Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 77. selalu mengacaukan.


__ADS_3

Reza pulang dari kantor nya, dengan keadaan begitu lelah. ia sudah memasukkan mobil nya ke dalam garasi. Reza melihat penampakan Lia yang masih berada di dalam rumah nya.


" kenapa aku sangat malas sekali melihat wanita- wanita itu selalu mengikuti ku" gerutu Reza saat masuk ke dalam rumah nya, melempar tas kerjanya ke sembarang arah.


"selamat malam, mas Reza. mau di buat kan menu apa untuk makan malam ini" ucap Lia dengan genit nya.


" kenapa kamu masih di sini, cepat pulang lah aku tidak suka melihat mu" ucap Reza dengan nada keras kepada Lia.


Lia terkaget dengan ucapan Reza, biyasanya dia selalu di perebutkan oleh para lelaki. baru kali ini ada seseorang lelaki yang tidak menginginkan nya.


" seperti nya, kamu ini. laki-laki tidak normal" ucap Lia membalas ucapan Reza yang keras itu. Lia pun meninggalkan rumah Reza.


"penampilan nya juga biyasa saja, kalau aku tidak menginginkan hadiahnya aku juga malas mengikuti acara ini" gumam Lia


Reza semakin geram mendengar ucapan dari Lia yang sama sekali tidak Reza kenal.


" bagaimana dia bisa bicara seperti itu. sementara aku sama sekali tidak mengenal dia itu siapa"


"arrrgghhh... aku benci acara perjodohan ini" Reza marah -marah sendiri. pak Udin melihat nya, ia tidak ingin mengganggu tuan nya terlebih dahulu. dan menunggu nya untuk tenang.


Reza kemudian masuk ke dalam kamar nya meregang kan otot-otot nya yang kaku akibat kelamaan duduk di kantor. Reza pun tidak keluar kamar nya sampai mentari masuk ke celah jendela kamar nya.


mood nya sangat jelek pagi ini untuk Reza, ia masih bermalas - malasan di tempat tidur.


jam sudah menunjukkan jam 07:00 wib biyasanya jam segitu Reza telah berada di kantor nya. tapi hari ini dia belum keluar dari kamar nya.


jadwal wanita yang berkencan hari ini ialah Amanda. Amanda Pagi- pagi sudah membereskan rumah Reza yang besar itu, mengelap dan mengepel semua ruangan.


suara kucuran air dari dalam kamar mandi yang letaknya bersebelahan dengan kamar Reza. Amanda pun berusaha memeriksa nya, dan kran itu seperti bocor, Amanda memanggil nama pak Udin yang sudah berkenalan dengan nya saat Amanda memasuki rumah Reza.

__ADS_1


" pak Udin, kran nya bocor" teriak Amanda dari kamar mandi. pak Udin yang sedang berada di taman belakang menyiram tanaman membuat nya tidak mendengar teriakkan Amanda dari kamar mandi.


kran nya pun semakin mengeluarkan air yang besar, Amanda pun semakin panik ia memegang kran tersebut berusaha menutup nya agar air tidak keluar tetapi malah kran itu terputus dari gagangnya. " bagaimana ini, tolong " ucap Amanda yang baju nya telah basah.


mendengar teriakkan dari kamar samping, Reza terbangun dan langsung menghampiri asal suara tersebut. Reza masuk ke dalam kamar mandi dia di kagetkan dengan derasan air yang keluar dari kran dengan di pegangi Amanda.


Reza memegang kran nya dengan di depan nya juga berada Amanda yang sedang menutupi nya, Reza sangat panik dan hanya asal menutup, kini tangan Reza dan tangan Amanda saling bersentuhan menutupi derasnya air. Amanda terkaget dengan sentuhan itu, tubuh kecil nya menghempaskan sentuhan Reza sehingga tubuh Reza terjengkang ke lantai kamar mandi.


" siapa kamu" ucap Amanda. air di kamar mandi pun keluar dengan sangat deras membasahi kedua nya. saat tangan mereka lepaskan air pun semakin membesar.


kini keduanya pun merasakan air yang besar itu mengguyur tubuh mereka berdua di kamar mandi yang sempit.


" aku yang harus nya bertanya, kamu ini siapa sudah melakukan kekacauan di rumah ku " ucap Reza marah dengan badan yang basah kuyup keluar meninggalkan Amanda.


" pak Udin" Reza teriak dengan begitu kencang nya. sampai membuat pak Udin lari menghampiri tuan nya yang berteriak itu.


" ada apa tuan" Tanya pak Udin.


tanpa banyak bertanya pak Udin langsung menuruti perintah Reza. air pun telah di matikan.


Amanda keluar dari kamar mandi dengan basah kuyup berdiri di hadapan Reza.


" siapa dia " tanya Reza pada pak Udin yang telah berdiri di samping nya.


" dia wanita yang selanjutnya tuan" jawab pak Udin. mendengar jawaban itu Reza menghela kan nafasnya berat.


" pagi - pagi sudah melakukan kekacauan" ucap Reza menghampiri Amanda. Reza berdiri di samping Amanda dan memperhatikan wajah Amanda.


" kamu " ucap Reza kaget. ternyata Amanda OB yang sudah ia pecat dahulu.

__ADS_1


" dimana mana kamu selalu membuat kekacauan" ucap Reza.


" pak, aku tidak membuat kekacauan justru aku yang berusaha menutupi kran yang sudah bocor sendiri itu" jawab Amanda tidak terima.


" anak kecil ini selalu saja menjawabi ucapan ku" gumam Reza.


" sudah tuan jangan marahi nona ini, kasihan dia masih basah kuyup, apa tidak sebaiknya nona ini suruh ganti baju dulu" ucap pak Udin berusaha menengahi.


Reza pun pergi ke kamarnya untuk mengganti baju nya yang juga basah. pak Udin pun pergi memperbaiki kran nya.


Amanda berganti baju, yang di berikan dari pak Udin. karena Amanda tidak membawa baju ganti. setelah selesai berganti baju. Amanda menyiapkan sarapan, menu sarapan nasi goreng menjadi ke harusan sesuai dengan perintah izul.


di letakkan nya dua piring nasi goreng di atas meja makan. Reza pun duduk dan menyantap nasi goreng yang di buat Amanda.


" pak, bapak juga makan lah , masih ada satu lagi" Amanda menyuruh pak Udin duduk menyantap nasi goreng.


" tidak nona, tidak usah" ucap pak Udin seperti takut dengan Reza, saat menatap mata Reza, pak Udin mendapatkan izin dari nya, dengan sebuah anggukan pelan.


pak Udin pun duduk di samping menyantap nasi goreng.


kedua nya begitu menikmati sarapan itu, Reza tidak menyisakan sedikit pun di piring Nya.


mata pak Udin pun saling bertautan dengan Reza seakan saling berbicara dalam hati.


" bagaimana kamu sampai bisa mengenal keluarga ku " tanya Reza dengan ketus kepada Amanda. yang merasa heran mantan OB nya bisa menjadi salah satu wanita yang di kenalkan oleh Mama nya itu.


Amanda terdiam tidak menjawab pertanyaan dari Reza, karena sesuai perjanjian dengan izul para peserta tidak boleh membocorkan tentang sayembara cinta itu.


" kenapa hanya diam" ucap Reza.

__ADS_1


Amanda pun sangat kesal. ternyata, orang yang ingin ia rebut hati nya justru orang yang ia benci karena telah memecat seenak hati nya. Amanda ingin pergi mengakhiri kencan nya itu. tetapi sejenak ia memikirkan tentang hadiah yang ia akan dapat untuk melunasi hutang nya pada tetangga dan teman nya.


__ADS_2