
Reza mengemasi barang-barang Sinta di bantu bi Ijah , Reza tidak mengemasi barang-barang milik nya karena lebih banyak di rumah nya. setelah itu Reza dan Sinta pamit kepada ibu fatim, seperti biasa Reza mengakat tubuh Sinta masuk ke dalam mobil, ibu fatim menyaksikan dari pintu, Reza yang begitu sabar melayani Sinta sehingga mata nya mulai berkaca-kaca.
Sinta melambaikan tangan nya kepada ibu fatim, ibu fatim pun membalas nya.
" hati hati " pesan nya.
mobil Reza sudah berada di tengah jalan raya berjibaku dengan mobil lainnya. sesekali tangannya meraba tangan Sinta. memegang nya dengan erat seperti sangat gemas dengan tangan istrinya itu.
" mas.. " ucap Sinta
" hemmm" balas Reza.
" kamu tidak malu, punya istri cacat seperti aku " Tanya Sinta menatap kaca depan menyaksikan mobil-mobil di depan nya saling menyelip.
" tidak " jawab Reza dengan enteng.
Reza menepikan mobilnya ke sebuah restoran yang ada fasilitas Drive thru nya. memesan makanan untuk saat di rumah nanti. setelah itu melanjutkan kembali mengendarai mobil menuju ke rumah.
Reza pun telah sampai di depan rumah.
" pak Udin" teriak Reza.
" iya tuan " pak Udin datang menghampiri Reza yang masih di samping mobil hendak mengangkat tubuh Sinta.
__ADS_1
" tolong bawakan barang -barang di belakang" suruh Reza. pak Udin pun langsung menuruti perintah tuan nya itu. membawa nya masuk ke dalam kamar.
" selamat ya tuan, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah" ucap pak Udin saat memasuki rumah.
" ia pak.... terimakasih atas doa nya" ucap Sinta membalas ucapan pak Udin.
" pak Udin tolong jemput bi Susi di rumah Sinta, bi Susi nanti akan membantu pak Udin di sini, pak Udin tahu kan alamat nya." ucap Reza. sambil mengeluarkan barang milik Sinta.
" aku tidak tahu tuan, karena aku belum pernah kesana " jawab pak Udin.
" baiklah nanti aku chat alamat nya" Reza menyerahkan kunci mobil nya.
pak Udin keluar rumah dan masuk ke dalam mobil, melajukan nya untuk menjemput bi Susi.
" mas , apa tidak sebaiknya nanti menunggu bi Susi aja yang merapikan baju ku " ucap Sinta merasa segan karena Reza sibuk mengurus bawaan milik nya.
" tidak apa-apa sayang, apa kamu capek dan ingin berbaring di ranjang" tawar Reza.
" tidak aku mau di sini saja" jawab Sinta yang enggan mengganggu Reza yang tengah sibuk.
setelah selesai membereskan pakaian Reza mengajak Sinta makan . memakan makanan yang tadi sudah Reza beli di restoran. Reza mengeluarkan makanan ke atas piring. mereka pun makan bersama, Reza menambah kan porsi makanan milik nya ke dalam piring Sinta " makan yang banyak yah "
" kenapa di tambah lagi, ini kan masih banyak " ucap Sinta.
__ADS_1
" makan lah yang banyak " ucap Reza serius. Sinta pun menuruti nya melahap makanan nya penuh semangat dan menghabiskan nya.
terdengar suara mobil di depan rumah " seperti nya pak Udin sudah datang " ucap Reza.
" assalamualaikum " ucap bi Susi menghampiri nona dan tuan nya di meja makan.
" sudah sampai bi, sini makan dulu " tawar Sinta.
" terimakasih nona, tadi aku sudah makan jadi sekarang aku masih kenyang " ucap bi Susi.
" oh iya mas, kamar bi Susi di mana ? " Tanya Sinta pada Reza.
" pak Udin nanti akan memberi tahukan" jawab Reza yang telah selesai makan.
" pak Udin, tunjukkan kamar bi Susi" perintah Reza saat pak Udin baru memasuki ruangan.
" baik tuan,"
" ayo kemari" ajak pak Udin kepada bi Susi menuju ke kamar yang letaknya dekat kamar nya. bi Susi pun izin pamit kepada Sinta dan Reza.
" baiklah " bi Susi mengikuti pak Udin di belakang.
setelah makan Reza masuk ke dalam ruangan kerja nya. sudah beberapa hari ini ia libur, Reza membuka laptopnya dan mengecek beberapa berkas yang di kirim dari kantor. Reza cukup lama berada di kamar nya. membuat Sinta meminta bantuan kepada bi Susi untuk membantu nya mandi, setelah itu Sinta berbaring di atas ranjang, sambil menunggu Reza. tetapi Reza masih sibuk di ruang kerjanya membuat Sinta tertidur dengan lelap.
__ADS_1
Reza keluar dari kamar dan mendapati beberapa lampu sebagian di matikan oleh pak Udin, ia melihat jam dinding yang berada di ruang keluarga menunjukkan pukul 23:00. Reza pun masuk ke dalam kamar nya dan mendapati Sinta tertidur dengan pulas. Reza naik ke atas ranjang merebahkan tubuhnya tangannya bermain - main di wajah Sinta. mengecup kening Sinta dengan mendalam. lalu Reza pun ikut tertidur dengan mendekap tubuh Sinta.