ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab Enam Puluh Sembilan


__ADS_3

Hari ini mama janji akan datang kerumah bersama Shinta. Ia menghubungi Pelangi pagi pagi.


"Lang... kamu nanti bisa makan siang di rumah "ucap Pelangi sambil memasangkan dasi Langit


"Memangnya kenapa.. kamu tak bisa makan kalau nggak bersamaku. Kamu kerja saja dengan ku lagi.. "


"Aku pasti akan kerja lagi.. tapi bulan depan saja ya Lang. Mama dan Shinta bilang ia akan makan siang di rumah kita, jadi kamu bisa pulang makan siangnya"


"Sayang... aku ini sudah jadi suami kamu loh, masa panggil nama saja.. "


"Memangnya aku harus panggil apa dengan kamu"ucap Pelangi sambil memeluk pinggang Langit.


"Panggil daddy atau sayang juga.. "


Pelangi menengadahkan kepalanya untuk dapat melihat wajah Langit, karena tingginya yang hanya sebahu Langit.


"Sayang.. kamu makan siang dirumah hari ini"ucap Pelangi dengan suara manja


"Kamu tuh kalau bicara manis begini membangunkan adik kecil aku tahu"


"Kamu saja yang pikirannya mesum terus"


"Tapi aku ada meeting.. sampaikan saja salamku buat mama dan Shinta"ucap Langit dan mengecup bibir Pelangi


"Manis banget sih sayang bibirnya, nggak perlu minum teh manis lagi deh aku"ucap Langit lagi


"Gombal banget... "ucap Pelangi sambil menenggelamkan kepalanya di dada Langit


"Sayang.. jangan begini. Nanti aku nggak jadi ke kantor nih... pengin makan kamu"


"Ih.. kalau begitu aku nggak mau peluk kamu lagi ah. "ucap Pelangi dan ingin melepas pelukannya tapi ditahan Langit


"Aku mau sarapan yang ini... "ucap Langit langsung ******* bibir Pelangi dengan rakusnya


Sampai Langit merasakan pasokan udara yang berkurang barulah ia melepaskan lum*tannya.Ia mengusap bibir Pelangi dengan jarinya.


Pelangi memandangi Langit dengan mulut manyun.


"Jangan begitu mulutnya.. nanti aku lum*t lagi, ini saja sudah bengkak bibir kamu"ucap Langit dan mengecup bibirnya Pelangi


"Sudah ah.. nanti kamu nggak jadi ke kantor, katanya ada meeting"


"iya sayang... aku harus menyelesaikan beberapa file agar kita bisa secepatnya mengadakan pesta dan setelah itu bulan madu"


"Ya.. sayang. Kamu harus giat bekerja agar papi dan Mami bangga memiliki anak seperti kamu, agar Bumi juga bangga punya daddy yang sukses seperti kamu"ucap Pelangi dan mengecup pipi Langit


"Manis benar sih.. istri aku. Yuk antar aku sampai ke mobil. Mulai hari ini kamu harus memberi aku morning kiss dan mengantar sampai ke mobil"


"Jangankan sampai mobil, besok besok aku akan ikut kamu ke kantor sekalian"


"Janji ya.. akan kerja denganku lagi.. "


"Iya.. sayang"ucap Pelangi


Pelangi mengantar Langit sampai ke mobilnya dan setelah Langit menghilang barulah Pelangi masuk ke rumahnya.

__ADS_1


Langit yang mengendarai mobilnya menuju kantor menjadi tidak enak hati karena kembali membohongi Pelangi.


"Maafkan aku sayang, aku terpaksa berbohong mengatakan ada meeting karena aku tak ingin Shinta jadi tambah sakit melihat kita berdua dan juga kamu pasti tidak akan bebas bermesraan denganku jika ada Shinta. Pasti semua akan canggung. Nanti jika semua sudah berjalan normal dan Shinta sudah mendapatkan pengganti diriku, barulah kita bisa kumpul bersama."


Siang harinya mama dan Shinta datang dengan membawa banyak mainan buat Bumi.


"Selamat siang gantengnya oma... "


"Selamat siang oma"


"Ini aunty Shinta bawa banyak mainan seperti yang pernah aunty janjikan"ucap Shinta dan memberikan tas yang berisi mainan kepada Bumi


"Bumi... bilang apa dengan aunty Shinta "ujar Pelangi


"Terima kasih aunty.. "


"Sama sama sayang.. "


"Shinta mengapa beli mainannya banyak banget.. "


"Nggak apa apa Pelangi, bukankah aku janji mau beliin"


"Tapi lain kali kamu harus janji jangan membeli mainan sebanyak ini, aku tak membolehkan ia membeli banyak mainan.Oh ya... Silakan masuk ma.. Shinta"


Mama dan Shinta masuk kerumah dan diikuti Pelangi.


"Rumahmu nyaman banget Pelangi... "ucap Shinta begitu masuk rumah yang didominasi warna hitam putih kesukaan Pelangi dan Langit.



"Kita makan langsung saja ya ma.. sambil ngobrol"


"Boleh sayang.. "


Shinta mengamati semua isi rumah Pelangi.


"Seandainya aku yang menikah dengan Langit berarti ini adalah rumah aku.. "


"Shinta kamu mau aku buatkan minum apa"tanya Pelangi tapi tak didengar Shinta.


"Shinta.. kamu mau minum apa"tanya Pelangi lagi tapi masih diacuhkan Shinta.


Mama yang melihat Shinta tidak menjawab pertanyaan Pelangi langsung menyenggol lengan Shinta membuat ia kaget.


"Ada apa ma... "


"Pelangi dari tadi tanya.. kamu mau minum apa ,biar ia bisa membuatnya"


"Oh maaf Pelangi.. aku tak mendengarnya "


"Nggak apa apa.. kamu mau aku biarkan minum apa"


"Terserah saja... aku bukan orang yang pemilih makanan"


"Baiklah.. mama dan Shinta duduklah aku.. aku buatkan jus jeruk saja ya.."ujar Pelangi. Setelah membuat jus jeruk baru mereka makan.

__ADS_1


"Siapa yang masak semua ini... kamu Pelangi"


"Ya ma... nggak enak ya"


"Enak... enak banget malahan,iya kan Shinta"


"Ya.. ma"


"Kapan kapan kamu main kerumah, kita masak bareng ya.. biar mama dan Shinta sekalian belajar masak denganmu, terutama kamu Shinta.. kamu harus belajar dengan Pelangi, nanti suatu saat kamu menikah suami kamu bisa betah dirumah kerena masakan istrinya enak"


"Daddy suka banget masakan bunda.. "ucap bumi


Shinta tersenyum dengan terpaksa mendengar perkataan Bumi.


Setelah makan.. mama dan Shinta duduk di ruang keluarga sambil menonton dan mengobrol dengan Pelangi dan Bumi.


Tak terasa sore barulah mama dan Shinta pamit. Ketika akan pulang mereka melihat mobil Langit.


Pelangi langsung menghampiri Langit dan mengambil tas kerjanya. Langit mengecup dahi Pelangi.


"Selamat sore mama... Shinta. Sudah mau pulang nih. Maaf tadi nggak bisa pulang makan siang, aku ada meeting"


"Nggak apa Lang... kapan kapan kita masih bisa makan siang bareng "ujar mama


Langit memeluk pinggang Pelangi dan kembali mengecup pucuk kepalanya.


Mama melihat itu tersenyum.


"Tampaknya langit memang sangat mencintai Pelangi, semoga kamu bahagia dengan pernikahan kamu ini nak. Sudah lama kamu merasakan penderitaan.. ini saatnya kamu bahagia "


"Lang.. kami pamit dulu.. terima kasih Pelangi atas jamuan makan siangnya yang lezat"ucap Shinta dan mengajak mama pulang


"Tampaknya Langit sangat mencintai Pelangi... iya kan Shinta"ujar mama ketika sedang dalam perjalanan.


"Hhhmmmm... "


"Maaf nak.. bukan mama sengaja membuat kamu sakit hati... "


"Nggak apa.. Langit mungkin memang bukan jodohku.."


"Shinta.. kamu tahu mama sangat mencintaimu, tapi Pelangi memang lebih pantas bersama Langit, mereka saling mencintai dan juga mereka telah terikat dengan kehadiran Bumi. Mama harap kamu segera dapat melupakan Langit dan mendapatkan pengganti yang lebih baik dan yang mencintai kamu. "


"Aku juga menyayangi mama... seribu Langitpun pergi dari kehidupan aku tak akan terlalu memikirkan asal ada mama yang selalu menemani. Yang aku takutkan,setelah mama menemukan anak kandung mama, mama akan melupakan aku... "


"Nggak mungkin sayang.. kamu dan Pelangi mempunyai tempat yang berbeda dihati mama"


"Terima kasih ma.. "ucap Shinta.


Ia menjalankan mobil dengan perlahan menuju pulang.


"Kamu beruntung Pelangi, mendapatkan cinta sebesar itu dari Langit... aku dapat melihat pancaran cinta dari mata Langit"


**********************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2