ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 24. Kevin Pratama


__ADS_3

Kevin membawa Pelangi mampir direstoran favorit keluarganya. Kevin menggendong Bumi dan Pelangi berjalan disampingnya. Jika ada yang melihat pasti mereka mengira Pelangi dan Kevin sepasang suami istri.


Kevin mendudukan Bumi disamping kursinya.


"Bumi mau makan apa... "tanya Kevin


"Bumi boleh minta apa saja yang Bumi mau ya om... "


"Tentu saja boleh... "


"Bumi... bunda nggak mau ya kamu pesan makanan tapi nanti pada akhirnya nggak dimakan. Pesan saja yang biasa Bumi makan.. "


"Bunda.. Bumi mau ayam goreng upin ipin dan pizza sama kentang goreng, seperti yang biasa dimakan Deni bunda... "


"Memangnya Bumi mau makan semua itu"


"Iya om.. Bumi sering lihat Deni makan itu, kelihatannya enak om"


"Kalau begitu Bumi bisa pesan semuanya.. "


"Nggak usah mas.. nanti mubazir.. kalau nggak dimakan. "


"Kalau begitu Bumi pesan sekarang yang ingin Bumi makan saja.. yang lain kita pesan buat dibawa pulang"


"Memangnya boleh om.. "


"Tentu saja boleh.. besok besok kalau Bumi pengin makan yang lainnya tinggal ngomong dengan om... nanti om belikan"


"Tapi kata bunda.. Bumi nggak boleh meminta dengan orang lain.. "


"Tapi om bukan orang lain.. om kan teman bunda dan juga oom nya Bumi"


"Boleh ya Bumi minta dengan om Kevin,..bunda"


"Nggak boleh sayang.. "


"Bunda bilang nggak boleh om.. "


"Pelangi.. biar saja Bumi meminta padaku apa yang diinginkannya.. aku nggak keberatan kok"


"Tapi mas.. nanti Bumi jadi terbiasa meminta, aku takut tak bisa memenuhinya nanti. Kamu tahu kan mas aku ini hanya lah single parent"


"Aku yang akan memenuhi segala permintaan Bumi.. kamu nggak usah sungkan"


"Mas... aku nggak mau kita jadi bahan gosip terus. Mas tahu kan kalau selama ini telah beredar rumor jika kita ada hubungan khusus"


"Biarkan saja rumor itu beredar.. "


"Mas... aku jadi yang tak enak. Nanti jika ada bonus karena kerja kerasku, dikira hanya karena aku dekat dengan mas"


"Pelangi... aku boleh bertanya sesuatu "


"Mas mau menanyakan apa"


"Kemana ayahnya Bumi"


"Maaf mas... jika masalah itu aku tak bisa jawab. Itu biarlah menjadi rahasiaku"


"Nggak apa Pelangi jika kamu tak mau menjawabnya, itu memang privasi mu"


"Sekali lagi aku minta maaf mas.. karena untuk saat ini aku belum bisa menceritakan tentang ayah Bumi pada siapapun"


Bumi yang sedang asyik menyantap ayam goreng tak menghiraukan percakapan antara Kevin dan bundanya.


"Enak banget ya... besok sore om beliin lagi ya"

__ADS_1


"Benar om.. boleh ya bunda"tanya Bumi,takut bundanya marah


"Nggak apa apa Bumi.. bunda tidak akan marah, karena om yang ingin membelikan bukan Bumi yang minta"


"Mas.. aku tak mau kamu terlalu memanjakan Bumi, aku takut itu nanti jadi kebiasaan "


"Pelangi.. jangan takut... aku tidak akan memanjakan Bumi secara berlebihan . Aku menyayangi Bumi.. "


"Terima kasih mas.. karena mau menyayangi Bumi"


Setelah makan mereka kembali melanjutkan perjalanan.


"Mas sepertinya Bumi sudah ngantuk.. aku boleh pindah kebelakang saja duduknya. Bukannya aku nggak sopan atau menganggap mas supir ya.. "


"Nggak apa apa Pelangi"


Kevin menghentikan mobilnya,setelah itu Pelangi turun dan pindah ke kursi belakang.


Ia memeluk Bumi dan meletakan kepala Bumi dipahanya. Bumi yang memang mengantuk langsung tertidur. Pelangi membelai wajah anaknya, ia jadi teringat Langit.


"Maafkan aku Lang,aku nggak bisa menemui mu... aku sudah berjanji dengan ibumu. Aku tak mau mengingkari janji... akupun belum siap buat bertemu kamu kembali. ....."


Karena rasa kantuk, Pelangi pun ikut tertidur. Setelah sampai di depan rumah Pelangi, Kevin tak langsung membangunkan Pelangi. Ia nggak tega melihat ibu dan anak itu yang tampak sangat lelap.


"Pelangi... selama aku mengenali kamu beberapa bulan ini, aku tahu kamu wanita yang baik. Aku tak tahu alasan apa yang membuat mu dan suami berpisah. Tapi pastilah lelaki itu bod*h Karena meninggal kan wanita sebaik kamu.. aku ingin sekali mengenali kamu lebih dekat lagi.. "


Pelangi membuka matanya, karena merasakan mobil yang sudah berhenti. Dan ia melihat Kevin yang sedang memandangi wajahnya..


"Mas sudah sampai ya.. kok nggak bangun kan aku"


"Kamu dan Bumi tidurnya nyenyak banget, aku nggak tega bangunkan"


"Mas ini sudah tengah malam.. nanti kamu kapan istirahatnya kalau menunggui aku tidur."Pelangi membuka pintu mobil


Pelangi membuka kunci pintu rumahnya.. ia mengambil Bumi dari gendongan Kevin..


"Maaf mas aku nggak bisa mengajakmu mampir karena sudah tengah malam"


"Nggak apa apa. Kamu segeralah istirahat, kalau capek besok libur saja.. "


"Aku masuk kerja saja mas.. besokan Ada meeting "


"Kalau begitu besok biar aku jemput dan bawa Bumi sekalian"


"Nggak usah mas... aku sudah banyak merepotkan mas"


"Pelangi... aku nggak pernah merasa kamu repotkan"


"Tapi mas.... "


"Nggak ada tapi tapian... "potong Kevin


"Baiklah mas. Terima kasih banyak untuk hari ini"


"Sama sama... aku pamit pulang.. istirahatlah. Jangan banyak pikiran "


"Ya mas... hati hati"


Kevin meninggal kan rumah Pelangi. Setelah Kevin pergi Pelangi masuk kerumahnya dan menidurkan Bumi. Ia membersihkan wajahnya dan tidur disamping Bumi sambil memeluk buah hatinya .


Pelangi jadi teringat kembali Langit.


"Tampaknya kamu sudah makin dewasa Lang. Seharusnya kamu sudah wisuda sekarang. Apakah kamu sudah kembali lagi di Jakarta. Semoga semua keinginan ibumu dapat terwujud... aku akan turut bahagia jika semua cita citamu tercapai"


###############

__ADS_1


Pagi pagi Kevin sudah tampak didepan rumah Pelangi. Ia mengetuk pintu rumah Pelangi dengan sedikit ragu. Ia takut mengganggu aktivitas pagi Pelangi.


Ia akhirnya mengetuk pintu rumah itu..


Terdengar suara dari dalam rumah..


"Tunggu sebentar.. "Pelangi membuka pintu dan melihat Kevin berdiri dengan pakaian yang rapi.


"Selamat Pagi Pelangi.. "


"Mas Kevin... aku kira siapa tadi. Masuklah mas. Aku belum siap nih.. masih buat sarapan"


"Nggak apa.. aku bisa menunggu. Bumi sudah bangun"


"Sudah... duduklah mas. Beginilah kondisi rumahku... "


"Rapi dan nyaman.. aku suka"


"Mas bisa saja.. "


Pelangi memanggil Bumi untuk menemani Kevin duduk.


"Om Kevin... Selamat Pagi om "


"Selamat pagi ganteng... Gimana tidurnya.. nyenyak"


"Nyenyak banget om... "


"Kamu sudah siap nih mau ikut ke kantor bareng sama om"


"Siap... om"


Pelangi sudah selesai menyiapkan sarapan nasi goreng. Ia meminta Bumi mengajak Kevin sarapan.


"Bumi.. bawa sekalian om Kevin sarapan... bunda mau siap siap dulu"


"Om.... ayo sarapan. Nasi gorengnya bunda enak lho"


"Oh ya... om jadi pengin coba"Kevin mengikuti Bumi menuju meja makan. Ia dan Bumi menyantap masakan Pelangi dengan lahapnya.


"Gimana mas... sarapannya. Enak nggak enak dienakin saja ya mas"


"Enak kok.. aku takut nanti aku ketagihan deh masakan kamu... nanti bisa bisa tiap pagi aku numpang sarapan lagi"


"Kalau mas mau biar aku buatkan sarapan dan aku bawa ke kantor. Mas sering sarapannya di kantor. Memangnya keluarga mas dimana"


"Aku tinggal sendiri... keluargaku semuanya di Jakarta. Aku disini juga karena CEO perusahaan yang biasa aku pimpin memberikan kepercayaan pada anaknya buat memimpin perusahaan itu dan aku ditempatkan di cabang ini. Tapi aku bersyukur.. karena itu aku bisa mengenal kamu"


"Mas Kevin bisa saja... Mari mas kita berangkat lagi. Nanti telat. ..."


"Bumi ayo sayang kita berangkat lagi"ajak Kevin Dan menggendong Bumi.


"Mas.... aku jadi nggak enak nih dengan karyawan lain kalau aku sering bawa Bumi"


"Mengapa kamu pikirkan karyawan yang lain.. aku manajernya saja mengizinkan"


Kevin mengendarai mobilnya menuju perusahaan dengan perlahan. Hatinya sangat senang bisa pergi ke kantor dengan Pelangi.


Visual Pelangi



****************************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Mampir juga ya di novel ku yang berjudul ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA

__ADS_1


__ADS_2