
di dalam pusat perbelanjaan itu, anggun bercerita tentang tentang dirinya bisa sampai berada di kota Tokyo, karena anggun menikah dengan pria yang berasal dari kota itu.
setelah beberapa menit Sinta menunggu akhirnya Reza datang dari arah belakang. Sinta pun memperkenalkan anggun kepada Reza.
" siapa sayang " ucap Reza heran.
" oh , ini anggun mas " wajah Reza seperti terheran, mendapati Sinta sudah memiliki teman di negri orang lain. tetapi setelah Sinta menceritakan semuanya Reza dapat memahami nya.
" apakah kalian ingin main kerumah ku " tawar anggun.
" nanti merepotkan tidak?" ucap Sinta.
"tidak sama sekali" jawab anggun.
" bagaimana mas?" tanya Sinta meminta izin kepada Reza.
" terserah kamu saja " jawab Reza.
__ADS_1
" baiklah mari " ucap anggun setelah mendapatkan izin dari Reza.
anggun pun berjalan di ikuti Reza dan Sinta. langkah anggun tertuju pada parkiran gedung, kemudian mempersilakan Reza dan Sinta masuk ke dalam mobil. Sinta duduk di depan sesuai permintaan anggun agar terasa lebih Akrab dan lebih mudah untuk di ajak ngobrol. sementara Reza sibuk dengan ponselnya saat Sinta dan anggun bercerita ini itu.
setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah perumahan di kota Tokyo, rumah berdesain unik berjejer di sepanjang perjalanan memasuki area perumahan. mobil tepat berhenti di sebuah rumah bernomor 197.
" sudah sampai " ujar anggun dengan penuh semangat.
Reza dan Sinta pun turun dari mobil dan menatapi bangunan di sekitar. baru pertama kali mereka melihat desain rumah khas Jepang. ada perasaan takjub, mungkin ini bisa menjadi percontohan akan konsep perumahan yang akan di buat oleh Reza di perusahaan nya.
" ayo masuk " ajak anggun yang telah memegang kunci rumah di tangan nya. kunci itu lebih mirip id card, anggun kemudian menempelkan id card itu ke depan pintu, sehingga pintu pun terbuka, anggun dengan cepat masuk ke dalam nya dan mempersilakan Reza dan Sinta masuk.
" suami ku sedang bekerja, dan kami pun belum memiliki seorang anak" terang anggun.
anggun pun menyuruh Reza dan Sinta duduk, mendengar keterangan dari anggun, Sinta pun bercerita. bahwa dirinya jauh-jauh ke Jepang karena ingin berobat agar mereka bisa mendapatkan momongan, anggun pun menyemangati mereka berdua. Reza pun beranjak berdiri memperhatikan setiap desain rumah secara teliti.
" silahkan di minum" ucap anggun saat meletakkan sebuah teh hangat di atas meja.
__ADS_1
setelah di rasa cukup lama mereka berada di rumah anggun , Reza mengajak Sinta untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap. Reza dan Sinta pun izin pamit kepada anggun.
" izin kan aku mengantar kan kalian " tawar anggun.
" tidak usah anggun , nanti merepotkan mu " jawab Sinta.
" tidak apa-apa, karena jika harus mendapatkan taksi, maka kalian harus keluar dari perumahan ini terlebih dahulu." terang anggun. mereka pun tidak bisa menolak. anggun mengantar mereka sampai di depan gedung, anggun pun bertukar nomor handphone dengan Sinta. setelah itu anggun pergi dengan mobilnya. Sinta dan Reza pun masuk ke dalam kamar hotel saat sore hari.
Sinta terlebih dahulu masuk ke dalam kamar mandi, badan nya terasa sangat lengket seharian berada di luar rumah.
Sinta pun keluar kamar mandi dan menyaksikan Reza sedang melakukan video call dengan keluarga nya.
" ini Sinta mah habis mandi" ucap Reza seperti telah berbicara banyak dengan keluarga nya. Sinta pun langsung menyapa mama mertua nya.
" assalamualaikum mah, bagaimana kabar nya " sapa Sinta.
"Mama baik - baik saja nak " jawab ibu fatim.
__ADS_1
Rara pun menyapa Sinta yang duduk di sebelah ibu fatim. Sinta melihat perut Rara yang semakin membesar membuat Sinta pun membayangkan dirinya juga bisa seperti Rara. " hai Sinta kenapa kamu melamun " tegur Rara dari balik handphone nya. Sinta pun tersadar dari lamunannya, sehingga mereka berdua pun melanjutkan obrolannya , mereka mengobrol cukup lama sehingga Reza merasa di cuekin akhirnya Reza pun masuk ke kamar mandi.