
pagi hari, setelah sholat subuh Sinta bermalas malasan di atas ranjang, Sinta meregang kan kakinya setelah semalam acara makan malam keluarga ibu fatim.
Sinta memainkan ponselnya, di gerakan nya naik dan turun layar ponsel Nya. di lihatnya ada pesan baru di WA . " siapa yah nomer baru " ucap Sinta dengan membaca chat Nya.
" pagi Sinta "
"ini siapa " tanya Sinta karena profil Nya menggunakan foto latarbelakang kota.
" Frans " tulisan itu langsung muncul di layar ponsel Nya.
" hey ... pagi juga . " bales Sinta.
" mau kah kau menemaniku melihat lihat tempat yang bagus di kota ini " pinta Frans
" boleh, hari ini aku tidak ada acara" balas Sinta
"kalau begitu, nanti aku jemput sekitar jam 10: 00 wib . "
" baik, aku akan siap- siap " Sinta beranjak dari tempat tidur nya
__ADS_1
setelah membalas chat dari Frans, Sinta turun ke bawah dia mendapati keadaan rumah telah sepi karena jam sudah menunjukkan 08:30 . ibu fatim pun sedang berada di dalam kamar Nya. Sinta mengetuk pintu kamar Nya ibu fatim. " mah "
"masuk saja Sint" sahutan dari dalam kamar.
Sinta pun masuk. ia langkahkan kakinya ke arah ibu fatim yang sedang duduk di kursi .
"kamu sudah sarapan " tanya ibu fatim
" belum mah , nanti saja Sinta mau keluar " Sinta sudah duduk di samping ibu fatim.
" sama siapa " tanya ibu fatim.
" mah , nanti sore Sinta ingin bicara serius dengan Mama " Sinta menyenderkan tubuhnya ke tubuh ibu fatim.
" kamu kenapa? " ibu fatim mengelus rambut Sinta.
" enggak apa-apa mah, Sinta cuma lagi kangen sama orang tua Sinta aja " raut Sinta berubah menjadi sedih.
" papa sama Mama kamu sudah bahagia di alam sana, Mama akan selalu menyayangi mu seperti anak mama sendiri " ibu fatim mencoba menghibur. Sinta semakin memeluk erat tubuh ibu fatim, air mata Nya meluncur ke pipinya ibu fatim menyeka Nya dengan sayang.
__ADS_1
Sinta larut dalam suasana yang melow, kemudian ia ingat Sinta ada janji dengan Frans , Sinta pun naik keatas untuk berdandan secantik mungkin. suara bel pun berbunyi bi Ijah membukakan Frans sudah berdiri di depan pagar lalu masuk ke dalam.
Frans menyapa ibu fatim mengobrol sebentar sambil menunggu Sinta turun. Sinta pun turun , Frans terpukau dengan penampilan Sinta, Frans merasa Sinta yang ia lihat saat makan malam berbeda dengan Sinta yang ia lihat sekarang.
saat Sinta menuruni tangga mata Frans tak teralihkan menatap wajah Sinta dengan seksama. " apa sudah menunggu lama " ucap Dewi membuyarkan tatapan Frans.
" belum begitu lama " jawab Frans terkekeh.
Sinta dan Frans pun berjalan memasuki mobil dan melajukan mobilnya. " kita mau kemana " tanya Frans mengawali obrolan mereka di dalam mobil.
Sinta dan Frans pun memasuki sebuah mall terlengkap di Jakarta posisi Nya berjejer dengan gedung - gedung pencakar langit lainnya. Sinta mengajak Frans ke sebuah restoran karena Sinta tadi keluar dari rumah belum makan apapun sehingga perutnya keroncong. di dalam restoran Frans banyak mengajak Sinta mengobrol , Sinta pun menjawabi pertanyaan dari Frans sambil mengunyah makanan di meja dengan lahap Nya.
Frans pun merasa terhibur dengan sikap Sinta, menurut Nya Sinta sangat unik. setelah selesai makan Frans mengajak Sinta melihat lihat fashion show tidak jauh dari tempat mereka makan tadi. Frans membelikan Sinta sebuah boneka beruang yang sangat besar berwarna pink.
" kenapa kamu memberikan ku sebuah boneka ? " ucap Sinta manja wajah Nya terus berbinar karena pemberian Frans.
" supaya kalau kamu kangen pada ku kamu cukup memeluk boneka ini " jawab Frans menggombal
" apaan sih " jawab Sinta memukul kan boneka itu ke tubuh Frans. Frans pun tertawa lebar melihat tingkah Sinta yang menggemaskan.
__ADS_1