
jam menunjukkan pukul 04:30. Reza terbangun karena semalam ia ketiduran, kemudian Reza teringat sewaktu meninggalkan Sinta terlelap dalam mimpinya Sinta belum makan. di lihatnya Sinta juga berada di samping nya tertidur dengan pulas. dan tidak ingin membangun kan nya. Reza pergi ke kamar mandi. " huuuh segar sekali" ucap Reza yang sedang mandi meskipun masih sangat petang. setelah selesai mandi Reza sholat subuh Lalu setelah itu pergi ke arah dapur di lihatnya bi Susi sedang mengepel lantai. " pagi bi " sapa Reza.
" pagi juga tuan" ucap bi Susi.
" pagi - pagi sekali bibi sudah mengepel" tanya Reza heran.
" iya tuan, bibi memang suka mengerjakan nya saat tuan dan nyonya masih tertidur, agar bibi bisa mengerjakan pekerjaan yang lain" jawab bi Susi." jawab bi Susi.
" ooh ... " jawab Reza.
" bi, semalam Sinta makan malam atau tidak?" tanya Reza.
" semalam bibi sudah memasak tetapi tuan dan nona tidak keluar dari kamar. sehingga masakan nya bibi simpan di kulkas" terang bi Susi.
setelah mendengar penjelasan dari bi Susi Reza melangkah kan kakinya ke arah dapur. mengambil roti yang berada di meja membaluri nya dengan margarin kemudian membuat telor ceplok. roti itu di panggang bersama telor yang di ceplok tadi. dan membuat teh manis hangat. dan menyajikan nya di atas nampan, setelah siap Reza membawa nya masuk ke dalam kamar, di lihatnya Sinta masih terlelap dalam tidur nya.
" good morning cantik" bisik Reza di telinga Sinta.
Sinta terbangun tubuhnya menggeliat " mas " ucap nya dengan malas seperti masih mengantuk.
__ADS_1
Reza menyodorkan roti dan teh hangat yang telah di buat nya tadi. " ayo sarapan" ajak Reza.
" tapi aku belum mandi" ucap Sinta.
" tidak apa-apa, karena semalam Kamu tidak makan, jadi aku ingin kamu sarapan sekarang" balas Reza.
Sinta tidak bisa menolak keinginan Reza, karena Sinta bisa berbuat apa? mau lari mandi juga dia tidak bisa lari.
" buka mulut mu" perintah Reza duduk persis di samping Sinta.
Sinta pun membuka mulutnya, menikmati makanan yang di bawa Reza.
Sinta dan Reza pun mengunyah makanan nya dan saling balas senyuman. setelah itu Reza memandikan Sinta kemudian Reza bersiap-siap akan pergi ke kantor pagi ini.
"sayang apa tidak apa-apa aku tinggal ke kantor" Tanya Reza yang telah rapih mengenakan kemeja kotak -kotak bermotor biru beserta dan celana jeans juga sepatu fantofel membuat penampilan nya sangat memukau.
" tidak apa-apa mas, memang nya aku anak kecil " balas Sinta.
setelah pamit kepada Sinta, Reza melajukan mobilnya ke arah kantor. Reza pun seperti nya terjebak macet. dan sedikit telat datang ke kantor nya.
__ADS_1
" pagi pak" sapa Anwar saat Reza baru memasuki kantor nya.
Reza melangkah menuju ke ruangan nya, beberapa karyawan pun mengetahui bos nya kini telah masuk kembali. mereka bersiap-siap segera menyelesaikan laporan mereka.
suasana kantor menjadi sangat sepi, karena mereka sangat serius mengerjakan pekerjaan, mereka sangat takut sekali bos nya akan marah- marah jika tugas mereka belum selesai.
Tia datang ke dalam ruangan Reza membawakan segelas kopi. " pak kopi nya" ucap Tia.
Reza sedang sibuk dengan tumpukan berkas yang harus ia cek satu persatu, sejenak Reza menoleh ke arah Tia. " tunggu" ucap Reza saat Tia tengah hendak keluar dari ruangan Reza.
" teman kamu namanya siapa" Tanya Reza pada Tia.
" hah " Tia bingung siapa yang bos nya maksud itu.
" Amanda? " jawab Tia setelah berfikir.
" suruh dia masuk kerja lagi di sini " ucap Reza membuat Tia menjadi bingung.
" baiklah " jawab Tia kemudian pergi dari ruangan Reza.
__ADS_1
Tia pun senang mendengar Reza menyuruh Amanda untuk masuk kembali ke perusahaan bos nya itu dan sangat tidak sabar untuk segera memberi tahu Amanda setelah Tia pulang kerja.