Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 54


__ADS_3

seusai acara pernikahan izul dan Rara , Reza sudah menyiapkan liburan ke Singapure yang sempat tertunda, Reza kini sudah mengetahui keberadaan Sinta di rumah mama nya sehingga Reza memesan tiket pesawat untuk Sinta juga.


Di hotel, Rara dan izul sedang menikmati malam pengantin mereka tanpa ada yang mengganggu.


sementara Reza kini lebih sering bolak balik ke rumah ibu fatim semenjak mengetahui keberadaan Sinta dan tentang ayah Sinta yang sudah meninggal membuat Reza semakin merasa bersalah.


Pagi -Pagi sekali Reza datang ke rumah mama Nya dengan membawa banyak bungkusan .


" assalamualaikum " ucap Reza yang kemudian masuk setelah di bukakan pintu Nya oleh BI Ijah dan mendapati Mama nya masih di dalam kamar, karena memang ini masih sangat pagi .


Reza mengetuk pintu kamar ibu fatim


"mah , mah ,"


terdengar suara pintu di buka


"Reza. " suara heran ibu fatim yang masih menggantung mukena setelah selesai sholat subuh


" pagi pagi sekali kamu sudah ada di sini " ibu fatim bertanya sambil berjalan ke kursi yang di depan kamar


"Iyah mah , Reza sengaja datang pagi-pagi , Reza mau ajak Mama sarapan bareng , ini Reza sudah beli bubur ayam di depan komplek . " jawab ibu fatim


" kamu beli banyak sekali nak, " ucap ibu fatim setelah mengecek plastik yang di bawa Reza

__ADS_1


" sekalian bi Ijah juga di itung kok mah , biyar bi Ijah tidak usah bikin sarapan lagi " jawab Reza yang mata nya terus menatap ke lantai atas


terdengar suara kaki dari tangga " pagi Tan , " sapa Sinta pada ibu fatim , meskipun ibu fatim sudah sering bilang kepada Sinta untuk memanggil Nya dengan sebutan mama tapi Sinta masih saja memanggil nya Tante


" sini sarapan sayang , Reza sudah bawa bubur ayam nih . " suruh ibu fatim yang sudah duduk di bangku meja makan


" baik Tan " jawab Sinta yang juga duduk di bangku meja makan


" Reza, kenapa kamu masih berdiri aja " tanya ibu fatim yang merasa ke heranan melihat tingkah Reza setelah kedatangan Sinta.


" mmm. baik mah " jawab Reza gugup


Reza dan Sinta kini duduk saling berhadapan sambil mengunyah bubur ayam, sesekali Reza menatap ke arah Sinta.


" baik mah , besok Reza mau mulai kerja " jawab Reza


meskipun Reza telah menghabiskan makanan Nya tapi Reza belum beranjak pergi dari tempat duduknya terus memperhatikan Sinta yang sedang makan, Sinta yang mengetahui dirinya tengah di perhatikan membuat Nya makan dengan gugup sehingga Sinta menjadi tersedak.


uhuk uhuk uhuk


suara Sinta sambil menutupi mulutnya , Reza yang sedang berada di depan Nya langsung menyodorkan air putih, kemudian langsung di minum oleh Sinta


" kenapa sayang " tanya ibu fatim yang berada di ruang santai sebelah meja makan

__ADS_1


"enggak apa-apa Tan , " jawab Sinta yang kemudian menyudahi makan Nya


"mah , hari ini kita keluar yuk " ajak Reza


"kemana za " tanya ibu fatim jalan menyamperi Sinta yang sedang menonton tv


"Reza mau nyari baju " jawab Reza


" oh iya sekalian , Mama juga mau belanja kebutuhan rumah yang sudah pada habis "


" Sinta kamu mau kan temenin mamah " tanya ibu fatim.


"baik Tan " jawab. Sinta


" Mama mau siap- siap dulu ya " ucap ibu fatim yang meninggalkan Sinta dan Reza berdua menonton TV.


Sinta yang menjadi gugup karena hanya berduaan saja dengan Reza hendak pergi ke atas , Sinta berdiri dan melangkah tetapi tangan nya di sentuh Reza membuat Sinta menghentikan langkahnya.


Reza tidak berbicara, hanya memegangi tangan Sinta. Sinta yang merasa gugup mencoba melepaskan sentuhan Reza, tapi di cegah Reza dengan memegang erat tangan Sinta.


" maaf " suara yang terlontar dari mulut Reza membuat Sinta menjadi lebih bingung.


" katakanlah apa kamu mau memaafkan ku " ucap Reza dengan wajah memelas

__ADS_1


__ADS_2