ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 39. Bertemu Ibu Yeni


__ADS_3

Pelangi sedang bekerja dengan laptopnya ketika ia mendengar suara ponselnya berbunyi..


"Selamat siang.... apa ini benar Pelangi"ucap suara diseberang sana


"Selamat siang... benar saya Pelangi. Ada perlu apa bu"


"Perkenalkan saya ibu Yeni.... yang menanyakan tentang bunda di panti asuhan. Saya diberi nomor kamu. Apa saya bisa bertemu kamu sebentar.. "


"Ibu sekarang ada dimana... "


"Saya ada dikota Cirebon... karena Melati bilang kamu tinggal dikota ini, makanya tadi pagi saya berangkat dari Jakarta.. "


"Aduh ibu... mengapa harus repot repot ke kota ini. Jika ada yang ingin ibu tanyakan, bisa melalui ponsel saja kan"


"Saya ingin bertemu dan bicara langsung denganmu.. "


"Baiklah bu... ibu sekarang berada dimana.. biar saya samperin "


"Biar ibu yang ketempat kamu. Kamu tinggal sebutkan dimana kita bisa bertemu "


"Bagaimana kalau kita ketemuan nya disalah satu resto dekat kantor saya... apa ibu keberatan "


"Baik... kamu share saja lokasinya.. "


"Baiklah bu ... sampai bertemu"


Pelangi menutup sambungan ponselnya. Langit yang dari tadi memperhatikan Pelangi langsung bertanya.


"Dari siapa... mengapa menerimanya jauh jauh banget begitu berdirinya.. "


"Maaf pak Langit.. ini tidak ada hubungan dengan kantor... jadi saya rasa anda tidak perlu tahu"ucap Pelangi


"Kamu... aku bertanya baik baik... "


"Bukankah saya juga menjawab baik baik. Oh ya pak.. saya mau istirahat siang, makan diluar..jadi bisa agak telat kan kembalinya "


"Kemana kamu... dengan siapa.. hai.. mengapa kamu panggil bapak.. saya bukan bapak kamu"


"Saya ada janji bertemu seseorang sekalian makan siang, Bumi saya bawa sekalian..biar nggak merepotkan bapak"


"Aku nggak mau kamu telat kembali ke kantor.. jika telat aku potong gajimu"


"Kejam banget sih..padahal cuma sesekali minta izin"Gumam Pelangi


"Apa kamu bilang... "


"Nggak ada.. saya cuma bilang kamu baik banget... "

__ADS_1


"Kamu pikir aku nggak dengar"


"Kalau memang dengar... mengapa bertanya"


"Kamu... mau aku cium.. "


"Daddy.. mengapa mau cium bunda. Daddy sayang bunda juga ya... seperti Bumi"ujar Bumi yang mendengarnya


"Tentu saja Daddy sayang bunda... tapi bunda nggak sayang dengan daddy... "


"Mengapa bunda tak sayang daddy... apa daddy nakal... "tanya Bumi


"Daddy kamu memang nakal"lirih Pelangi


"Nakal apa... "ucap Langit yang telah berdiri sedikit membungkuk disamping Pelangi dengan wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Pelangi


"Lang..jangan macam macam... ada Bumi"ucap Pelangi mendorong wajah Langit


"Berarti kalau nggak ada Bumi boleh macam macam"


"Kamu makin lama makin ngawur.. aku pamit lagi. Bumi ayo ikut bunda... kita makan diluar. Kebetulan bunda nggak bawa bekal tadi "


"Aku makan apa.. "


"Kamu bisa pesan makanan atau minta tolong belikan dengan Indrakan"Pelangi langsung mengajak Bumi dan meninggalkan kantor.


Ibu Yeni menyebutkan ciri cirinya,baju apa yang dipakainya.


Sampai direstoran itu Pelangi mencari wanita dengan ciri ciri seperti yang dikatakan ibu Yeni. Tampak seorang wanita setengah baya yang sangat cantik duduk di sudut restoran. Pelangi menghampirinya.


"Selamat siang... apa anda ibu Yeni"


Yeni yang lagi menunduk melihat menu makanan mendongakan kepalanya dan terkejut melihat wajah Pelangi.


"Apa kamu yang bernama Pelangi.. "ucapnya gugup


"Benar bu... saya Pelangi "ucap pelangi mengulurkan tangannya


"Saya ibu Yeni... silakan duduk nak"


"Terima kasih.. saya dengar dari adik adik dipanti ibu sering menanyakan bunda.. apa ada yang bisa saya bantu.. ibu bisa tanya kan apa yang ingin ibu ketahui mengenai bunda"


"Begini nak... ibu ingin bertanya... apakah kamu tahu anak anak panti yang kira kira umurnya 27 tahun, dan apakah kamu juga tahu alamat nya sekarang "


"Maaf bu... maksud ibu apa"


"Saya ingin mencari seseorang yang pernah dititipkan dengan bunda kamu di panti "

__ADS_1


"Saya nggak tahu bu mengenai informasi anak anak yang berusia 27 tahun atau lebih, karena mereka sudah diadopsi sejak saya kecil.. setahu saya yang umurnya sekitar 27 tahun tinggal saya sendiri"


Yeni sebenarnya sudah yakin jika Pelangi anaknya.. karena wajah Pelangi yang sangat mirip dengannya ketika masih muda, tapi ia harus lebih memastikan lagi.


"Boleh ibu tahu tanggal lahirnya... "


"Tanggal lahir pasti saya bunda tidak tahu.. bunda dan perawat hanya memperkirakan umur saya tiga hari ketika saya dicampakan oleh orang tua saya didepan panti"ucap Pelangi sudah mulai terisak.


"Boleh ibu tahu tanggal berapa bunda memperkirakan kamu lahir"


Pelangi menyebutkan tanggal lahirnya berdasarkan Akte kelahirannya. Mendengar jawaban Pelangi, Yeni makin yakin jika Pelangi anaknya. Ia harus menyelidiki siapa Pelangi dari orang kepercayaan nya.


"Pelangi... ibu rasa orang tua kamu tidak pernah bermaksud membuang kamu, pasti ia punya alasan kuat mengapa selama ini ia tak mencari keberadaan kamu"


"Nggak apa apa bu... saya juga selama ini bahagia menjadi anak bunda... ia menyayangi saya seperti anak kandungnya.. saya tidak merasa sedih dibuang oleh orang tua saya. Boleh saya tahu.. ibu mencari siapa.. apa hubungannya dengan ibu.. "


"Saya ingin mencari tahu tentang keberadaan anak teman saya... saya rasa usianya sekitar usia kamu"


"Tapi saya benar benar nggak tahu informasi anak panti yang seusia saya selain saya sendiri.. tapi setahu saya umur anak panti yang 27 tahun cuma saya.. yang diatas saya ada kira kira enam orang dan telah diadopsi oleh keluarga barunya..Apa mungkin saya anak nya teman ibu. Apa teman ibu yang telah membuang saya.. "tanya Pelangi


"Ibu juga belum pasti nak... nanti ibu beri tahu sesuai dengan yang kamu katakan"


"Padahal saya sangat berharap jika saya memang anak teman ibu... walau hanya sekali saya juga ingin melihat wajah ibu kandung saya"


"Apa kamu nggak marah dengan orang tuamu yang telah membuang kamu"


"Seperti yang ibu katakan.. pasti orang tua saya punya alasan yang kuat mengapa ia membuang saya. Saya ingin bertemu walau hanya sekali hanya untuk mendengar apa alasan sebenarnya yang membuat orang tua saya tega membuang saya"


"Pelangi... kamu anak yang baik, pasti bunda mendidik kamu dengan baik sehingga kamu bisa seperti saat ini"


"Ya... bunda wanita paling baik yang pernah saya kenal"


"Ini siapa Pelangi.. "ucap Ibu Yeni menunjuk Bumi


"Ini anak saya bu...Bumi beri salam sama ibu"


"Selamat siang ibu.. kenalan nama saya Bumi"


"Selamat siang.. jangan panggil ibu.. kemudaan. Panggil Oma saja. "ucapnya dengan Bumi


"Jadi kamu sudah menikah... ibu seperti mengenal wajah anakmu"ujar ibu Yeni dengan Pelangi


Pelangi hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan ibu Yeni.


************************


Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini. Mampir juga ya di novel terbaruku yang berjudul SAHABATKU MADUKU

__ADS_1


__ADS_2