
Langit sudah menunggu kehadiran Shinta disalah satu restoran ternama. Ia memilih ruangan VIP agar tak ada pengunjung lain mengganggu.
Tampak Shinta masuk dengan tersenyum. Ia langsung duduk disamping Langit dan memeluknya.
"Kangen banget deh sama tunanganku yang ganteng ini.. "
"Kamu mau pesan apa.. kita makan dulu. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu "
"Mengapa harus tergesa gesa Lang.. aku masih kangen nih"ucapnya sambil ingin mengecup pipi Langit, tapi Langit mendorong wajah Shinta pelan.
"Mengapa Lang.. aku nggak boleh mengecup pipi mu.. atau kamu mau yang lebih"
"Shinta jaga sikapmu.. "
"Memangnya salah ya aku mengecup atau mencium tunangan aku.. orang saja baru pacaran udah ML"
"Walau aku pernah sekolah di luar tapi aku bukan penganut **** bebas... "
"Munafik... .Kamu mau bicara apa.. silakan aja langsung"
"Kita pesan makan dulu.. "Langit memanggil pelayan dan memesan makanan. Langit menyantap makanan nya sebelum ia mulai bicara.
"Lang.. katanya ada yang mau kamu sampaikan.. ngomonglah"
"Habiskan makanan kamu dulu"
"Aku sudah nggak berselera.. aku penasaran apa yang ingin kamu omongkan.. apa tentang perkawinan kita ya.. "
Langit melihat Om Dodi dan tante Yeni masuk ke restoran.
"Selamat siang Lang.. "sapa om Dodi
"Papa.. mama.. juga diundang Langit"ucap Shinta dan langsung memeluk om Dodi papanya.
__ADS_1
"Iya sayang..."
Setelah tante Yeni dan om Dodi duduk barulah Langit mulai bicara.
"Shinta sebelumnya aku minta maaf.. "
"Minta maaf buat apa Lang... "potong Shinta
"Shinta dengar dulu.. aku minta maaf jika apa yang akan aku sampaikan ini akan membuat kamu kecewa.. "
"Apa sih Lang..yang ingin kamu katakan"
"Shinta...biarkan Langit bicara.. kamu dengar kan saja dulu jangan memotong ucapannya.. nanti tak akan selesai selesai Langit bicara nya"ucap tante Yeni
"Iya ma... "
"Shinta aku sudah mengatakan ini sebelumnya dengan orangtua mu dan orangtuaku, kalau aku membatalkan pertunangan kita. Aku tak bisa meneruskan semua ini, karena kamu tahukan jika aku tak pernah mencintai kamu. jadi tak gunanya ini dipertahankan.. aku juga sudah memiliki orang yang aku cintai"
"Nggak... aku tak mau pertunangan ini batal. Apa salahku.. mengapa kamu ingin membatalkannya. Aku tak peduli jika kamu tak mencintaiku.. aku akan membuat kamu bisa jatuh cinta nanti setelah kita menikah dan hidup bersama"
"Mama.. papa... mengapa kalian menerimanya.. kalian tahunan aku sangat mencintai Langit.. aku hanya ingin menikah dengannya "
"Shinta.. tak ada gunanya ini dipertahankan.. karena Langit tak pernah mencintai kamu.. kami tak mau kamu tambah terluka jika ingin mempertahankan ini lebih lama lagi"
"Aku tak mau pisah dari Langit Pa.. papa aku tak mau.. "ucap Shinta memeluk om Dodi
"Shinta maafkan aku.. Cinta tak bisa dipaksakan. Dan aku juga tak mau membuat hatimu lebih lama terluka. Aku hanya ingin mengatakan yang sebenarnya, jika aku memang tak pernah memcintaimu, aku sudah memiliki seorang anak dari wanita yang aku cintai. Jadi aku tak mungkin bisa bersamamu sampai kapanpun"
"Jika kamu memang telah memiliki seorang anak, mengapa orang tua mu tidak pernah mengatakan nya dan papa mengapa papa hanya diam saja setelah tahu Langit membohongiku "
"Karena papa tak mau Langit membohongimu terus, makanya papa menerima pembatalan pertunangan ini Shinta. Anak Langit lebih memerlukannya sebagai sosok seorang ayah.. kamu bisa mendapatkan lelaki lain.. kamu masih gadis sayang.. "
"Shinta.. sekali lagi maafkan aku. Aku harus pergi sekarang. Aku rasa pembicaraan kita sudah selesai. Lagi pula aku sudah membicarakan ini sebelumnya dengan orangtua mu... om dan tante sudah dapat menerima alasan aku.. jadi aku rasa semua sudah selesai... Om.. tante.. aku permisi. Aku juga minta maaf untuk om dan tante... karena pembatalan pertunangan ini. Dan terima kasih atas pengertian kalian"
__ADS_1
"Kamu bisa saja membatalkan pertunangan ini.. tapi kamu harus ingat Lang... aku tak akan membiarkan kamu hidup tenang dan bahagia.. kamu juga harus merasakan bagaimana dikecewakan"
"Shinta... untuk apa kamu mempertahankan Langit.. . jika memang Langit tak mencintaimu, seharusnya kamu dengan senang hati melepaskannya. "
Langit pergi meninggalkan restoran itu dengan langkah yang ringan karena ia telah melepaskan pertunangan nya.
"Papa... mama... mengapa kalian melakukan ini. Kalian bilang Apapun yang membuat aku bahagia akan kalian lakukan tapi mengapa kalian menerima pembatalan pertunangan ini. Kalian bohongkan... kalian tak benar benar menyayangiku... aku tahu aku ini hanya anak angkat.. tapi apakah kebahagiaan aku tak penting bagi kalian. Kalian tahu Langit adalah kebahagiaan aku.. aku mencintainya"
"Shinta.. kamu tahu bagaimana perasaan kami padamu.. kami sangat menyayangimu. Karena itulah kami menerima pembatalan pertunangan ini.. karena tak ada gunanya kamu mempertahankan Langit dan pertunangan kamu, karena Langit tak pernah mencintai kamu. Kamu bisa mendapatkan lelaki yang benar benar mencintaimu nak"ucap om Dodi
"Tapi aku maunya Langit Pa... "
"Langit yang tak menginginkan kamu... dan kamu sudah tahu dari pertamakan... jika Langit tak pernah mencintai kamu"
"Kalian jahat... aku benci kalian"teriak Shinta dan berlari meninggalkan kedua orang tuanya.
"Bagaimana ini Pa.. apa yang akan Shinta lakukan jika ia tahu calon istri Langit adalah anak kandung kita. Pasti ia akan tambah kecewa "
"Itu sudah menjadi risiko yang harus kita hadapi ma. Anggap saja ini buat menebus sedikit rasa berdosa kita terhadap Pelangi. Akan lebih merasa bersalah jika kita mempertahankan pertunangan Shinta dan Langit dengan mengorbankan rasa cinta Pelangi. Apa lagi ada cucu kita yang akan ikut terluka jika kita mempertahankan hubungan Shinta Langit"
"Aku tahu Pa... tapi aku juga kasihan lihat Shinta.. ia juga begitu mencintai Langit. Seharusnya kita tIdak menerima pertunangan itu dulu, padahal kita dari dulu tahu jika Langit tak pernah mencintai Shinta"
"Ma... semua jalan di dunia ini tak ada yang benar benar mulus dan lurus...pasti ada sedikit lubang dan belokan.. tapi kita harus tetap jalani.. kita harus menghadapi semuanya agar bisa sampai ditujuan. Jadi disini memang harus ada yang kita korbankan... akan lebih keterlaluan jika kita mengorban kan Pelangi. Karena antara Langit dan Pelangi mereka saling mencintai, jika kita memisahkan mereka banyak hati yang terluka termasuk cucu kita. Tapi jika sekarang hanya Shinta seorang terluka.. kita akan mudah mengobatinya.. ..karena hanya ia seorang yang perlu kita bujuk.. "
"Papa benar.. mama tadi cuma kasihan melihat Shinta menangis dan terluka...."
"Sekarang kita pulang dan mencoba membujuk rayu Shinta agar bisa menerima semua ini. Mama jangan kuatir, wajar jika saat ini Shinta terluka.. tapi dengan berjalannya waktu papa yakin luka itu perlahan akan sembuh... "
Om Dodi Dan Tante Yeni akhirnya pulang. Tante Yeni mencoba menghubungi ponsel Shinta menanyakan keberadaannya.
************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini. **Mampir juga ya ke novel ku yang berjudul SAHABATKU MADUKU (AIR MATA MELATI). Yang banyak menguras air mata dan emosi
__ADS_1
Dan novel novel karyaku yang lainnya dengan mencari nama pena Mama Reni**