ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 11. Hari terakhir ujian


__ADS_3

Sudah seminggu Langit menjalani ujian akhir. Ini adalah hari terakhirnya ujian. Teman temannya mengajak Langit berkumpul disalah satu cafe. Mereka menyewa salah satu private room.


Disana mereka meminta minuman keras dengan merk ternama. Mereka minum banyak sekali. Tanpa meraka sadari semuanya tampak telah mabuk, kecuali Dion.


"Aku tak mungkin membawa semuanya sekaligus. Siapa ya yang bisa bantu aku"pikir Dion.


Setelah beberapa saat berpikir,ia teringat Pelangi dan menghubungi ponselnya.


"*Hallo Pelangi.. "


"Ya... ada apa Dion.. "


"Kamu sudah pulang kerja.. "


"Ini lagi beres beres mau pulang... ngapain"


"Kebetulan.. aku mau minta tolong ....bolehkan"


"Mau ditolongin apa... "


"Kamu bisa nggak datang ke cafe S.. Alex, Tony dan Langit mabuk berat nih. Aku nggak mungkin mengurus mereka bertiga sekaligus. Bantu aku bawa Langit pulang ke apartemen nya"


"Kalian... sudah berapa kali aku bilang.. jangan pernah sentuh minuman itu... kalian masih muda.. itu tak baik buat kesehatan.. "


"Pelangi... please... aku kali ini bukan ingin mendengar nasihatmu... aku memerlukan bantuanmu.. "


"Baiklah... kali ini aku bantu.... tapi jangan harap jika lain kali kalian mabuk lagi... aku tak akan pernah membantu"


"Oke... kesinilah cepat*.. "


Pelangi menyetop sebuah taksi biru yang lewat depan kantornya. Ia meminta supir mengantarnya ke cafe S. Setelah sampai, ia meminta supir taksi menunggunya.


Pelangi menghubungi Dion, dan menanya kan keberadaan mereka. Ia masuk setelah mengetahuinya.


"Dion... mana Langit... "


"Itu yang tidur dilantai... "


"Astaga... mengapa sampai mabuk begini.. berapa banyak sih yang kalian minum"

__ADS_1


"Biasanya juga minum segini... tapi nggak ada yang teler.. heran deh kali ini pada teler "


Pelangi mendekati Langit dan berjongkok dihadapannya...


"Lang... Lang... sadar.. kamu harus pulang.. biar aku bantu"Pelangi mengguncang tubuh Langit


"Hhhuu.. kamu Pelangi... apa benar kamu.. mengapa kamu ada disini"ucap Langit mengusap pipi Pelangi


"Berdirilah... kamu harus pulang"Pelangi membantu Langit berdiri


"Dion... aku pamit dulu ya... "


"Oke.. hati hati.. Langit lagi mabuk tuh"


"Baik.. kamu juga harus segera pulang.. "


"Oke... "


Pelangi memapah tubuh Langit menuju taksi biru yang menunggu mereka. Supir itu membantu Langit masuk ke dalam taksi.


Setelah itu ia mulai mengendarai mobil sambil mencuri pandang kebelakang..


"Langit... kamu ngomong apa sih.. kamu lagi mabuk"


"Aku serius Pelangi... aku sangat mencintaimu.. aku sudah mulai menyukai kamu sejak pertama kita bertemu"


"Sudah Lang... jangan ngomong itu lagi"


"Mbak... pacarnya ya... "tanya supir


"Bukan pak... hanya teman."


"Tapi mbak dan mas nya cocok.. ganteng dan cantik"ucap supir lagi


Pelangi mulai risih dengan ucapan supir itu.. ia tak menjawab perkataan supir itu.


Sampai di apartemen Pelangi memapah tubuh Langit dengan susah payah menuju lift.


Sampai didepan apartemen Langit... Pelangi langsung mendudukan Langit disofa.

__ADS_1


Pelangi lalu membuatkan teh hangat buat Langit. Dan membantu Langit meminumnya.


Langit yang sudah mabuk berat akhirnya memuntahkan semua isi perutnya. Pakaian dan lantai kotor dengan muntahannya.


Dengan terpaksa Pelangi membawa Langit masuk kekamar mandi yang berada dikamar Langit. Ia membuka pakaian Langit dan membantu Langit membasuh wajah dan kepalanya.


Setelah itu.. Pelangi memapah Langit ke kasur dan menidurkan Langit.


Pelangi ingin pergi keluar kamar ketika tiba tiba tangannya ditarik Langit.


"Lang.. aku mau ke dapur.. aku buatkan kamu bubur dulu ya.. "


"Nggak usah... aku nggak lapar. "Langit menarik pergelangan tangan Pelangi dengan keras sehingga ia terjatuh keatas kasur.


"Lang... sakit.. "ucap Pelangi memegang tangannya yang tampak memerah sambil berusaha duduk.


Langit yang masih dalam pengaruh Alkohol mendorong kembali tubuh Pelangi dan mengukungnya.


"Lang kamu mau apa... jangan macam macam.. "ucap Pelangi yang mulai merasa cemas melihat Langit yang berada diatas tubuhnya..


Langit langsung mencium dan melum*t bibir Pelangi dengan paksa. Pelangi mencoba mendorong tubuh Langit... tapi ia tak bisa tenaga Langit jauh lebih kuat walau dalam keadaan mabuk.


Langit memegang kedua tangan Pelangi dan meletakan diatas kepalanya. Ia kembali mencoba mencium bibir Pelangi.


Pelangi menutup rapat bibirnya... Langitpun menggigitnya dan setelah Pelangi membuka mulutnya ia langsung melum*tnya.


Setelah merasa nafasnya sesak Langit melepas lum*tannya dan ia menarik paksa baju Pelangi sehingga robek.


"Lang... jangan.. "ucap Pelangi menutup dadanya dengan kedua tangan.


"Pelangi.. aku inginkan kamu... "ucap Langit dengan mata yang berkabut menahan gairahnya..


Pelangi mencoba turun dari ranjang tapi cepat ditangkap lagi oleh Langit..


Dan ia menghempas tubuh Pelangi ke kasur dan melecuti seluruh pakaian Pelangi.


Pelangi meronta sambil menangis tapi Langit seolah tak mendengarnya ia tetap melakukan semua nya pada tubuh polos Pelangi. Ia memaksa penyatuan tubuh mereka.


*********************

__ADS_1


Terima kasih buat yang telah membaca novel ini. Mampir juga ya dinovelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


__ADS_2