
Kandungan Pelangi sudah memasuki bulan ke lima saat ini. Dengan tubuh mungilnya,perut Pelangi belum tampak membuncit.
"Sayang... kok perutnya belum membesar juga sih... "ucap Langit mengusap perut istrinya.
"Nanti juga membesar kok Lang.. "
"Kamu harus banyak makan biar perutnya cepat membesar"ucap Langit dan menaikkan gamis yang dipakai Pelangi hingga perut
"Lang....mau apa... "ucap Pelangi melihat Langit menyingkap pakaiannya
"Memangnya kamu pikir aku mau apa ... ?"Langit sengaja menggoda Pelangi
"Masih pagi ini Lang... "
"Kalau pagi.. Memangnya tak boleh... "
"Lang... bukannya tak boleh tapi... "
Langit mengusap perut Pelangi dan menciumnya..
"Anak daddy.. kamu kok belum besar juga sayang.. daddy sudah nggak sabar ingin melihatmu. Kalau cowok pasti seganteng daddy dan kalau cewek pasti secantik bunda. Tapi daddy harap kamu cewek, karena daddy sudah ada anak cowok... "ucap Langit dan mengecup seluruh permukaan perut Pelangi.
"Lang...jangan gitu.. geli ah"ucap Pelangi mendorong kepala Langit menjauh dari perutnya.
"Kenapa sih..daddy kan ingin bicara sama anaknya"
Pelangi langsung menurunkan gamisnya kembali.
"Kenapa ditutup sih bun.. daddy masih ingin mengelus dan menciumnya"
"Tapi aku kan malu Lang.. kalau kamu terus mencium perutku.. "ucap Pelangi
"Mengapa malu... aku sudah melihat dan menghafal semua bentuk tubuhmu. Dari tahi lalat yang terkecil dan tersembunyi aku tahu letaknya "
"Langit... ngomongnya kok gitu.. "
"Nanti siang sebelum jemput Bumi kita periksa kandungan dulu, daddy sudah nggak sabar ingin melihatmu.. "ucap Langit kembali mengusap perut Pelangi
"Lang... kamu masih muda.. ganteng.. apa nggak malu punya anak sudah gede dan sudah dua.. "
"Mengapa malu Angi... aku malahan bangga, masih muda anakku sudah gede. Sudah masuk SD.. "
Langit membawa Pelangi kedalam pelukannya..
"Angi sayang... kamu dan anak anak kita adalah harta yang paling berharga di dalam hidupku.. aku masih bisa kehilangan harta dan kedudukan, tapi aku tak akan bisa berpisah apa lagi kehilangan kalian.. aku akan melakukan apa saja yang membuat kamu dan anak anak bahagia bersamaku. Dan aku akan merubah sikap dan tingkahku, agar kamu dan anak anak bangga memiliki daddy seperti aku.. "
__ADS_1
Pelangi mendongakkan kepalanya memandangi wajah Langit. Melihat bibir Pelangi yang dekat kewajahnya, Langit langsung menggigit dan melum*tnya.
Lama mereka saling berpagutan. Sampai Langit merasa Pelangi sesak nafasnya baru ia melepaskan pagutan mereka. Langit menghapus bibir basah Pelangi dengan ibu jarinya.
"Angi.. dulu ketika kamu masih menjadi guru les aku.. aku selalu membayangkan dapat mencium dan ******* bibirmu ini, akhirnya sekarang semua itu menjadi kenyataan, kapanpun dan dimanapun aku ingin, aku bisa melakukannya. Saat aku berciuman dengan wanita lain ketika kuliah dulu, aku selalu membayangkan bibir kamu yang aku cium"
"Kamu enak Lang.. kamu sudah mencoba berbagai bibir wanita.. kalau aku cuma kamu saja"ucap Pelangi cemberut
"Jadi kamu ingin mencoba bibir lelaki lain.. Kalau kamu ingin aku masuk penjara, cobalah.. "
"Maksudnya... "
"Aku akan membunuh lelaki yang berani mencium kamu.. "
"Ih.. kamu. Mana mungkin aku bisa mencium bibir lelaki lain, aku kan sudah punya suami. Kamu juga kalau sekarang berani mencium wanita lain.. tak akan aku biarkan lagi bibir itu bisa menciumku"
"Jangan gitu dong sayang.. mana bisa aku. Sehari saja tak mencicipi bibir ini.. pusing kepala...Angi.. jangankan ingin mencium wanita lain, melirik wanita lain saja tak ada niat aku. Karena aku sudah memiliki seorang bidadari disampingku, buat apa aku melirik wanita lain. Sekarang tidur lah.. menjelang ke rumah sakit.. "ujar Langit dan mengusap punggung Pelangi agar terlelap.
Setelah Pelangi terlelap,Langit kembali menyingkap pakaian Pelangi, dan ia menurunkan kepalanya. Langit tidur sambil mengecup perut Pelangi.
Ketika siang hari, panas matahari sudah terik dan panasnya masuk ke dalam kamar, Pelangi terbangun. Dan melihat Langit yang tertidur sambil memeluk dan mencium perutnya.
Pelangi bangun perlahan dan melepaskan pelukan Langit. Ia ke dapur menyiapkan makan siang buat Langit. Walau Langit tak membolehkan lagi Pelangi masak, tapi ia pasti akan menyiapkan dan menghidangkan makanan buat Langit.
Setelah semua dihidangkan baru Pelangi membangunkan Langit buat makan siang.
Langit dan Pelangi memakai baju warna senada,hitam.Pelangi sejak menikah,ia selalu memakai gamis, karena Langit tidak mengizinkan ia memakai celana. Dan saat hamil sekarang, Langit tidak mengizinkan Pelangi memakai pakaian yang trendi, ia meminta Pelangi hanya boleh memakai gamis model sederhana.
Sampai dirumah sakit Langit langsung menuju ruang praktik dokter, ia sudah terlebih dahulu membuat janji.
Pelangi sudah tidur diranjang, dan perawat mengoles gel. Dokter kandungan yang merupakan teman papi Langit mulai meletakkan stik, dan menjalankan diperut Pelangi.
"Kamu lihat Lang.. itu bayi kamu"
"Apakah bayinya sehat om"
"Sehat.. kamu bisa dengar detak jantungnya kan.. dan berat bayinya juga normal"
"Tapi mengapa perut Pelangi masih kecil om"
"Memang ada sebagian wanita yang perutnya tidak kelihatan banget membuncit nya.. tapi yang penting bayinya sehatkan"
__ADS_1
"Apa jenis kelaminnya sudah tampak om.. "
"Ini kelamin anakmu... jika dilihat saat ini, sepertinya anak kamu cewek Lang"
"Apa om.. nggak salah kan om.. "
"ya.. om bukan Tuhan. Bisa saja hasilnya tidak sesuai. Besok ketika periksa selanjutnya kita bisa melihat kembali"
"Sudah berapa usia kehamilan Pelangi om. Berapa lama lagi Pelangi melahirkan"
"Kamu Lang.. setiap Pelangi periksa kandungan pasti bertanya kapan Pelangi lahiran.. nggak sabar banget sih"
"Aku ingin melihat wajah Pelangi kecil di wajah anak aku om"
Pelangi duduk kembali di hadapan dokter kandungan itu.
"Pelangi.. kamu masih ada keluhan"
"Nggak ada om.. "
"Anakmu pasti baik.. sejak awal kehamilan tak pernah menyusahkan ibunya. Ngidam aja tak ada yang berat. Paling cuma muntah sesekali kan"
"Iya om.. alhamdulillah "
"Itu karena bundanya wanita yang baik om, jadi pasti anaknya baik"ucap Langit sambil mengusap pucuk kepala Pelangi
"Kamu tadi tanya kapan Pelangi melahirkan, saat ini usia kandungan Pelangi memasuki minggu ke dua puluh dua. Jadi sekitar empat bulan lagi baru Pelangi melahirkan.. "
"Lama lagi ya om.. "
"Itu tak akan lama Lang.. nanti kamu merindukan lagi saat Pelangi hamil... "
"Iya om.. Pelangi hamil tambah cantik dan seksi"
"Lang.. ngomong apa sih"ucap Pelangi malu
"Ini resep vitamin buat Pelangi"
"Terima kasih om... "
"Sama.. sama.. "
"Kami pamit dulu om... Selamat siang"ujar Pelangi
Mereka pergi meninggalkan rumah sakit menuju kediaman orang tua Langit. Karena sudah tiga hari Bumi menginap di sana. Papi dan Mami selalu membawa Bumi menginap.
__ADS_1
***********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini