
"sayang habis belanja, kita kerumah aku yah , papa sama Mama pengen ketemu, mumpung sekarang papa sama Mama aku sedang ada di rumah " ajak Anin pada Reza
" baik lah " jawab Reza
setelah selesai belanja, Anin dan Reza mengendarai mobil menuju ke rumah Anin.
" papa , ... " ucap Anin sambil berteriak dan berlari memeluk papa nya
"kamu kayak anak kecil aja, mana Reza" tanya pak Gunawan
"tuh di belakang " jawab Anin manja
"malem om , "ucap Reza menyapa pak Gunawan
" malem juga Reza , sini duduk nak " ajak pak Gunawan yang juga baru duduk
"mama mana pah " tanya Anin pada papa Nya
"lagi di dapur, katanya mau bikin minuman " jawab pak Gunawan
"yaudah Anin mau ke mama " izin anin sambil berlalu pergi ke dapur.
"gimana kabarnya Reza sedang sibuk apa sekarang " tanya pak Gunawan
__ADS_1
" baik Om , lagi sibuk di kantor aja " jawab Reza
" Reza kapan kamu sama Anin menikah , papa udah gak muda lagi dan Anin juga anak satu-satunya kami " tanya pak Gunawan
" iya om, Reza juga lagi ngajuin cuti pada kantor, setelah itu Reza mau urus acara pernikahan Reza sama Anin" jawab Reza
"gak usah nunggu cuti kalo boleh biyar semua om yang urus, biyar kalian cepet- cepet menikah " tawar pak Gunawan.
"nanti keluarga kamu suruh kesini melamar Anin " tambah pak Gunawan
"minum dulu pah " ucap Anin yang datang dari arah dapur menghentikan obrolan Reza dengan pak Gunawan.
"ini minum kamu sayang " ucap Anin pada Reza sambil meletakkan gelas di depan meja tepat Reza duduk.
karena jalanan yang begitu sepi Reza mengendarai mobil nya dengan cepat hingga Reza bisa cepat sampai ke rumah..
Reza rebahkan tubuh nya di atas ranjang, kemudian berfikir tentang permintaan ayah nya Anin yang menyuruh keluarga Reza datang melamar Anin.
"gimana gue bujuk mama, kak Dita dan kak Wati buat datang melamar Anin yah, sedangkan saat ini hubungan kami kurang baik " ucap Reza di dalam kamar sendirian hingga tertidur
kriring ...
suara handphone ibu fatim berbunyi
__ADS_1
"siapa yah pagi nelpon, mungkin itu Dita" gumam ibu fatim sambil mengangkat handphone nya
"hallo , assalamualaikum " suara ibu fatim
" waalaikumsalam mah , " jawab Dita
"Iyah Dita gimana " tanya ibu fatim balik
" setelah Dita dan Wati diskusikan Dita dan Wati putuskan tinggal di rumah mama, biyar mama selalu terpantau oleh kami" ucap Dita
" ooh syukur lah kalian mau menuruti keinginan Mama, trus kapan kalian pindah ke sini" tanya jelas ibu fatim
" nanti mah , hari Minggu aja pas libur kantor" ucap Dita
" oh gitu, yaudah mama tungggu kalian yah ," ucap senang ibu fatim
"iya mah , maaf Dita buru- buru ya mah Dita mau siap-siap ke kantor Dulu" suara Dita mengakhiri obrolan di handphone dengan mama nya
"Iyah Dita , hati -hati yah" pesan ibu fatim kemudian menutup telponnya.
"bi Ijah tolong bikin kan ibu teh hangat " ucap ibu fatim . mengawali hari nya dengan secangkir teh hangat
Sinta pun kini sudah bisa move on, Sinta tidak berlarut-larut lagi dengan kesedihan Nya, pagi ini Sinta berangkat ke kampus Nya dengan mengendarai ojek online.
__ADS_1