
"Pelangi.. aku tak tahu harus berkata apa lagi.. aku juga tak tahu bagaimana perasaan aku saat ini. Aku perlu waktu buat berpikir. Aku antar kamu pulang saja sekarang.. "
"Om.. Bumi mengantuk.. pulang lagi ya"ujar Bumi
"Ya... sayang. Kita pulang lagi. Mas.. biar aku pakai taksi saja.. "ujar Pelangi
"Pelangi.. mana mungkin aku membiarkan kamu pulang sendiri, aku antar kamu pulang"
Kevin menggendong Bumi dan menidurkan di kursi belakang mobilnya.
"Mas.. aku sudah pindah ke apartemen.. "ujar Pelangi begitu mobil meninggalkan parkiran
"Apartemen mana... "
"Apartemen X di jalan Y mas.. "
"Sejak kapan kamu pindah kesana...bukankah itu juga apartemen dimana Langit tinggal"
"Iya mas.. Langit membelikan satu unit atas nama Bumi"lirih Pelangi
Kevin melajukan mobilnya menuju alamat yang dikatakan Pelangi. Ponsel Pelangi berdering, ia melihat nama Langit yang tertera di layar. Pelangi mendiamkan saja.
"Mengapa tak diterima... dari siapa... Langit"tanya Kevin
"Iya mas.. "
"Terima saja.. "
"Biar saja mas... mungkin Langit hanya ingin menanyakan Bumi"
Sampai di basement apartemen, Pelangi langsung turun dari mobil dan akan menggendong Bumi.
"Biar aku saja.. Bumi sudah mulai berat.. kamu akan kesulitan menggendongnya"
"Nggak apa mas.. aku masih sanggup kok"
"Apa kamu takut aku akan mampir.. "
"Mas.. jangan membuat aku tambah merasa bersalah begini. Aku tak pernah melarang mas buat mampir.. "
Kevin berjalan mengikuti langkah Pelangi memasuki lift yang membawa mereka menuju apartemen Pelangi.
Baru saja Pelangi membukakan pintu buat Kevin,terdengar suara Langit..
"Dari mana saja sih.. lama banget pulangnya.. mengapa telepon aku tak kamu terima "
"Maaf Lang...aku tak dengar "jawab Pelangi sedikit kikuk
"Dimana kamar Bumi.....Pelangi"ucap Kevin
"Oh.. Ada kamu... apa kabar mu... Kevin"
"Seperti yang kamu lihat"
Langit berdiri dan ingin mengambil alih Bumi dari gendongan Kevin..
"Biar aku yang tidurkan Bumi ke dalam.. "ucap Langit
__ADS_1
"Nggak perlu Lang.. biar aku saja. Aku sudah biasa menidurkan Bumi dari ia berusia tiga tahun.. "ucap Kevin ketus
Pelangi yang melihat itu jadi serba salah.
"Mas.. ini kamar Bumi"ucap Pelangi memecahkan ketegangan
Kevin meletakan Bumi pelan diatas kasur dan menyelimutinya, lalu mencium dahi Bumi.
Setelah yakin Bumi telah tidur dengan nyaman,Kevin keluar.
"Lang.. aku ingin bicara berdua diapartemen kamu.. "
"Mengapa tidak disini saja.. "
"Aku sudah katakan kalau aku ingin bicara berdua saja"ucapnya ketus
"Santai saja Kevin... jangan ngegas gitu"ucap Langit berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari apartemen Pelangi.
"Mas... apa tidak sebaiknya bicara disini saja.. aku akan masuk ke kamar. Aku tak akan menguping mas.. "ucap Pelangi
"Maaf Pelangi.. ini urusan antara lelaki.. kamu nggak perlu ikut.. "
Kevin mengikuti langkah Langit menuju apartemennya yang berada disebelah apartemen Pelangi.
"Silakan duduk... kamu mau minum apa"tanya Langit
"Lang.. aku mau kamu lepaskan Pelangi"
"Maksud kamu apa... "
"Mengapa aku harus melepaskan Pelangi"
"Karena kamu hanya bisa memberi penderitaan buat Pelangi"
"Mengapa kamu bisa mengatakan jika aku hanya memberikan penderitaan.. apa kamu melihat Pelangi sekarang terlihat tersiksa '
"Lang...bukankah kamu sudah bertunangan.. mengapa masih menginginkan Pelangi.. "
"Aku hanya bertunangan... belum menikah. Orang yang sudah menikah saja bisa bercerai"
"Lang....kamu tidak boleh egois.. apa kamu tahu apa yang sudah Pelangi lalui sejak mengenal dirimu.. ia harus membesar kan anaknya seorang diri, menerima gunjingan tetangga karena ia tak memiliki suami, belum lagi ia yang harus banting tulang buat menghidupi anak dan dirinya.. apa kamu masih akan terus memberi penderitaan buatnya.. "
"Aku tak pernah tahu jika ia mengandung anakku, apa itu juga salahku. ..."
"Mungkin kamu tidak salah.. tapi bagaimana dengan ibumu.. apa ia akan membiarkan Pelangi jika ia tahu ada darah dagingmu dirahim Pelangi dan jika ia tahu sekarang Pelangi memiliki anak darimu.. apakah kamu yakin ibumu tidak melakukan sesuatu pada Pelangi.. "
"Kamu jangan membawa mama dalam urusan ini.. mama tak mungkin tega menyakiti cucunya.. "
"Kamu belum mengenal siapa mamamu"
"Kamu keterlaluan Kevin... aku tahu kamu dan mama kamu tidak pernah menyukai mamaku.. tapi bukan berarti kamu bisa menghina mama"
"Kamu harus melepaskan Pelangi.. anggap saja kamu tak pernah bertemu dengannya lagi. Aku bisa membahagiakan Pelangi dan Bumi.. selama ini kami juga sudah bahagia sebelum kehadiran kamu"
"Mengapa kamu meminta aku melepaskan Pelangi untukmu. Apakah kamu takut bersaing denganku..apa karena kamu tahu kamu tidak akan pernah menang"
"Kamu keterlaluan Lang..."Kevin melayangkan tinjunya kerahang Langit.
__ADS_1
"Kenapa.. aku betulkan. Perlu kamu tahu bagaimanapun aku tak akan pernah mundur.. mulai saat ini kamu harus belajar melupakan cintamu pada Pelangi"
"Bajing*n..kamu.. "Kevin kembali melayangkan tinjunya. Tapi kali ini Langit tak mau tinggal diam, ia membalas meninju wajah Kevin. Sehingga baku hantam itu tak bisa terelakkan lagi.
Pelangi merasa tidak tenang. Setelah Ia memastikan Bumi sudah tertidur pulas, lalu menyusul keapartemen Langit. Pelangi yang mendengar suara kaca pecah, langsung membuka pintu apartemen Langit. Kode masuk apartemen Langit memang Pelangi sudah tahu.
"Mas Kevin... Langit.. berhentiiii"teriak Pelangi melihat mereka lagi baku hantam
Pelangi berjalan kearah Langit yang akan melayangkan tinjunya ke wajah Kevin. Ia memeluk erat tubuh Langit agar menghentikan perkelahian itu.
"Sudah Lang... aku mohon... jangan lakukan itu lagi"ucapnya memeluk Langit dan menahan tangan Langit.
"Ini semua salahku..kalian tidak perlu bertengkar hanya karena ini.. aku yang akan pergi.. aku yang akan menghilang jauh darimu dan mas Kevin. Kalian bersaudara,tidak boleh berantem "
"Mengapa kamu yang harus pergi... "ujar Langit
"Mas.. aku mohon maaf jika aku sudah mengecewakan kamu, tapi kamu tidak perlu lakukan ini."ucap Pelangi melepaskan pelukannya ditubuh Langit dan menghadap kearah Kevin
"Kamu tidak harus pergi dan menghilang lagi... kamu tak salah.. takdirlah yang mungkin sedang mempermainkan aku...takdirlah yang tidak berpihak padaku, disaat aku benar benar mencintai seseorang aku harus menerima kenyataan jika wanita yang aku cintai itu tak pernah sedikitpun memandang kearahku dan yang paling menyakitkan aku harus bersaing merebut hatimu dengan saudara aku sendiri. Aku tak tahu bagaimana perasaan aku saat ini Pelangi.. kecewa.. marah dan juga sedih.. mengapa harus Langit.. mengapa Pelangi"ucap Kevin Dan terduduk dilantai
"Mas... kamu berhak marah dan kecewa. Tapi mas tak boleh menyalahkan takdir.. semua yang telah ditakdirkan adalah yang terbaik buat kita. Aku juga bukan wanita yang pantas menerima cinta tulusmu mas... aku bukan wanita baik.. kamu pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari diriku mas.. "
"Aku yang harus pergi... aku tak mau menambah lukaku jika aku terlalu lama disini.. "ucap Kevin dan berdiri dari duduknya
"Mas... sebelum mas pulang... aku obati luka di wajah mas dulu"
"Nggak perlu Pelangi.. sakit diwajahku tidak seberapa dibandingkan sakit hatiku"
Kevin melangkah menuju lift yang akan membawanya menuju basement. Pelangi mengikuti langkah Kevin.
"Mas... mas tidak boleh pergi dalam keadaan seperti saat ini... aku harus mengobati luka mas dulu.. "ucap Pelangi dan memegang pergelangan tangan Kevin menahannya agar tak melangkah lagi.
Kevin menepis tangan Pelangi dan tetap berjalan secepatnya. Pelangi mengejar langkah Kevin yang cepat sampai ke basement. Kevin langsung masuk ke dalam mobil tanpa mempedulikan Pelangi.
"Mas... buka pintunya.. mas aku mohon mas.. jangan pergi.. mas aku harus mengobati lukamu dulu"ucap Pelangi sambil mengetuk kaca mobil
Kevin tetap menjalankan mobilnya.
"Maafkan aku Pelangi... saat ini aku hanya ingin sendiri. Jika aku bersama kamu aku takut aku masih berharap cintamu, padahal aku sudah melihat sendiri, jika cintamu hanya buat Langit.. "
"Mas... jangan pergi"ucap Pelangi ingin mengejar mobil Kevin, tapi tubuhnya ditahan Langit dengan memeluknya.
"Mengapa kamu tetap mengejarnya... bukan kah ia sudah katakan tidak mau "
"Lang... aku tak bisa membiarkan mas Kevin pergi dalam keadaan luka dan marah. Aku tak mau terjadi sesuatu dengan mas Kevin"ucap Pelangi sambil menangis
"Jadi kamu mau mengejar Kevin dan melupakan kalau Bumi lagi sendirian di apartemen. Kamu sudah lupa dengan anakmu hanya karena Kevin. Jika memang itu maumu.. pergilah ikuti Kevin.. tapi jangan pernah kamu berharap dapat bertemu Bumi lagi, karena aku akan membawanya pergi jauh"
"Lang...jangan lakukan itu.. aku tak bisa pisah dari Bumi"
"Kalau begitu kembalilah keapartemen.. sekarang Bumi hanya sendirian"
Pelangi tersadar dan berlari menuju lift. Ia takut Bumi terbangun dan menangis karena tak ada orang disana.
***********************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini..
__ADS_1