Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab. 76. apa kamu masih normal.


__ADS_3

pagi ini tiba giliran Amalia yang di jadwal kan berkencan dengan Reza, Amalia seorang foto model cantik dan kaya , entah apa motivasi nya mengikuti acara sayembara cinta itu. pagi itu Amalia memaksakan bangun pagi- pagi sekali untuk menyiapkan sarapan Reza, padahal biasanya dia bangun sangat siang.


" di mana tuan mu, kenapa belum juga keluar" Lia, nama itu biasa ia di panggil berteriak kepada pak Udin yang sedang memanaskan mobil milik Reza.


"sebentar lagi mungkin nyonya" pak Udin berusaha menjawab nya.


Lia berdiri di samping meja makan dengan sepiring nasi goreng di atas nya. Reza keluar dari kamar Nya dengan berpakaian sangat rapih sebuah kemeja biru polos di padu dengan celana jeans dan sepatu fantofel membuat penampilan nya semakin gagah.


langkah nya begitu dingin, tanpa berbasa-basi Reza duduk di meja makan dengan sepiring nasi goreng yang seperti nya telah di sediakan untuk nya. Reza memasukkan nasi goreng itu kedalam mulutnya. Reza menggeleng kan kepalanya menikmati makanan nya.


pak Udin menyaksikan tuan nya menikmati nasi goreng tersebut " apakah wanita ini yang akan jadi pemenang nya" gumam pak Udin dalam hati.


setelah Reza habis menyantap makanan nya, Reza berjalan ke dalam mobil yang telah di nyalakan, ia kemudikan mobil nya ke jalan raya menuju ke kantor nya. saat telah sampai di dalam kantor Reza mendapati Mama nya yang sedang duduk di kursi kantor Reza.


" Mama, kenapa Mama sampai datang kemari" ucap Reza kaget.

__ADS_1


" Mama sangat merindukan mu, bagaimana apakah ada yang cocok dengan kriteria mu?" pertanyaan ibu fatim mengalihkan ke hawatiran pada Reza.


" kalau Mama merindukan ku, kenapa Mama tidak menelpon ku saja? " Reza menghampiri Mama nya sedang terduduk di kursi nya .


" kenapa tidak menjawab pertanyaan Mama? " ibu fatim mengulangi pertanyaannya.


" apa " Tanya Reza seakan pura -pura tidak mengetahui nya. mata nya saling bertaut antara anak dan ibunya. ibu fatim menekan pandangan nya seakan mengharap Reza segera menjawab pertanyaan nya.


" baik lah" jawab Reza mengalah pada Mama nya. ibu fatim sangat menunggu anak nya itu segera mengucapkan sesuatu.


" Reza " ibu fatim kesal dengan jawaban anak nya.


" Mama sebenarnya bingung, jangan - jangan anak mama ini sudah tidak normal" ucap ibu fatim.


" apa maksud Mama" Reza berusaha membela diri nya.

__ADS_1


" sudah lah mama mau pulang dulu" ibu fatim berpura pura sedang marah dengan Reza karena belum menentukan pilihan nya.


" mah" Reza mencoba menahan Mama nya agar tidak pergi. tetapi langkah ibu fatim sudah sangat cepat melangkah kan kakinya keluar ruangan Reza.


ibu fatim melihat lihat ruangan di sekitar ia memasuki ruangan yang terletak tidak jauh dari ruangan kerja Reza. terlihat beberapa karyawan sedang mengerjakan pekerjaan nya masing-masing.


" karyawan di sini, rata - rata laki-laki, jelas saja Reza sangat susah mempunyai teman wanita" ucap ibu fatim berbicara sendiri meninggalkan kantor Reza. ibu fatim masuk ke dalam mobil nya yang di kemudikan oleh supir nya.


"shift " Reza memukul kursi yang di ruangan nya. Reza seakan kesal dengan perkataan Mama nya yang menganggap nya sudah tidak normal.


Reza menghempaskan tubuhnya ke kursi, pikiran nya pun berkecamuk tentang keinginan Mama nya untuk mempunyai pasangan.


Tia mengantar kan kopi untuk Reza. Tia meletakkan nya dengan sangat hati-hati.


" ini kopi nya pak " ucap Tia langsung pergi saat sudah meletakkan kopi nya di atas meja.

__ADS_1


" bahkan ucapan terimakasih saja sangat sulit sekali ia ucapkan" gerutu Tia dengan nampan yang ia pegang berjalan ke arah pantry.


__ADS_2