
setelah Frans membelikan Sinta sebuah boneka , Sinta dan Frans pun pulang, Frans mengantar kan Sinta sampai di depan garasi ibu fatim.
" sampai kan salam ku untuk Tante fatim " ucap Frans saat Sinta sudah turun dan berdiri di samping mobil.
"baiklah, hati - hati di jalan Frans " Sinta menjawab lalu melambaikan tangan Nya pamit masuk ke dalam kepada Frans, Frans pun membalas Nya dan berlalu pergi meninggalkan kediaman ibu fatim.
Sinta melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah, ia langsung masuk karena pintu tidak terkunci, Sinta mendapati ibu fatim sedang duduk di kursi samping teras belakang, melihat tanaman dan bunga-bunga, terasa sore itu angin Nya begitu sepoy - sepoy membuat suasana hati begitu nyaman.
" assalamualaikum mah" ucap Sinta membuat pandangan ibu fatim teralihkan pada Sinta, Sinta pun mencium tengkuk ibu fatim
" waalaikumsalam, sudah pulang nak " sapa ibu fatim membalas ucapan Sinta yang terlihat Nya begitu kerepotan membawa barang.
" apa itu Sinta " menunjuk sesuatu yang di pegang Sinta.
" ini boneka dari Frans mah " Sinta menyodorkan boneka beruang berwarna pink yang sangat besar.
" Frans baik sekali " puji ibu fatim.
__ADS_1
" mah " suara manja Sinta
" ada apa sayang " ibu fatim ingat sebelum Sinta hendak pergi dengan Frans Sinta ingin berbicara serius. mungkin ini yang di maksud Sinta . gumam ibu fatim dalam hati.
" seperti Nya Sinta ingin melanjutkan kuliah Sinta "
" apa kamu yakin kamu sanggup " ibu fatim menghawatirkan keadaan Sinta yang dulu pernah depresi.
" Sinta sanggup mah , lagian juga Sinta sangat bosan berdiam diri di rumah " terang Sinta
" boleh saja, kalau di rasa sanggup , mama tidak akan melarang kamu " ibu fatim merestui keinginan Sinta.
" tapi... nanti kamu sendiri apa tidak takut " Sinta mendengar jawaban dari ibu fatim seketika itu raut wajahnya berubah menjadi sedih teringat kedua orang tua nya yang telah tiada. Sinta tidak langsung menjawab ucapan ibu fatim, ia juga bingung harus tinggal di rumah Nya seorang diri tetapi ia juga tidak ingin terus terusan berada di rumah ibu fatim di tambah lagi dengan kejadian semalam. Reza yang tiba-tiba menyosornya.
sejenak Sinta berfikir mencari solusinya. " Sinta akan meminta saudara bi Ijah buat tinggal bersama Sinta dan menemani Sinta. kata itu terucap dari mulut Sinta.
" baiklah kalau seperti itu Mama mengizinkan" ibu fatim memegang tangan Sinta dan mengelus nya. Sinta mendapatkan sentuhan hangat dari ibu fatim langsung memeluk ibu fatim manja.
__ADS_1
\
Di dalam kantor, Reza dan izul sedang membicarakan pekerjaan , mereka sepakat membagi pekerjaan mereka berdua , izul juga sebenarnya kewalahan menangani pekerjaan di perusahaan peninggalan papa nya itu. berkat kerja keras izul usaha properti yang di bangun ayah nya berkembang pesat hingga usaha properti nya kini makin meluas dan memiliki anak cabang di mana- mana. beberapa ruko- ruko elite yang berada di Jakarta , juga perumahan perumahan yang sekarang sedang berjamur di kota -kota penyangga ibukota telah di bangun oleh the sultan grup. nama perusahaan mereka.
meskipun usia izul di bawah Reza tetapi karena Izul yang terlebih dahulu terjun meneruskan usaha milik papa Nya itu, maka posisi izul di atas Reza. izul terkenal sebagai CEO muda yang sukses.
Reza merasa minder dengan posisi izul , kini Reza baru benar-benar menyesali tindakan Nya dahulu yang meninggalkan keluarganya demi seorang wanita yang kini wanita itu mencapakkan Nya.
setelah Sinta pindah ke rumah nya yang dahulu ia tempati bersama keluarga Nya.
hari hari Reza terasa semakin sepi. sikap Reza yang tidak terlalu berpengalaman dalam hal urusan merayu wanita membuat Nya tidak memiliki pasangan. dahulu saja saat pak sultan masih hidup, Reza tidak pernah pacaran dengan seorang wanita, Reza lebih sibuk menunggu cinta pertama nya saat SMA yaitu Anindya
usia Reza yang kini sudah berkepala empat membuat Nya minder jika keluarga Nya memperkenalkan Nya dengan seorang wanita. saat weekend Reza lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar, tidur atau mendengarkan musik.
__ADS_1
**********************
terimakasih untuk yang selalu setia membaca tulisan ku, aku yang sebagai seorang penulis pemula, merasa senang, meskipun yang me like bisa di hitung dengan hitungan jari, berbeda dengan tulisan seorang penulis mahir mendapatkan jutaan like dari para pembaca Nya.