
Enam bulan setelah Reza dan Sinta menikah.
hari- hari mereka jalani dengan penuh kasih sayang, Reza masih terus melayani Sinta dengan baik. " mas apakah kamu tidak bosan selama aku menikah dengan mu aku tidak pernah melayani bahkan aku selalu saja merepotkan mu saja " ucap Sinta dengan raut wajah sedih. saat mereka melakukan makan malam berdua di rumah.
" kenapa kamu bicara seperti itu ? semua akan indah pada waktunya. aku akan selalu menunggu saat aku pulang dari kantor, kamu menghampiri ku dengan kedua kaki mu " ucap Reza menyemangati Sinta.
" semoga itu cepat terjadi ya mas " ucap Sinta penuh harap.
" aamiin ... hari itu pasti akan datang" ucap Reza
" apakah kamu mau ke kamar ? " Tanya Reza setelah makan malam selesai.
"iya aku ingin ke kamar, apakah mas akan lembur lagi di ruang kerja malam ini? "
" tidak . hari ini aku sangat lelah, pekerjaan di kantor sangat banyak, jadi malam ini aku ingin beristirahat, maaf ya sayang akhir- akhir ini aku lebih banyak menghabiskan waktu ku di kantor sehingga aku jarang sekali memperhatikan mu " ucap Reza mendorong kursi roda Sinta masuk ke dalam kamar.
" tidak apa-apa, aku mengerti akan kesibukan mu " balas Sinta yang telah duduk di atas ranjang yang di bantu Reza.
Reza pun menyusul duduk di samping Sinta. kemudian menyelimuti tubuh Sinta dengan selimut. Sinta memegang tangan Reza yang tengah berada di depan nya memegangi selimut.
" mas, apakah kamu mencintai ku " tanya Sinta.
" pertanyaan macam apa itu " jawab Reza sambil mengunyel-unyel hidung Sinta.
" lalu kenapa sampai sekarang kamu belum menunaikan kewajiban mu sebagai seorang suami, apa karena aku lumpuh " ucap Sinta.
Reza terdiam memikirkan jawaban kepada Sinta. " karena aku takut menyakiti kaki mu, aku tidak mau hanya karena nafsu ku sehingga aku tidak memikirkan keadaan mu " Reza mengecup kening Sinta .
" maaf kan aku yang banyak memiliki kelemahan sebagai wanita, bahkan aku tidak bisa melakukan hal yang bisa membuat mu bahagia dan aku selalu saja merepotkan mu" air mata Sinta tiba-tiba menjatuhi pipinya.
" sstttt..." Reza menutup mulut Sinta dengan satu jari nya.
" jangan bicara lagi , mari kita tidur dan bermimpi dengan indah " tambah Reza memeluk Sinta kemudian merebahkan tubuhnya dengan menghadap Sinta. memeluknya dengan erat dan terus menciumi rambut Sinta, mereka pun kemudian terlelap dalam tidur.
pagi - pagi sekali hari Reza sudah mengendarai mobil, meninggalkan Sinta yang masih tertidur. karena pekerjaan nya yang sangat banyak membuatnya harus berada di kantor dengan sangat pagi.
Reza pun telah sampai di kantor dan mendapati Amanda sedang merapikan kantor. kini di dalam kantor itu hanya ada Reza dan Manda saja karena para karyawan yang lain belum pada datang.
" pagi pak " sapa Manda.
" pagi juga, buat kan aku kopi yah " Reza memerintah Manda office girl. kini Reza telah berhubungan baik dengan para karyawan nya semenjak menikah dengan Sinta. Reza berubah sikap nya menjadi lebih ramah dengan para karyawan nya sekarang.
" baik pak " Manda penuh semangat dia berjalan dengan penuh gembira seperti anak- anak yang habis di beri uang jajan yang sangat besar. membuat Reza menggeleng kan kepalanya melihat bawahan nya itu.
__ADS_1
" hei.. " ucap Reza dengan spontan.
" kalau jalan pelan- pelan saja, kalau kamu sampai jatuh bagaimana" saran Reza membuat Manda tersenyum.
" hehehe... udah biasa seperti ini pak " jawab Manda pergi ke arah pantry. Reza pun berjalan menuju ke ruangan nya.
Manda masuk ke ruangan Reza" ini pak kopi nya " Manda meletakkan nya di atas meja Reza.
" terimakasih " ucap Reza.
" sama -sama Pak" balas Manda yang setelah itu ia meninggal kan ruangan Reza.
waktu pun berlalu kini para karyawan sudah pada datang dan mengerjakan tugas mereka masing-masing. Anwar memasuki ruangan yang juga merangkap sebagai asisten pribadi Reza. " pak, hari ini kita akan bertemu investor dari Korea" ucap Anwar menerangkan schedule Reza hari ini.
" baiklah cari penerjemah bahasa Korea" perintah Reza .
" baik Pak" ucap Anwar yang pergi meninggalkan ruangan Reza. Reza melanjutkan pekerjaan nya dengan tumpukan berkas usaha properti yang di bangun bersama adiknya maju dengan pesat.
tok tok tok..
suara pintu ruangan kerja Reza
" masuk " ucap Reza, yang kemudian muncul lah Anwar dan Manda secara berbarengan karena Manda hendak mengantar kan ketoprak yang di pesan Reza, Manda membeli nya di depan dekat kantor.
"pak, sudah aku telfon Beberapa perusahaan jasa penerjemah bahasa asing dan pagi ini untuk penerjemah bahasa Korea sedang kosong. karena mereka sudah di booking perusahaan lain " terang Anwar yang juga Manda ikut mendengarkan nya.
" aku bisa pak jadi penerjemah bahasa Korea" ucap Manda. Reza dan Anwar menatap Manda dengan bingung seolah tidak percaya OG nya bisa berbahasa Korea.
" kenapa menatap ku seperti itu" ucap Manda
" kamu yakin, kamu bisa berbahasa Korea? " tanya Anwar.
" tentu saja aku bisa pak" balas Manda.
" baiklah, kamu tunggu di luar dulu nanti aku panggil." perintah Reza. Manda pun keluar ruangan.
Reza kemudikan mendiskusikan nya bersama Anwar.
" bagaimana" tanya Reza pada Anwar.
" mau bagaimana lagi, tidak ada jalan lain selain kita mencoba nya" jawab Anwar.
" baiklah, kamu sekarang dandanin Manda sehingga penampilan nya tidak memalukan" perintah Reza, Anwar kemudian pergi meninggalkan ruangan Reza, kemudian pergi ke pusat perbelanjaan terdekat untuk membelikan Manda baju yang pantas. setelah itu Anwar balik lagi ke kantor nya.
__ADS_1
" pakailah dan berdandan yang rapih jangan sampai kamu mempermalukan perusahaan ini" ucap Anwar di dalam pantry menemui Manda, menyodorkan sebuah paper bag.
Anwar kemudian memasuki ruangan Reza.
" semua sudah di urus pak, dan beberapa menit lagi kita akan menemui para investor itu di sebuah hotel " Anwar menerangkan nya agar Reza segera bersiap-siap. Anwar meninggalkan ruangan Reza.
setelah beberapa menit Reza keluar dari ruangan dan menunggu manda segera menyusul. " mana Manda" tanya Reza pada Anwar yang sudah berada di lobby kantor.
" pak " Manda melambaikan tangan nya dari arah belakang.
" hei cepat lah " ucap Anwar, Reza di samping Anwar terus menatapi Manda yang saat itu sangat cantik mengenakan pakaian yang di belikan oleh Anwar. Reza menganga membuat tangan Manda melambai- lambai di depan wajah Reza berusaha menyadarkan pandangan Reza.
Reza pun tersentak kemudian melanjutkan langkahnya. bergegas menuju ke arah depan kantor yang sudah terdapat sebuah mobil menunggu mereka. Anwar pun masuk ke dalam, memegang kendali stir. Manda pun duduk di belakang dan Reza berada di samping Anwar.
saat di dalam mobil, Manda tidak mau berhenti berbicara bahkan ia mengatakan bagaimana ia bisa berbicara bahasa Korea karena dulu Manda ada niatan untuk pergi jadi TKW di Korea. padahal saat itu Reza atau Anwar tidak ada yang bertanya.
mereka pun sampai di hotel tempat mereka berjanji untuk bertemu dengan investor dari Korea itu. kemudian masuk ke dalam hotel dan di sebuah ruang pertemuan yang berada di dalam hotel telah duduk dua orang.
" pak Kim Hyun " Tanya Anwar memastikan orang itu klien nya atau bukan.
" yes " jawab Kim Hyun. membuat Reza, Anwar dan Manda duduk bergabung dengan mereka.
" anyongaseo" sapa Manda menggunakan bahasa Korea dengan menundukkan badan nya. mereka pun kemudian berbincang dengan cukup lama. setelah selesai mereka kembali lagi ke kantor dan menunggu jawaban dari investor Korea itu apakah mereka akan menginvestasikan uang nya ke perusahaan Reza atau jawaban mereka sebaliknya. Reza dan Anwar pun melanjutkan pekerjaan mereka sampai selesai.
senja di sore hari terlihat warna langit berwarna kemerahan di sana Reza sudah berada di dalam mobil, sedang mengendarai nya sendirian. Reza menambah kecepatan mobilnya karena sore itu terlihat jalanan begitu lengah. " tumben sekali jalan hari ini tidak macet. biyasanya ketika jam kantor jalanan ini macet" ucap Reza sedari melihat sekeliling jalan. kemudian Reza mengerem mendadak karena merasa telah menyerempet seorang pengendara motor.
Reza keluar memastikan nya dan terlihat seorang wanita yang mengendarai motor sedang duduk di tepi jalan karena motor yang di kendarai nya telah di serempet mobil Reza.
" maaf " ucap Reza berusaha menolong wanita itu, Reza kemudian mencoba melihat wajah wanita itu.
" Anin " ucap Reza kaget.
" au " Anin mengeluh kesakitan di pergelangan tangan nya.
" apa kamu tidak apa-apa?" tanya Reza.
" au sakit " Anin terus mengeluh kesakitan.
" apa luka nya serius, apa aku harus membawa mu ke dokter" tawar Reza dengan panik.
" tidak apa-apa mas" jawab Anin.
" tidak, cepat masuklah masuk kedalam mobil, aku akan membawa mu ke dokter " ucap Reza sambil membereskan motor Anin yang tergeletak. mereka kemudian mengendarai mobil menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
*****************
jangan lupa like dan vote nya. terimakasih sudah mau membaca .