
Langit masih saja memikirkan kemana perginya Pelangi. Ia sangat mengkuatirkan Pelangi dan anaknya.
"Seharusnya aku tak membiarkan kamu pergi, seharusnya aku mengikuti kemana kamu pergi.. aku memang bodoh.. "
Langit yang sedang berpikir, melihat jam tangannya. Ia jadi teringat dengan Bumi. Ya.. mengapa tak terpikirkan olehnya dari tadi, bukankah jam tangan Bumi sudah diatur nya GPS nya.
Langit membuka ponselnya dan melacak keberadaan Bumi. Ia mendapatkan lokasi Bumi berada di hotel A.
Langit segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju lokasi itu.
Sesampai di hotel, Langit langsung menuju resepsionis menanyakan kamar Pelangi. Resepsionis tak mau memberi dengan alasan privasi. Langit lupa membawa buku nikahnya untuk meyakinkan.
"Tapi itu benar istri saya.. "ucap Langit dengan emosi
"Tapi pak.. saya tak berani mengatakan, nanti saya bisa dipecat"ucap resepsionis itu
"Kamu malahan akan dipecat karena tak memberi tahu saya kamar istri saya.. "
Langit, ingat jika Indra asistennya sangat mengenal manajer hotel ini. Ia meminta Indra menghubungi manajer itu. Tak lama kemudian resepsionis itu memberi kunci cadangan.
"Maaf pak.. saya sekali lagi minta maaf, saya tadi hanya menjalankan sesuai perintah atasan. Ini kunci cadangan kamar hotel istri bapak... "
"Saya lagi berbaik hati saat ini.. jika tidak saya yakinkan kamu pasti dipecat.. "ucap Langit dengan emosi.
Ia segera menuju lift. Dan berhenti di depan satu kamar dan meyakinkan nomor kamar agar tidak akan salah masuk kamar.
Langit masuk perlahan dan menghidupkan lampu kamar, ia melihat Pelangi yang tidur sambil memeluk Bumi.
Langit naik ke tempat tidur dan memperhatikan wajah Pelangi, yang masih menyisakan air mata.
"Angi... maafkan aku, baru saja kita menikah aku sudah membuat air matamu menetes..."
Langit memeluk tubuh Pelangi dan mengecup kepala Pelangi yang tidak memakai hijab.
Pelangi yang merasakan ada tangan memeluk perutnya, mencoba membuka matanya dan melihat kebelakang .
"Sayang... maafkan aku"
"Mengapa kamu membohongi aku, Lang... "
"Aku takut kamu menolak menikah denganku jika kamu tahu Shinta adik angkatmu"
"Lang.. aku tak akan menolak menikah denganmu, tapi aku pasti hanya meminta kamu menyelesaikan pertunangan dengan Shinta berdua aku, sebelum memastikan menikah... "
"Aku sudah memutuskan pertunangan kami...Angi"
__ADS_1
"Tapi kamu tidak memberitahu Shinta jika aku kakaknya yang akan menikah dengan nya "
Pelangi bangun dan duduk bersandar dikepala ranjang.
"Aku takut kehilangan kamu Angi, aku takut kamu akhirnya mengalah demi Shinta.. "
"Lang... seharusnya sebelum menikah kita menemui Shinta dan menjelaskan semuanya tentang hubungan kita dan keberadaan Bumi, biar Shinta tak salah paham. Kamu lihat sendiri, Shinta menuduhku seorang janda yang merayu kamu"
"Aku ingin menjelaskan semuanya pada malam ini, tapi semua nya tak sesuai rencana aku."
"Dan mama papa ikutan membohongi aku, seolah aku ini wanita naif yang dengan gampangnya kamu dan kedua orang tuaku bohongi"
"Angi... jangan salah sangka.. aku melakukan ini semua hanya karena ingin menikahi kamu secepatnya.. aku takut kehilangan kamu, aku tak mau jika kamu tahu semua kebenarannya kamu menolak menikah denganku. Aku sangat mencintaimu, aku takut kehilangan kamu lagi"ucap langit dengan berita air mata. Ia tak malu menangis didepan Pelangi.
Pelangi melihat ketulusan ucapan Langit, ia jadi merasa kasihan melihat Langit menangis.
Pelangi lalu memeluk Langit dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya
"Aku tak tahu harus berkata apa dan berbuat apa lagi.. kamu suami aku, aku tak mau menjadi istri yang durhaka. Aku sebenarnya masih tak terima atas kebohongan kamu ini, dan aku tak tahu kebohongan apa lagi yang kamu sembunyikan dari aku.. "
"Angi.. tak ada lagi kebohongan.. "
"Kemarin kamu juga berkata begitu.. tapi nyatanya ada lagi kebohongan.. apa aku harus terus memaafkan kesalahan kamu"
"Sayang... aku sekali lagi minta maaf. Aku akan melakukan apapun yang kamu minta.. asal kamu mau memaafkan aku"ucap Langit mengecup kepala Pelangi.
"Mengapa kamu yang meminta maaf sayang"
"Karena aku telah merebut tunangannya.. "
"Itu bukan salah kamu, aku memang tak pernah mencintai Shinta dan ia tahu itu karena aku sudah sering mengatakan padanya"
"Tapi tetap saja itu menyakiti hatinya... karena ia sangat mencintai kamu"
"Kamu jadi orang jangan terlalu baik Angi.. nanti jika Shinta menyakiti kamu lagi dengan kata katanya bagaimana "
"Aku akan berusaha menerima semuanya.. yang menyakitkan buat aku bukan kata kata Shinta, karena aku sudah terbiasa dihina dan direndahkan, yang lebih menyakitkan bagiku karena aku dibohongi oleh orang orang yang aku sayangi "
"Maafkan aku Angi"ucap Langit menunduk mengecup bibir Pelangi, melihat Pelangi yang hanya diam Langit menggigit bibir Pelangi dan melum*tnya. Ciuman yang awalnya lembut akhirnya menuntut, mereka saling membelit ,menghisap dan saling tukar saliva.
Bumi yang terbangun melihat saja yang dilakukan daddy dan bundanya. Setelah merasa pasokan udara nya habis, Pelangi melepaskan pagutan mereka.
Langit melihat kesamping dan tampak Bumi yang sedang memperhatikan mereka.
"Daddy.. bunda lagi ngapain"
__ADS_1
"Sejak kapan kamu bangun sayang.. "ujar Langit
Pelangi yang kaget langsung memeluk Bumi,menghilangkan rasa malunya.
"Bunda ngapain... "
"Bibir bunda tadi sakit.. ada yang menggigit jadi daddy mencoba mengobatinya dengan meniupnya"
"Tapi tadi Bumi lihat .. ..daddy yang gigit bibir bunda.. "
"Bumi pasti salah lihat, Bumi masih bermimpi mungkin.. kan Bumi baru saja bangun tidur "
"Jadi Bumi yang salah ya bunda.. "
"Iya... "
"Maafkan bunda sayang... bunda telah membohongi Bumi"
Langit yang mendengar Pelangi berbohong hanya tersenyum. Ia lalu memeluk pinggang Pelangi, ikutan tidur.
"Kita pulang saja ya.. tempat tidurnya sempit dan aku juga tidak bisa memakan kamu, ada Bumi"bisik Langit
"Lang.. pikiran kamu tuh mesum saja"
"Mesum dengan istri sendiri nggak apa kok.. "
"Daddy sekarang kok suka peluk peluk bunda.. "
"Karena bunda kamu tambah gemesin"
"Dulu.. kata Bunda tak boleh tampak rambut jika didepan lelaki selain Bumi"
"Ya sayang... sekarang depan daddy juga tak apa apa.. karena daddy sudah menjadi daddy nya Bumi yang sebenarnya "ujar Pelangi
"Oh gitu.. tapi Bumi belum mengerti.Dari dulu kan memang sudah jadi daddy nya Bumi.. "
"Tapi sekarang bunda sudah menikah dengan daddy.. seperti yang Bumi lihat waktu acara dirumah kita.. "ucap Langit
"Sekarang kamu pakai hijab kamu, Angi. Kita pulang saja... "
"Tunggu sebentar Lang..."ujar Pelangi dan memakai Hijabnya.
Langit berjalan dengan menggendong Bumi ditangani kanan sedangkan tangan kirinya merangkul bahu Pelangi.
"Aku tak akan membiarkan kamu dan Bumi pergi jauh lagi.. aku akan melakukan apapun agar kamu dan Bumi bahagia berada disampingku. Kalian sumber kebahagiaan aku.. "
__ADS_1
******************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini