ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 51.


__ADS_3

Sore hari Pelangi ingin menjemput Bumi diantar supir kantornya. Jam tiga sore biasanya Bumi baru pulang.


Pelangi memasuki gedung sekolahnya Bumi. Ia melihat anak anak yang lain sudah berlari menghampiri orang tua mereka masing masing.


"Mengapa Bumi lama banget keluarnya.. ini sudah hampir sunyi.. biasanya Bumi paling duluan keluar"


Pelangi berjalan menuju kelasnya Bumi dan mengintip dari jendela.,tapi ia tak melihat ada Bumi di kelas. Pelangi menghampiri gurunya.


"Selamat sore bu.. "


"Selamat sore bunda Bumi.. ada yang bisa saya bantu"ucap guru Bumi


"Bumi nya kemana ya bu.. kok nggak kelihatan "


"Loh.. bukannya Bumi dari pagi sudah di jemput neneknya,katanya ada acara keluarga"


"Neneknya.. "ucap Pelangi gugup dan cemas


"Iya.. bunda. Tapi untuk lebih jelasnya bunda bisa temui kepala sekolah karena tadi yang memberi izin kepala sekolah "


Pelangi berjalan cepat menuju ruang kepala sekolah..


"Selamat siang bu.. boleh saya tahu siapa yang menjemput Bumi tadi pagi"


"Selamat Siang bunda.. tadi bukankah neneknya yang menjemput.. apa ibu tahu"


"Saya nggak tahu.. neneknya yang mana bu.. "Pelangi sudah mulai berurai air mata


"Neneknya.. kalau nggak salah bu Merry namanya.. "


"Baiklah Bu... saya permisi.. "


"Bunda.. apakah neneknya tidak memberitahukan Bunda kalau ia ingin menjemput Bumi"


"Nggak bu... terima kasih "ucap Pelangi dan berlari menuju mobil.


Pelangi menghubungi Langit.. tapi setelah beberapa kali mencoba tetap saja ponsel Langit tak aktif. Pelangi lalu meninggalkan pesan berharap Langit segera membacanya.


"Lang... aku ke Jakarta.. mami kamu membawa Bumi, aku tak tahu ia membawa kemana.. "


Setelah itu Pelangi menghubungi Kevin.. sebelumnya ia meminta supir kantor mengantarnya ke Jakarta.


"Pak... nggak apa kan mengantar saya ke Jakarta.. "


"Nggak apa bu.. saya akan mengantar ibu... kemana ibu mau pergi.. "


Setelah beberapa saat akhirnya ponselnya tersambung..


"*Mas Kevin... "ucap Pelangi menangis


"Kamu kenapa Pelangi..mengapa menangis "


"Bumi mas... Bumi"


"Mengapa dengan Bumi"


"Bumi diambil bu Merry... tolong antar aku menjemputnya kerumah bu Merry mas"


"Baiklah.. kamu sekarang dimana.. apa aku harus menjemputnya ke Cirebon"


"Jangan mas... aku sudah perjalanan ke Cirebon"

__ADS_1


"Aku tunggu kamu dimana.. "


"Dekat Kafe Y.. biar dekat ke rumah Bu Merry.. jika aku akan sampai.. aku beritahu mas"


"Sekarang kamu jangan menangis terus.. kamu harus tenang. Bumi tak akan apa apa. Bagaimana pun itu cucunya.. tante Merry tak akan melakukan sesuatu pada Bumi"


"Tapi mas.. dari mana bu Merry tahu tentang Bumi"


"Aku juga nggak tahu Pelangi.. tapi aku yakin ia tahu Bumi cucunya.. itulah sebabnya ia menyembunyikan Bumi"


"Mas... aku tak mau pisah dengan Bumi... "


"Kamu tak akan pisah.. aku akan mendapatkan Bumi kembali untukmu"


"Mas... terima kasih"


"Ya... kamu jangan terlalu panik... Memangnya Langit dimana"


"Ia lagi di Singapura mas.. "


"Berarti tante Merry tahu Langit tak disini.. itulah sebabnya ia menjemput Bumi secara diam diam"


"Aku tak tahu mas.. aku takut... "


"Sudah... sekarang kamu tenang dan minta supirnya berhati hati. Aku tunggu kamu*..."


Pelangi meminta supir agak mempercepat laju mobilnya. Ia takut terjadi sesuatu dengan Bumi.


."Bu Merry.....kamu bisa melakukan apa saja denganku.. tapi jangan pernah menyentuh anakku.. aku tak akan tinggal diam"


Sampai ditempat yang dijanjikan Kevin sudah menunggu. Pelangi meminta supir kantor kembali ke Cirebon, dengan memberi uang saku.


"Pelangi.. bagaimana bisa tante Merry membawa Bumi pergi"


"Ia meminta izin dengan kepala sekolah dengan mengatakan jika ia neneknya. Mas... aku mau Bumi kembali"ucap Melati sambil terisak.


"Aku akan mencari dan mendapatkan Bumi kembali.. kamu jangan kuatir "


"Mas.. aku tak bisa hidup tanpa Bumi.. mereka bisa melakukan apa saja denganku.. aku bisa menerima tapi jika itu sudah menyangkut Bumi, aku akan melawan.. aku tak takut dengan bu Merry sekalipun"


"Pasti tante Merry telah mematai kamu dan Langit.. apa apakah ia bermaksud ingin mengambil Bumi.. "


"Mas Bumi anakku.. tak boleh siapapun mengambilnya.. mereka harus melangkahi mayatku sebelum merebut Bumi"


"Tapi bagaimana jika Langit yang memang meminta tante Merry menjemput Bumi.. "


"Aku yakin bukan mas.. Langit tak mungkin membiarkan Bumi dibawa ibunya tanpa izin aku"


"Kita sudah sampai... "ucap Kevin


Pelangi berlari keluar dari mobil menuju gerbang rumah Langit. Tapi satpam belum mau membukakan pintu gerbangnya. Kevin menyusulnya. Melihat Kevin satpam rumah langsung membukanya .


Pelangi berlari menuju pintu utama rumah dan mengedornya. Satpam itupun ikut berlari mengikuti Pelangi.


"Mana bu Merry.. minta ia keluar . Katakan Pelangi yang datang menemuinya"


"Maaf bu.. bu Merry tidak ada dirumah.. "


"Kamu jangan bohong... "ucap Pelangi dengan nada tinggi.


"Saya tidak bohong bu... "ujar satpam itu

__ADS_1


"Pak.. tante Merry ada "tanya Kevin begitu sampai dihadapan Pelangi dan satpam itu.


"Nggak ada tuan Kevin...bu Merry dari pagi belum pulang.. "


"Mas.. satpam ini pasti bohong.. "


"Pak.. aku mohon.. katakan yang sebenarnya... kemana tante Merry.. aku mohon pak"


"Betul tuan... bu Merry nggak ada. Mungkin menginap dirumah yang baru bu Merry beli"


"Bapak tahu alamatnya... "


"Saya nggak tahu Tuan.. bu Merry membelinya bersama Tuan Langit.. coba saja tanya tuan Langit"


"Baiklah pak... kalau begitu kami permisi.. "


Kevin membawa Pelangi menjauh dari rumah itu. Pelangi meminta Kevin untuk menunggu sampai Bu Merry kembali.


"Aku rasa tante tak akan pulang.. ini sudah jam 10 malam"


"Mas.. kemana bu Merry membawa Bumi.. "


"Kita tunggu dulu kabar dari Langit.. nanti setelah membaca pesan dari mu pasti ia akan menghubungi kamu. Sekarang kita kembali ke rumah aku saja.. kamu istirahat dulu"


"Mas.. bagaimana aku bisa istirahat sedang keberadaan anakku belum aku ketahui"


"Percayalah Pelangi.. Bumi tak akan dilukai"


Kevin membujuk Pelangi dan akhirnya ia mau beristirahat,tapi bukan dirumah Kevin karena ia tak mau mama nya Kevin bertanya tentang kehadirannya. Ia memilih hotel untuk tempat istirahat.


Kevin juga menginap disamping kamar Pelangi. Sampai subuh mata Pelangi tidak juga bisa tertidur. Ketika pagi akan menjelang, karena rasa kantuknya Pelangi tertidur dengan mata yang sembab karena tak berhenti menangis.


Baru beberapa saat memejamkan matanya terdengar ponselnya berdering...


"Angi... kamu dimana.. "


"Lang... Bumi dibawa ibu kamu.. dimana rumah baru mu itu Lang.. aku mau kesana"


"Kamu jangan cemas.. mami sudah aku hubungi. Ia membawa Bumi ke villa keluarga. Aku sedang perjalanan ke bandara.. aku juga akan ke villa. Aku belum bisa bicara banyak dengan mami, karena mami menutup sambungan ponsel nya. Kamu tunggu aku saja... kamu sekarang dimana"


"Aku menginap di hotel. Lang ....kamu kirimkan saja alamat villanya. Aku akan ke sana dengan Kevin .."


"Kamu menginap dengan Kevin.. "


"Lang... aku nggak mungkin menginap bersama.. kami beda kamar. Aku akan ke kamar Kevin, membangunkannya.. kamu kirim saja alamat villa nya"


"Kevin tahu alamatnya.. kamu bilang saja villa keluarga.. Angi.. apa kamu nggak menunggu aku saja.. Aku sekarang sudah didalam pesawat"


"Aku nggak mau menunggu lagi Lang...aku tak bisa pisah dengan Bumi Lang"


"Angi... aku jamin Bumi tak akan apa apa.. tak mungkin mami mau melukai anak anak.. kamu jangan terlalu cemas.. "


"Tapi Lang...aku mau cepat menemui Bumi.. "


"Terserah kamu saja... aku tutup dulu ya.. pesawat aku mau terbang"


Langit mematikan sambungan ponselnya. Pelangi langsung menuju kamar Kevin, ingin membangunkannya.


*****************************


Terima kasih buat seluruh pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2