
Setelah mandi Pelangi dan Langit keluar kamar. Mereka mau makan malam yang sudah sangat tertunda.
Ketika sedang menyantap makanannya,Bumi datang menghampiri.
"Belum tidur sayang... "ujar Pelangi
"Tadi sudah tidur.. tapi terbangun karena lapar bunda"
"Sayang daddy.. kasihan banget, Memangnya tadi nggak makan ya"ucap Langit
"Makan dad... tapi lapar lagi.. "
Pelangi dan Langit tersenyum mendengar jawaban Bumi.
"Bunda... Bumi tidur dengan bunda ya"
"Nggak boleh sayang.. Bumi kan sudah besar, masa masih tidur dengan bunda. Anak lelaki nggak boleh manja.. "ujar Langit
"Begitu ya daddy.. Bumi tidur di kamar Bumi saja dengan tante Melati dan Mawar. "
"Memangnya Bumi nggak bisa tidur kalau nggak sama bunda.. kalau begitu bunda tidur di kamar Bumi dulu, setelah Bumi tidur baru ke kamar bunda ya"
"Boleh daddy.. "
"Boleh sayang... "
"Daddy tadi tidur di kamar bunda.. daddy udah besar.. tak boleh jugalah tidur dengan bunda"ucap Bumi polos
"Daddy mau buat adik untuk Bumi.. "
"Langit.... ngomongnya kok gitu sih sama Bumi"
Pelangi menggendong Bumi ke kamarnya dan menidurkan. Setelah Bumi tertidur,barulah Pelangi kembali ke kamarnya
Ketika masuk kamar ia melihat Langit sedang menonton hanya dengan memakai celana pendek kain sepaha.
"Sayang... temani aku menonton. Aku belum mengantuk "
Pelangi duduk disamping Langit. Dan ikut menonton. Langit menarik pinggang Pelangi agar merapatkan tubuhnya. Ia lalu mengecup leher Pelangi dan menggigitnya.
"Sakit Lang.. jangan digigit.. "
"Aku gemas banget... ternyata kamu tetap menjaga rambutmu agar tetap indah walau sudah memakai hijab "ucap langit sambil mengelus rambut Pelangi
"Aku tak ada perawatan khusus.. buang buang uang"
"Mulai saat ini apapun yang ingin kamu lakukan,jangan pikirkan uangnya.. aku yang akan memenuhi. Kita bulan madu kemana sayang.. "Ucap Langit dan mengangkat tubuh Pelangi agar duduk dipahanya
"Lang...turunkan. Nanti kamu keberatan.. "
"Badan kamu ringan begini kok"ujar Langit dengan tangan yang mulai masuk ke dalam pakaian Pelangi,mengusap perutnya
__ADS_1
"Aahh....geli Lang"
"Kamu ternyata mudah terangsang juga.. "goda Langit
"Lang... "ucap Pelangi yang ingin menepis tangan Langit yang mulai masuk kedalam branya
"Kita tidur saja ya... "ucap Langit dan langsung menggendong Pelangi ketempat tidur
Langit langsung melecuti pakaian Pelangi dan hanya menyisakan pakaian dalamnya.
"Lang... mau ngapain lagi"
"Mau makan kamu lagi, habis kamu enak banget"
"Lang... sekarang sudah ya.. aku capek"
"Kamu diam saja... biar aku saja yang bermain ditubuhmu"
Langit mengusap punggung Pelangi yang terekspos dan membuka pengait branya hingga menampakkan buah dada Pelangi.
Ia memandangi tubuh Pelangi dengan intens membuat Pelangi malu dan menutup dada dengan kedua tangannya.
"Mengapa memandangnya seperti itu Lang"
"Kamu sangat cantik.. tubuhmu mulus,bersih dan putih. Untung cuma aku saja yang pernah melihat dan merasakan tubuhmu ini. Aku tak bisa bayangkan jika lelaki lain pernah melihatnya... pasti ia juga tak akan pernah melepaskanmu"
"Lang ngomong apa sih... "ucap Pelangi dengan wajah memerah
"Angi... aku sangat mencintaimu... "
Pelangi menurunkan kepalanya dan menyembunyikan didada bidang Langit. Ia mengelus dada Langit yang ditumbuhi bulu halus dan mengecapnya.
"Kamu.. kamu membangunkan adik kecilku.. Angi"ucap Langit serak menahan hasratnya.
Pelangi yang mendengar ucapan Langit langsung membalikan badannya membelakangi Langit.
"Kenapa membelakangiku... "
"Nanti kamu pengin lagi.. "
"Memang sudah pengin lagi... kamu yang membangunkannya. Kamu harus bertanggung jawab "ucap Langit mengecup punggung Pelangi dengan tangan yang berada didada Pelangi sambil meremasnya.
"Lang... "ucap Pelangi dengan mendesah
"Kamu juga masih maukan... "
"Tapi aku capek Lang... "
"Besok tiduran saja menghilangkan capeknya"ucap Langit membelikan tubuh Pelangi hingga terlentang.
Langit mulai menaiki tubuh Pelangi lagi dan melakukan penyatuannya kembali. Setelah sama sama mencapai puncaknya, Langit membawa Pelangi tidur dalam dekapannya dan tak membolehkan Pelangi memakai pakaiannya.
__ADS_1
#################
Pagi harinya, walau badannya capek dan terasa remuk Pelangi tetap melakukan kewajibannya. Dibantu Melati dan Mawar ia menyiapkan sarapan buatnya dan orang orang EO yang sudah hadir untuk membuka semua peralatan mereka yang dipakai buat menghiasi rumah ini kemarin ketika acara pernikahan.
Langit belum juga bangun. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh. Melati dan Mawar sudah pamit karena mereka harus bekerja.
Pelangi masuk ke kamar diikuti Bumi. Pelangi membangunkan Langit. Langit yang tidak tahu di kamar ada Bumi menarik tangan Pelangi hingga jatuh diatas tubuhnya.
Langit langsung mengecup dan melum*t bibir Pelangi.
"Morning kiss.. "ucapnya dengan mata yang masih belum sempurna terbukanya
"Lang.. Ada Bumi. Lepaskan pelukanmu"
"Daddy... daddy mencium bunda.. "ucapnya polos
Langit lalu melihat ke arah Bumi dan tersenyum.
"Ya sayang.. kan Daddy sayang bunda.. daddy juga sering mencium Bumi karena daddy sayang sama Bumi. Sini peluk daddy... "
"Kamu telanjang Lang... "bisik Pelangi
Langit baru menyadarinya. Ia belum memakai sehelai benangpun. Karena mereka berdua tidur telanjang tadi malam.
Bumi mendekat dan mengecup Langit. Ia ingin memeluk tubuh Langit, tapi ditahannya.
"Sayang.. daddy bau.. belum mandi. Daddy mandi dulu ya.. "ucap Langit dan membalut tubuhnya dengan selimut menuju kamar mandi.
Sementara Langit mandi, Bumi menonton dikamar itu dan Pelangi ke dapur mengambil sarapan Langit dan meletakan di meja dekat sofa kamar itu.
Setelah mandi Langit hanya menggunakan pakaian santai, dengan kaus tipis ketat dan celana pendek. Ia duduk dekat Bumi dan mulai menyantap sarapan nya.
Bumi duduk dipangkuan Langit sambil terus mencium pipi daddy nya itu. Langit tersenyum dan membalas mengecup Bumi
"Daddy... Bumi sayang daddy. Jangan pergi lagi. Daddy harus tinggal dirumah ini bersama Bumi dan Bunda"
"Daddy Tak akan pernah pergi lagi, dan daddy janji selamanya akan tinggal bersama Bumi dan bunda"
Bumi langsung memeluk Langit dengan mengalungkan tangannya dileher Langit sambil terus mengecup wajah daddy nya itu.
Pelangi yang melihat Bumi dan Langit yang saling mengecup danenyayangi itu merasa bahagia dan terharu.
"Ikatan darah tak bisa dipungkiri,walau Bumi belum lama dekat dengan Langit tapi ia tampak sangat menyayangi daddynya. Ia seakan tak ingin terpisah dari daddynya. Aku merasa pilihan aku sudah sangat tepat dengan memilih Langit menjadi suamiku. Walau aku sempat berpikir untuk menikah saja dengan Mas Kevin."
***************************************
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini.
Mampir juga ya ke novel aku yang berjudul SAHABATKU MADUKU (air mata Melati)
Cerita yang terinspirasi dari kisah nyata seseorang. Bercerita tentang pengkhianatan seorang sahabat yang telah dianggap seperti saudara sendiri dengan suaminya.
__ADS_1