Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 89. telah tau rasa nya.


__ADS_3

pagi hari Sinta terbangun dan mendapati dirinya tidak mengenakan pakaian sehelai pun. Sinta terkaget di raihnya sebuah selimut di sampingnya di tarik dengan kuat untuk menutupi bagian tubuhnya, tetapi malah terlihat Reza yang juga bertelanjang tidak mengenakan apapun. Sinta berteriak saat di lihat bagian penting Reza dengan gamblang, dan terpampang jelas.


teriakkan Sinta membangun kan Reza. " ada apa sih " ucap Reza yang sangat begitu menikmati tidur nya.


" itu.... aku takut. " ucap Sinta menyembunyikan setengah wajah nya di balik selimut.


" takut apa " ucap Reza masih terheran.


" itu.... " Sinta menunjukkan mata nya kearah bagian penting Reza. Reza melihat mata Sinta dan mengamati kemana arah mata sinta tertuju sehingga dia sangat ketakutan itu. kemudian Reza menelusuri arah mata sinta tertuju pada dekat letak kakinya.


" astaga " Reza pun ikut terkaget dan juga segera menarik selimutnya berbagi dengan Sinta dan menutupi nya sebagian dengan selimut.


Reza dan Sinta jalan bersama dan berbagi selimut untuk menutupi tubuh mereka ketika mereka berjalan ke arah kamar mandi. gerak langkah Sinta sedikit terganggu karena Reza terus menarik nya. " mas pelan - pelan dong aku sakit ni " ucap Sinta.


Reza malah terus menggoda Sinta, dengan sesekali mendekapnya kemudian melepaskan nya kembali. " mas, sudah jangan bercanda terus, nanti kamu telat datang ke kantor loh " ucap Sinta.

__ADS_1


Reza dan Sinta pun mandi bersama setelah selesai berdandan dan telah mengenakan pakaian yang lengkap sinta keluar dari kamar terlebih dahulu, Sinta berjalan ke arah dapur untuk membuat kan Reza secangkir teh manis.


setelah Sinta meletakkan nya di atas meja makan Reza keluar dari kamar nya. " makanan nya sudah siap mas, ayo kemari " ajak Sinta yang saat itu Reza masih mematung berdiri di depan pintu kamar memperhatikan gerak- gerik Sinta.


Reza pun berjalan menghampiri meja makan dan menyantap makanan yang di hidangkan Sinta. setelah itu Reza pergi ke kantor, langkah nya sangat berat. saat telah sampai di depan garasi rumah Reza kembali lagi. " kenapa mas kembali lagi, apa ada yang ketinggalan? " Tanya Sinta yang telah membereskan piring kotor.


tanpa ada kata apapun Reza memeluk tubuh Sinta dari belakang. " kamu lupa sesuatu sayang" Reza mencium tengkuk lehernya Sinta. Sinta terkaget dengan sentuhan lembut Reza. " jangan di sini mas, nanti ada yang lewat" Sinta berlari ke arah kamar nya seakan takut akan dekapan Reza.


Reza pun menyeimbangi langkah Sinta, Reza dengan cepat menerkam tubuh Sinta, dan menghujami nya dengan beberapa ciuman. " sudah mas, bukan nya kamu mau ke kantor, nanti kamu telat loh. " ucap Sinta dengan meracau mencoba menghentikan permainan Reza.


" ada apa pak " tanya Anwar.


" bagaimana investor dari Korea itu apakah mereka mau bergabung dengan perusahaan kita " tanya Reza.


" mereka setuju pak menanam kan saham di perusahaan kita, kemarin aku lupa menghubungi bapak" jawab Anwar.

__ADS_1


" baiklah, panggil kan Manda untuk membuat kan aku kopi.. setelah pulang kantor kamu ajak Manda untuk merayakan keberhasilan ini " ucap Reza .


" baik pak " ucap Anwar kemudian pergi ke luar ruangan Reza. setelah beberapa menit Manda datang dengan membawa secangkir kopi pesanan bos nya itu.


" ini pak, kopi nya" Manda meletakkan nya di atas meja.


" terimakasih" balas nya yang sedang memegang pulpen dan memainkan nya.


" apa Anwar sudah memberi tahu mu " tanya Reza.


" sudah pak, rencananya kita akan merayakan nya di mana pak " tanya Manda.


dia ini selalu saja banyak bicara. gumam Reza.


" ya nanti lah Anwar yang memilih tempat nya " jawab Reza.

__ADS_1


__ADS_2