih " ucap Sinta


", loh terimakasih untuk apa ??" tanya Rara heran


" terimakasih untuk kamu yang selalu menemani ku " jawab Sinta


"Sinta jangan kaya gitu kita itu teman selamanya, malah Rara pengen kamu ceria lagi seperti dulu " ucap Rara


" kamu baringkan tubuh mu ya " suruh Rara


Sinta agar bisa istirahat


"enggak Ra aku pengen jalan melihat taman di pekarangan rumah " ucap Sinta


" nanti aja ya , kita ngobrol aja disini berdua " balas Rara


tok tok tok... suara di depan pintu kamar Sinta


Rara berdiri dan membuka kan pintu .


" wah , kalau ada cewek lagi curhat pasti semuanya di lupakan " ucap izul sambil masuk ke dalam kamar dengan membawa minuman dan makanan cemilan .


" kak izul kirain siapa " ucap Rara


"lagi ngobrolin apa ya " tanya izul penasaran

__ADS_1


"rahasia dong '" bales Rara


"wah beneran nih gak boleh tau " goda izul


"Kaka bawa apaan itu " tanya Rara


"cemilan , makan bareng yuk " ajak izul


Rara langsung mengambil makanan yang di bawa Izul dan memasukkan nya ke dalam mulutnya


"hai sint kok diem aja sih , cobain nie enak loh , aaaaa , ucap Rara menyuruh mulut Sinta di buka , mmm enak kan


"Ra , kenapa kamu gak sekalian aja tinggal bareng di sini biyar Sinta lebih senang lagi "


saran izul


"yakin Sinta yang seneng, bukan kakak " goda Rara


"mmm tapi bener sih aku juga seneng kalau kamu tinggal di sini juga " batin Izul


********************


di rumah sakit Reza sudah boleh pulang, setelah urusan administrasi selesai Reza di papah oleh Dita dan Wati beriringan masuk ke dalam mobil Dita. setelah sampai di depan rumah Reza pak Udin langsung menyambut kedatangan keluarga Reza yang sebelumnya sudah di minta Izul untuk datang dan membereskan rumah.


"selamat datang pak Reza " ucap Udin


"pak, minta tolong bantu angkat Reza " suruh Dita


pak Udin pun tubuh nya langsung refleks mengangkat tubuh Reza keluar dari mobil kemudian di tuntun masuk ke dalam rumah.


"pak tolong belikan bubur di depan yah " pinta ibu fatim pada pak Udin

__ADS_1


"baik Bu " jawab pak Udin


Reza makan bubur kemudian memakan obat nya, Dita izin pamit , sementara Wati menemani ibu fatim.


Rara dan izul mengurusi semua keperluan Sinta


"Ra ini udah malam, mamah kak Dita dan kak Wati seperti nya menemani Mama di rumah nya kak Reza, apa tidak sebaiknya kamu temeni Sinta dulu biyar ada teman ngobrol " saran izul bicara di balkon lantai dua


"baik lah malam ini aku temenin Sinta Dulu di sini " ucap Rara setuju


pagi -pagi sekali ibu fatim sudah bangun menyiapkan sarapan , dia menata nya di atas meja makan.


"Wati sarapan dulu sini" ajak nya


"baik mah , memang mama bikin sarapan apa " tanya Wati sambil duduk di kursi meja makan


"nasi goreng telur mata sapi " jawab nya


"masakan mama pasti enak , Wati jadi pengen cepat cepat ngabisin " ucap Wati dengan penuh semangat


"mah gak apa-apa Wati tinggal kerja " tanya Wati


"ini kan udah pagi juga ada pak Udin kenapa Mama mesti takut " ucap ibu fatim


"nanti kalau ada apa-apa telpon aja ya mah, Wati pamit dulu ya " ucap Nya sambil mencium tangan ibu fatim


"iya, ati ati di jalan ya" pesan ibu fatim


"Reza bangun nak , ayo sarapan dulu lalu minum obat " suara ibu fatim sambil menyiapkan sarapan Reza


sementara itu pak Udin sedang menyelesaikan tugasnya membersihkan halaman depan rumah

__ADS_1


__ADS_2