
Langit memperhatikan semua yang ada didalam rumah kontrakan Pelangi. Rumah yang hanya terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu dan ruang makan yang tergabung dengan dapur.
Rumah Pelangi tampak sangat bersih, membuat siapa saja nyaman berada disalam rumah itu.
Kevin dan Bumi tampak asyik bermain lego di karpet. Bumi tampak sangat akrab dengan Kevin.
"Om boleh ikutan main nggak"tanya Langit
"Om bisa susun rumahnya.. kalau om Kevin jago banget"
"Tentu saja bisa... Bumi mau lihat.. "
"Ayo om coba... lomba dengan om Kevin,siapa yang ngebentuk rumahnya paling cepat"
"Siapa takut... "ucap Langit
"Oke... sekarang siapa yang paling cepat membentuk rumahnya... aku hitung ya om... satu... dua... tiga... mulai"
Langit dan Kevin tampak berjuang ingin menang. Mereka ingin terlihat hebat dimata Bumi.
Akhirnya permainan dimenangkan Kevin. Dengan sangat bangga Bumi memeluk dan menciumi pipi Kevin.
"Om Kevin.. memang hebat. Om Kevin kebanggaan Bumi... Bumi sayang om.. "ucap Bumi menciumi seluruh bagian diwajah Kevin.
Perlakuan Bumi terhadap Kevin membuat Langit risih.
"Apaan ini... mengapa hatiku tak bisa terima anakku dekat Kevin...padahal aku tahu selama ini mereka memang sudah sangat dekat sebelum kehadiran ku.. aku berjanji akan membuatmu lebih menyayangi aku dari lelaki manapun"
"Hhhmmm... Bumi.. om mau ke kamar mandi di mana ya letaknya.. "
"Ada dibelakang dekat dapur om... tanya sama bunda"
"Kev... aku ke belakang dulu"
"Silakan... "
Langit berjalan ke dapur rumah itu dengan perlahan, ia melihat Pelangi yang sedang asyik memasak. Langit mendekati Pelangi dan memeluk pinggangnya dari belakang.
Pelangi kaget merasakan ada yang memeluknya...
"Mas.. jangan begini..nggak baik.. . "ucap Pelangi melepaskan pelukan tangan itu dan membalikkan badannya. Kaget melihat Langit yang memeluknya.
"Mengapa... kamu kecewa karena yang memelukmu bukan Kevin... apa Kevin sering ya melakukan itu padamu"
"Lang... aku lagi nggak mau berdebat.. "
Langit menarik pinggang Pelangi merapatkan tubuh mereka.
"Lang... lepas. Nanti ada yang lihat"
"Mengapa.. kamu takut Kevin melihatnya dan tahu hubungan kita.. "
"Lang...jangan mulai berdebat lagi.. lepaskan. Aku mau masak.. nanti masakan aku gosong"
Langit ingin mengecup bibir Pelangi, langsung Pelangi tutup mulutnya dengan tangan sebelum Langit melakukannya.
"Mengapa.. tak boleh"
"Nggak... kamu bukan suami ku"
__ADS_1
"Kalau begitu.. kita menikah"
"Lang...aku mau masak"ucap Pelangi lagi dan berusaha melepaskan tangan Langit yang memeluk pinggangnya erat.
"Bunda.. "suara Bumi memanggil, Langit langsung melepaskan pelukannya.
"Bunda.. aku sudah lapar.. apa lama masaknya lagi"rengeknya. Bumi melihat kearah Langit dengan wajah heran, karena Langit yang berdiri dekat bundanya.
"Om juga lapar.. ini om baru saja lihat masakan bunda... apa sudah matang"
"Sebentar bunda tata dulu ya makanannya di meja.. "
Setelah semua ditata dimeja.. Pelangi memanggil Kevin untuk ikut bergabung.
"Bumi... sini sayang duduk dekat om.. biar om suapin"
"Nggak usah mas.. biar aku saja"
"Nggak apa Pelangi... nanti nggak tahu kapan aku bisa suapin lagi.. entah satu minggu lagi atau satu bulan lagi.."
Kevin duduk berdampingan dengan Bumi, ia menyuapi Bumi dengan telaten. Langit hanya memperhatikan semua itu sambil nyengir.
Langit yang duduk berdampingan dengan Pelangi... meletakan tangan kirinya di paha Pelangi, membuat ia kaget.
Pelangi melototkan matanya ke Langit, tapi Langit mengabaikan itu.
Setelah makan mereka berkumpul kembali diruang tamu.
Kevin membawa Bumi kepangkuannya.
"Bumi.. mulai besok om tidak tinggal di kota ini lagi... Om akan pindah kerumahnya Oma. Bumi tidak boleh nakal ya.. jaga bunda. Jangan buat bunda marah. Harus dengar kata bunda.. "
"Nggak bisa sayang.. kan jauh"
"Om tidak kerja sama bunda lagi"
"Nggak sayang"
"Berarti Bumi tak bisa ketemu om lagi"ucapnya sudah mulai menangis
"Bumi.. tak boleh menangis. Anak lelaki tak boleh cengeng... "
"Nanti siapa yang temani Bumi main.. hiks.. hiks... "Bumi makin terisak
"Sayang... bunda kan bisa temani Bumi main"bujuk Pelangi
"Bumi maunya sama om Kevin"ucap Bumi memeluk Kevin dengan melingkarkan tangannya dileher Kevin
"Sayang.. nanti kalau om Kevin tidak lagi banyak kerjaan,om janji akan kasini.. bermain sama Bumi"
"Bumi tak mau... Bumi mau om Kevin tetap tinggal disini... Bumi sayang om"
"Bumi.. nggak boleh begitu nak.. om Kevin juga harus menjaga Oma dan aunty Vanya.. "
"Oma dan aunty kan sudah besar, nggak perlu dijaga.. "
"Nanti biar om Langit yang temani Bumi main"ucap Kevin membujuk Bumi
"Bumi nggak mau om Langit... Bumi maunya om Kevin"ucapnya masih menangis.
__ADS_1
Pelangi melihat kearah Langit mendengar perkataan Bumi. Ia melihat wajah Langit yang tampak sedih mendengar ucapan Bumi.
Langit hanya menunduk.
Pelangi meletakan tangannya diatas tangan Langit memberi ia kekuatan. Seolah Pelangi meminta maaf atas perkataan Bumi.
Tampak Kevin membujuk Bumi dengan segala cara.. Setelah puas menangis akhirnya Bumi tertidur dipangkuan Kevin.
Ketika Kevin ingin berdiri, memindahkan Bumi ke kamar, ia kembali terbangun.
"Om Kevin.. Bumi mau tidur dengan om"
"Baiklah... om akan temani Bumi tidur ya.. tapi janji besok nggak boleh menangis lagi, dan Bumi mainnya sama om Langit dulu. Nanti kalau om Kevin datang, om beliin banyak mainan"
"Ya.. om"ucapnya masih terisak
"Lang... aku tidurkan Bumi dulu ya.. "
Langit hanya menganggukkan kepalanya. Setelah Kevin masuk kekamar Bumi ,Langit langsung menatap Pelangi.
"Maafkan Bumi Lang...beri ia waktu untuk dapat dekat denganmu"
"Ini semua salahmu Pelangi... kamu yang membuat Bumi tak mengenalku.. aku tak pernah tahu akan kehadirannya.. kamu yang menyembunyikan itu semua.. "
"Lang... aku tahu.. aku memang salah.. aku mohon beri aku waktu untuk memperbaikinya.. maafkan aku"
"Aku akan memaafkan semua salahmu, dengan satu syarat.. "
"Syarat apa Lang... "
"Kamu tak boleh melarang Apapun yang akan aku beli dan lakukan buat Bumi, aku ini ayah kandung Bumi.. aku juga ingin ikut andil dalam membesarkannya.. "
"Baiklah Lang.... "
Langit dan Pelangi menghentikan percakapan mereka melihat Kevin yang keluar dari kamar.
"Maaf mas.. Bumi merepotkan kamu "
"Nggak apa apa Pelangi... aku juga sebenarnya berat berpisah darinya.. maaf Lang.. bukan aku keberatan kamu pindahkan.. aku hanya belum siap berpisah dari Bumi"
"Kamu bisa ke sini jika kerjaan kosong"
"Aku titip Pelangi dan Bumi... Lang"
"Apa kamu pikir Pelangi dan Bumi milikmu sehingga kamu menitipkan padaku... mereka milikku Kevin... dan aku pasti menjaga semua yang menjadi milikku.. "
"Pelangi.. aku harus pulang, aku belum membereskan barang barang ku.. "
"Ya.. mas. Terima kasih karena selama ini telah menjaga Bumi.. dan terima kasih atas semua kebaikan mas.. salam buat tante dan Vanya.. "
"Ya.. nanti aku sampaikan salam darimu. Kamu hati hati... jika ada masalah jangan lupa hubungi aku"
"Ya... mas.. hati hati. Selamat jalan.. "
Kevin mengendarai mobil meninggalkan rumah Pelangi dengan perlahan. Ia seakan enggan meninggalkan rumah itu
*****************************
Terima kasih buat semua pembaca novel ini.
__ADS_1
Mampir juga di novel aku yang berjudul ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA