
sebelum malam hari tiba, Reza sudah kembali ke rumah membuat pak Udin merasa terheran" cepat sekali tuan kencan nya" sindir pak Udin saat membuka kan garasi mobil.
muka Reza terlihat kesal saat pak Udin menanyai nya seperti itu. " pak, buatkan aku kopi" suruh Reza saat dirinya sudah masuk ke dalam rumah.
" baik tuan " jawab pak Udin. pak Udin masuk ke dalam dapur dan membuat kopi yang di minta tuan nya itu.
" ini tuan, sudah jadi" pak Udin meletakkan nya di atas meja saat Reza masih berada di dalam kamar nya sedang mengganti pakaian nya.
Reza duduk di kursi sambil menonton acara sepakbola di televisi " pak tetap lah di sini temani aku " ucap Reza mencegat langkah kaki pak Udin saat pak Udin melangkah kan kakinya ke arah dapur. pak Udin duduk di samping Reza dengan kursi yang berbeda.
"tuan, kenapa kencan nya sebentar sekali" pak Udin mengawali obrolan malam mereka.
" karena dia tidak bisa memasak" jawab Reza
__ADS_1
" memang kriteria wanita tuan harus yang pintar memasak? " tanya pak Udin.
" Iyah, dia harus yang pintar memasak seperti Sint.... " sebelum Reza melanjutkan perkataannya, suaranya terhenti saat tersebut nama sinta.
" apa tuan, masih mencintai nona Sinta" tanya pak Udin.
" aku masih mencintai Sinta pak, tetapi aku hanya memberi luka pada nya. kalau saja waktu dapat di putar kembali. aku tidak ingin bertemu dengan mantan istri ku. aku dulu salah tidak memilih Sinta, bahkan keluarga ku dulu sangat menginginkan aku bisa bersama Sinta, hingga aku menolak nya dan sangat melukai hati papa ku hingga membuat nya pergi untuk selama - lamanya. " Reza menetes kan air mata saat dia mengingat papa nya. tuan sultan.
"apakah masakan nona Sinta sangat enak tuan" Tanya pak Udin penasaran.
" seenak itu kah masakan nona Sinta " pak Udin di buat nya semakin penasaran.
" bukan kah , nona Sinta belum menikah. kenapa Anda tidak berusaha mengejar nya" saran pak Udin
__ADS_1
" pada suatu malam aku berbuat kesalahan saat Sinta tinggal bersama di rumah Mama ku, aku menyesal dan aku sendiri malu jika aku hadapkan wajahku di hadapan sinta, atas dosa - dosa ku dulu dan sekarang aku pun melukai nya kembali. aku lebih menginginkan dia bahagia bersama orang lain, setidaknya dia tidak mendapatkan lelaki brengsek seperti diri ku " Reza semakin membuka cerita lama nya kepada pak Udin.
" kenapa Anda sampai bisa melakukan kesalahan kembali saat berada di rumah Mama anda" tanya pak Udin
" karena aku tidak bisa mengontrol perasaan ku, rindu, cinta, sayang dan terakhir nafsu bersatu dalam raga ku sehingga aku tidak bisa mengontrol tubuh ku." jawab Reza.
" jika memang tidak bisa bersama dengan Sinta kenapa tuan tidak membuka hati tuan untuk orang lain? "
" entah lah pak Udin, aku masih masih menikmati kesendirian ku" jawab Reza
" tetapi seperti nya Mama tuan , Sangat menghawatirkan keadaan tuan yang masih asyik sendiri " ucap pak Udin.
rasa lelah Reza membuat nya beranjak pergi meninggalkan pak Udin sendiri di ruang televisi. Reza masuk ke dalam kamar, kemudian tertidur.
__ADS_1
pak Udin, memeriksa setiap sudut pintu untuk mengunci nya, kemudian pak Udin pun segera pergi tidur. tidak lupa mematikan televisi nya.